Pemimpin Versus Manajer

Kita banyak mendengar berita tentang kepemimpinan. Hampir setiap hari, kita melihat berita tentang para kandidat pemimpin dalam bidang politik yang mencoba memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat, rasa frustrasi yang dialami oleh tim olahraga yang tidak memiliki pemimpin, atau terinspirasi oleh ikon bisnis yang telah membawa perusahaan mereka menuju kesuksesan yang lebih besar.
Tapi apa itu kepemimpinan, dan apa bedanya dengan manajemen?
Mendefinisikan Kepemimpinan
Jauh lebih mudah untuk menemukan kekurangan kepemimpinan daripada mengidentifikasi kepemimpinan yang efektif. Karyawan dapat merasakan kekosongan kepemimpinan yang seharusnya diisi oleh seorang pemimpin yang baik karena efektivitas kerja mereka akan menurun karena hal itu.
Sebagai seorang pemimpin, Anda dapat mengambil kendali dan memberi energi kepada karyawan yang kurang mendapatkan arahan dengan bertindak melampaui tanggung jawab Anda sebagai manajer dan mengadopsi pola pikir seorang pemimpin.
Pola pikir seorang pemimpin didorong oleh satu ide, yaitu mereka akan melakukan hampir semua hal untuk meningkatkan standar orang-orang di sekitar mereka. Anda mungkin berpikir bahwa pemimpin harus bertindak keras terhadap karyawan yang berkinerja buruk. Tetapi, pada kenyataannya, para pemimpin menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendorong orang-orang di sekitar mereka daripada menghukum karyawan yang berkinerja buruk.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan standar orang-orang di sekitar Anda dan mendapatkan hasil maksimal dari mereka.
1.Mendukung inovasi
Sebagai seorang pemimpin, Anda harus merendahkan diri dan menyadari bahwa orang-orang yang Anda pimpin seringkali lebih cerdas dan mampu daripada Anda. Mereka mungkin tidak perlu didorong atau disuruh fokus, tetapi mereka dapat berubah di bawah gaya kepemimpinan yang benar.
Cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal dari karyawan yang cerdas tetapi kurang dimanfaatkan adalah dengan melibatkan mereka dalam proses inovasi. Inovasi terlihat berbeda dalam setiap perusahaan dan industry. Jadi, tidak ada cara yang benar untuk melibatkan karyawan. Sebaliknya, tugas Anda adalah membantu karyawan agar memahami bahwa inovasi adalah proses mengutak-atik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ide-ide karyawan dapat membuat perbedaan nyata di perusahaan.
Namun, hanya mengatakan pada karyawan agar mereka mau terlibat dalam inovasi adalah sesuatu yang tidak cukup. Anda harus membuktikannya dengan berempati pada mereka dan menghormati kontribusi mereka.
2. Berempati pada karyawan
Berempati pada karyawan terdengar mudah. Tetapi, pada kenyataannya, perilaku ini ternyata sulit dipertahankan oleh seorang pemimpin karena orang-orang yang Anda pimpin selalu punya pengalaman sendiri tentang sesuatu, entah itu terkait dengan pekerjaan atau tidak.
Sebagai seorang pemimpin, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mendengarkan dengan penuh perhatian. Untuk melakukan ini, Anda seharusnya memperhatikan para karyawan Anda dan menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan, aspirasi, dan tantangan yang mereka hadapi. Ketika karyawan berbagi ide atau kekhawatirannya, Anda harus benar-benar memperhatikannya. Ada beberapa hal yang lebih merusak motivasi karyawan daripada pemimpin yang memotong pembicaraan karena menerima panggilan telepon atau karena Anda menganggap tugas lain lebih penting.
Pandemi Covid baru-baru ini membuat berempati pada karyawan Anda semakin sulit. Di seluruh dunia, banyak karyawan kehilangan orang yang dicintainya, menderita ketidakamanan finansial yang nyata, dan menjalani kehidupan yang tidak pasti.
Sebagai seorang pemimpin, bukan tugas Anda untuk “memperbaiki” segalanya. Tetapi, Anda harus mendidik diri sendiri sehingga Anda tahu bagaimana memberikan nasihat dan dukungan yang baik. Selama pandemi, jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan. Ini menempatkan banyak orang ke dalam kesulitan keuangan yang tidak terduga. Sebagai seorang pemimpin, Anda tidak dapat menghilangkan masalah ini. Tetapi, Anda dapat memberikan arahan yang benar atau lebih baik pada karyawan atau Anda dapat mengadvokasi mereka dengan melakukan hal-hal seperti kenaikan gaji dan bonus jika perusahaan Anda berkinerja baik.
3. Melakukan pembelaan untuk karyawan
Empati saja tidak cukup. Karyawan akan segera menyadari bahwa Anda tidak dapat membantu mereka, dan mereka tidak akan menghargai tindakan yang sudah Anda lakukan. Setelah Anda memahami tantangan yang dihadapi karyawan, tugas Anda adalah mengadvokasi mereka dan membantu mereka dengan tepat.
Advokasi terlihat berbeda bergantung pada konteksnya. Tetapi Anda harus menyisihkan waktu khusus untuk mempertimbangkan bagaimana bisnis Anda dapat membuat hidup karyawan menjadi lebih mudah. Untuk melakukan ini, Anda harus menggabungkan pelajaran yang telah Anda pelajari dari mendengarkan karyawan dengan pengetahuan yang Anda miliki tentang bisnis dan apa yang dapat atau harus Anda tawarkan.
Ingat, advokasi bukanlah “sekedar membantu seseorang.” Tugas Anda adalah bekerja keras atas nama karyawan. Advokasi yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan sehingga karyawan akan menjadi semakin loyal dan termotivasi.
4.Belajar dari pemimpin lain
Cara terbaik untuk menjadi seorang pemimpin adalah belajar dari para pemimpin efektif lainnya. Ini mungkin datang secara alami dari panutan Anda. Atau Anda mungkin perlu secara aktif mencari pengetahuan baru dengan membaca, mendengarkan, dan terlibat dengan para pemimpin dan apa yang mereka pelajari. Berikut adalah beberapa sumber untuk mempelajari kepemimpinan yang hebat:
⦁ Harvard Business Review: Universitas Harvard memiliki salah satu program MBA terbaik yang secara teratur memposting wawancara dengan legenda kepemimpinan seperti Alex Ferguson.
⦁ London Business School: London Business School mengadakan podcast yang menampilkan pelajaran tentang kepemimpinan.
⦁ Toko buku di tempat Anda: Ada ribuan buku tentang kepemimpinan. Tidak semuanya tepat untuk Anda. Tetapi, Anda bisa mulai untuk memilih model kepemimpinan yang menurut Anda menarik. Misalnya, buku kepemimpinan yang ditulis oleh pelatih sepak bola atau ikon bisnis yang menginspirasi Anda.
Kesimpulan
Sederhananya, kepemimpinan adalah tentang melampaui tanggung jawab dasar Anda. Anda harus mendengarkan orang-orang yang Anda pimpin, dan menemukan cara untuk meningkatkan kinerja mereka dengan secara terbuka menilai kontribusi mereka dan dengan mengadvokasi mereka sesuai dengan jati diri Anda.
Sumber/foto : thebossmagazine.com/inc.com


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS