• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Entrepreneur

Tidak Terlalu Memaksakan Diri Sebagai Kunci Sukses Berwirausaha

Tidak Terlalu Memaksakan Diri Sebagai Kunci Sukses Berwirausaha
Redaksi
January 21, 2020

Tidak Terlalu Memaksakan Diri Sebagai Kunci Sukses Berwirausaha

Menjadi entrepreneur pada hari ini telah menjadi pilihan bagi sebagian besar orang, karena semakin membaiknya pereeknominia di beberapa bagian dunia. Meskipun pada kenyataannya menjadi wirausahawan, jauh lebih mudah diucapkan daripada mempraktikannya. bahkan banyak diantara mereka yang mencoba justru mendapatkan hasil berbeda. bebrapa diantaranya ada yang berhasil mencapai impian dan menjadi wirausaha sukses, tak sedikit pula yang gagal dan berhenti di tengah jalan.

Hal ini membuat sebagian orang meyakini, menjadi wirausaha itu adalah bakat dan merupakansesuatu yang terlahir. Ada beberapa kunci rahasia yang bisa dipraktikkan dan dijalankan siapapun, yang berniat menjadi wirausaha sukses, termasuk bagaimana memberdayakan diri sendiri.

Menurut Aytekin Tank, Entrepreneur sekaligus Founder and CEO, JotForm menyebutkan bahwa ketika dirinya tengah duduk dalam sebuah konferensi teknologi beberapa tahun yang lalu Tank melihat satu per satu pengusaha mapan bergiliran membagikan kisah sukses mereka.

“Setiap kali seseorang berdiri untuk berbicara, saya sering mendengar suara kecil dan mengomel ini di belakang memberitahukan kepada saya : Anda tidak cukup baik,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa selama membangun startup, Tank harus banyak belajar untuk berhenti menghakimi terlalu keras terhadap diri sendiri. ini akhirnya membutuhkan waktu 13 tahun untuk berhenti mengkritik buruk, dan menumbuhkan lebih banyak kebaikan terhadap diri saya sendiri,” lanjutnya.

1. Jangan Suka Meremehkan

Salah satu hal terpenting yang dipelajarinya adalah sikap untuk tidak meremehkan siapapun. Menurut Dr. Kristin Neff, psikolog memperlakukan diri sendiri sama seperti sikap kita memberikan dukungan, pengertian dan kepedulian kepada siapa pun yang kita sayangi dapat menumbuhkan sikap dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.

Kegagalan dalam melakukan sesuatu hal, termasuk dalam berbisnis, bukan berarti kita memarahi diri sendiri dan terkurung dalam kegagalan tersebut. Hal ini justru semakin menghambat perkembangan di masa depan, dan menghabiskan sumber daya yang ada, kata Tank.

Sebaliknya dengan melihat diri kita sendiri melalui referensi kebaikan, akan mencegah perasaan bersalah yang sering timbul, Serta sadar bahwa kita tidak sempurna, yang suatu saat melakukan kesalahan juga kegagalan.

2. Meningkatkan Kinerja

Dalam membangun startupnya, Tank menyadari bahwa dengan sibuk mencari semua kekurangan pada dirinya justru akan membuat dirinya lelah secara psikis.

Menganalisa semua kekurangan yang kita miliki, tidak akan secara otomatis membaut produktivitas kita akan melonjak. Bahkan justru akan terjadi sebaliknya<” jelasnya.

Menurut Emma Seppala dari Pusat Penelitian Compassion dan Altruism Universitas Stanford, banyak data ilmiah yang justru memperlihatkan bahwa kritik diri pada diri sendiri cenderung menghakimi. serta membuat diri kita lebih lemah dalam menghadapi kegagalan.

Sehingga Tank menyarankan untuk menghindarinya agar mereka memiliki motivasi yang berkelanjutan dan efektif. Kita harus berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan kemudian fokus pada semua hal yang bisa dilakukan dengan benar untuk menumbuhkan bisnis dengan cara yang lebih baik.

Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah penelitian 2012 , memperlakukan diri kita dengan lebih hangat dan pengertian, ketika berhadapan dengan kegagalan juga bisa membuat kita lebih termotivasi untuk lebih meningkat. Itu karena mempraktikkan kasih sayang mengaktifkan pengasuhan biologis dan sistem yang menenangkan. Penelitian lain menunjukkan bahwa ketika kita memiliki kemampuan untuk mengenali kegagalan, kita mengembangkan lebih banyak daya tahan dan lebih mampu mengatasi kesulitan.

3.Membangun Tim Yang Lebih Kuat

Menjadi lebih baik pada diri sendiri juga merupakan sikap yang memengaruhi orang-orang di sekitar. Semakin banyak kasih sayang diri, semakin besar kemungkinan kita memperlakukan orang-orang di sekitar dengan cara yang sama.

Wharton oleh CEO LinkedIn Jeff Weiner, menyarankan untuk menciptakan budaya keharmonisan, yang melibatkan emosional lebih besar dalam setiap organisasi. Mengelola dengan penuh perhatian bukan hanya cara yang lebih baik untuk membangun tim, namun juga untuk membangun perusahaan.

“Pembahasan tersebut membawa kami untuk dapat menunjukkan kepada tim bahwa organisasi bersedia melihat kesalahan dengan cara yang lebih baik, agar dapat memperkuat kepercayaan dan menginspirasi kolega melalui empati, rasa hormat, dan pengertian. Ini adalah beberapa pelajaran paling berharga yang saya pelajari sejak memulai perusahaan. Mewujudkan lebih banyak kebaikan diri juga berarti mengakui, bahwa kita semua adalah manusia dan mengingatkan diri sendiri bahwa boleh saja tersandung atau gagal dalam perjalanan, “ jelas Tank lebih jauh.

4.Penerimaan Diri Berarti Kebebasan

Kemudian Tank mengatakan, yang paling penting baginya ketika mendirikan perusahaan adalah berfokus pada membuat sesuatu yang hebat, dan memastikan sebuah perusahaan beserta orang yang terlibat, merasa sama-sama terpenuhi di luar pekerjaan. Dengan begitu kita bebas untuk menjalani hidup dengan cara sendiri.

Sumber/foto : entrepreneur.com/nbcnews.com

Related ItemsFeatured
Entrepreneur
January 21, 2020
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.