• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Tiga Pertanyaan Penting Dalam Menilai Ketrampilan Kepemimpinan

Tiga Pertanyaan Penting Dalam Menilai Ketrampilan Kepemimpinan
Redaksi
January 31, 2020

Tiga Pertanyaan Penting Dalam Menilai Ketrampilan Kepemimpinan

Jika kita pernah bekerjasama dengan seorang pemimpin yang sangat menginspirasi dan berbakat, kita akan tetap ingat tentang bagaimana dia berupaya keras menjaga agar tim tetap kompak sampai hari ini. Alasan mengapa kita masih berbicara tentang dirinya dikarenakan, dia adalah tipe orang yang enak untuk diajak berinteraksi.

Penyair dan aktifis hak-hak sipil terkenal yang bernama Maya Angelou pernah menyindir dengan berkata, “Orang-orang akan melupakan apa yang Anda katakan, orang-orang akan melupakan apa yang Anda lakukan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda memperlakukan perasaan mereka.”

Kepemimpinan adalah masalah otak dan hati. Kepemimpinan adalah tentang hasil dan hubungan dengan orang lain. Jika saat ini kita adalah seorang pemimpin atau bercita-cita untuk itu, perlu diingat bahwa perjalanan untuk menjadi pemimpin yang hebat tidak pernah berakhir. Hal itu juga memiliki titik awal.

Dan awal perjalanan itu dimulai dengan beberapa pertanyaan yang wajib dijawab. Bisakah kita menjawab “ya” untuk semua pertanyaan di bawah ini?

1. Apakah kita adalah pemimpin yang dekat dengan karyawan?

Sebelum kita menganggap diri kita layak memimpin, ada pertanyaan penting yang harus diajukan. Karena jika kita akan memimpin, kita harus dekat dengan karyawan. Jika tidak, hal itu bisa melukai kepemimpinan kita dengan beberapa cara:

Karyawan tidak mau berbagi informasi karena takut mendapatkan penolakan.
Anggota tim tidak mau berinteraksi dengan kita.
Anggota tim akan takut mengambil tanggungjawab atas pekerjaan mereka, dan hanya menunggu perintah kita.

Pemimpin yang dekat dengan karyawan berarti membangun suatu budaya di mana loyalitas dan semangat untuk mencapai tujuan dirasakan oleh semua karyawan.

Agar menjadi pemimpin yang dekat dengan karyawan:

Selalu bersikap terbuka dengan karyawan
Selalu berbagi informasi
Perbanyak percakapan dengan karyawan yang tidak terkait pekerjaan
Tunjukkan selera humor
Berpartisipasilah dalam kegiatan pengembangan profesional bersama karyawan
Bantulah karyawan ketika mereka menghadapi masalah,baik dalam kehidupan pribadi atau profesional.

2. Apakah kita ikut mengembangkan lingkungan kerja. yang membuat karyawan merasa aman secara psikologis?

Penelitian tentang kebebasan dan keamanan psikologis yang dilakukan oleh Amy Edmondson dari Harvard University menunjukkan bahwa para pemimpin yang menumbuhkan budaya keamanan psikologis dalam organisasi, di mana karyawan bebas berbicara, bereksperimen, memberikan umpan balik, atau meminta bantuan, akan menghasilkan pembelajaran dan kinerja yang lebih baik.

Ketika keamanan psikologis tidak ada, rasa takut akan hadir. Dan rasa takut ini akan menghalangi perusahaan untuk mencapai potensinya secara maksimal. Kita tidak bisa terlibat secara penuh atau berinovasi ketika dilanda rasa takut. Beberapa orang menganut gagasan bahwa ketakutan adalah sumber motivasi. Tetapi yang dikhawatirkan justru rasa takut itu dapat membunuh rasa percaya diri.Rasa takut adalah demotivator paling kuat.

Menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis

Buat kedekatan dengan karyawan, dan ingatkan bahwa mereka adalah aset berharga bagi perusahaan

Pujilah mereka atas hasil kerjanya dengan memberikan contoh-contoh spesifik sebagai motivasi

Pertahankan agar karyawan terlibat mengenai rencana dan proyek yang akan datang, tenggat waktu, dan segala perubahan yang terjadi, baik atau buruk.

Berikan rasa aman kepada karyawan dengan memastikan bahwa pekerjaan dan status mereka sebagai karyawan dilindungi oleh peraturan perusahaan.

Ketika masalah yang sulit muncul, kita mesti segera mengatasinya dengan bertemu langsung dengan tim atau mengirim email untuk membantu mereka mengatasinya. Tunjukkan selalu harapan, kekuatan, ketekunan, dan kasih sayang kepada karyawan. Tugas kita sebagai seorang pemimpin adalah melakukan semua hal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kita harus menunjukkan dan menghargai mereka tidak hanya sebagai pekerja tetapi juga sebagai manusia. Terakhir, jangan biarkan komunikasi kita dengan karyawan terputus.

3. Apakah kita memimpin dengan integritas?

Karyawan selalu mengawasi setiap gerakan dari pemimpin mereka. Jika seorang pemimpin bertindak tidak profesional atau tidak etis, mereka pasti tahu. Dan jika itu yang terjadi, pemimpin itu sudah kalah dalam pertempuran karena kehilangan rasa hormat dari karyawannya.

Seorang psikolog dan penulis buku yang bernama Henry Cloud menulis tentang mengapa integritas adalah sesuatu yang penting dan menjelaskan topik tersebut dengan baik dalam bukunya yang berjudul Integritas: Keberanian untuk Memenuhi Tuntutan Realitas. Cloud mengatakan, “Siapa saja yang bekerja keras dengan menggunakan otak, bakat, kompetensi, energi, upaya, kemampuan membuat kesepakatan atau peluang, mereka akan berhasil.”

Ketika kita belajar dan beradaptasi dengan semua aspek integritas itu, kita akan menjadi lebih mudah untuk mengembangkan kepercayaan, memperbaiki hubungan dengan orang lain setelah muncul konflik, mendengarkan dengan empati atau memberikan umpan balik untuk membangun kompetensi seseorang.

Cara memimpin dengan integritas

Memimpin dengan contoh.Kita harus bisa dapat diandalkan, kredibel serta mengatakan hal-hal yang benar

Tingkatkan kualitas diri kita agar ditiru oleh karyawan

Pegang teguh janji atau komitmen di atas.

Lakukan hanya hal-hal yang benar.

Jujurlah terhadap diri sendiri. Dengan menjadi diri yang sebenarnya, kita tidak hanya mempercayai penilaian dan keputusan yang kita buat, tetapi orang lain juga akan mempercayai kita. Mereka akan menghormatinya karena kita mendukung nilai-nilai dan keyakinan kita sendiri.(Artiah)

Sumber/foto : inc.com/dogubati.com

Related ItemsFeatured
Leadership
January 31, 2020
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.