• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Peformance Management

Lima Cara Mengatasi Perilaku Pasif-Agresif

Lima Cara Mengatasi Perilaku Pasif-Agresif
Redaksi
March 5, 2020

Lima Cara Mengatasi Perilaku Pasif-Agresif

Seorang trainer umumnya menghabiskan banyak waktu bekerja dengan tim kepemimpinan tentang strategi dan akuntabilitas. Tugasnya adalah membantu tim mengembangkan dan menyetujui serangkaian prioritas dan tindakan, , kemudian mendorong komitmen dan proses akuntabilitas untuk diterapkan.

Perilaku pasif-agresif adalah salah satu tantangan yang dihadapi tim mana pun. Seseorang dengan perilaku ini akan dengan cepat merusak kesuksesan tim dan bisa mengakar sampai ke bawah. Jika tidak segera diatasi,perilaku ini akan menggerogoti budaya tim.

Perilaku pasif-agresif terjadi ketika seorang angggota tim setuju dengan rencana yang akan dibuat, dan bersikap menyenangkan pada saat itu. Namun setelah rencana dibuat dan dijalankan, dia tidak setuju dan berupaya untuk menggagalkan dan menyabot rencana tersebut. Biasanya perilaku tersebut ditunjukkan dengan bahasa yang membela dirinya dan menghindar, malah menunjukkan masalah yang lain atau menimpakan kesalahan kepada orang lain.

Berikut ini adalah lima langkah untuk membantu meminimalkan dampak perilaku ini pada tim.

1.Katakan yang sebenarnya

Meskipun tampak mudah, tindakan ini sebenarnya cukup sulit. Seseorang yang berperilaku pasif-agresif pintar membelokkan masalah dan mengangkat masalah lain untuk mengalihkan perhatian tim. Jika tidak hati-hati,kita akan jatuh ke dalam perangkapnya.

Perhatikan dua hal. Pertama, sikap pendiam dan patuh ketika sedang membahas masalah dan isu-isu penting. Jika seseorang hanya mengikuti arus, mereka kemungkinan tidak akan menyuarakan perhatian yang lebih dalam atau menyuarakan pendapat. Hal ini cukup berbahaya karena masalah dibiarkan tidak terselesaikan dan kekhawatiran orang itu dapat memburuk dan meledak di kemudian hari.

Kedua, penngunaan kata-kata ‘saya’ dan ‘kita’. Jika seseorang berbicara tentang bagaimana mereka melakukan atau tidak menginginkan sesuatu dan bagaimana orang lain melakukan atau tidak melakukan sesuatu, pantas dicurigai jika orang itu berperilaku pasif-agresif. Seorang anggota tim yang sejati melihat segalanya dari sudut pandang tim dan akan menggunakan istilah ‘kita’ daripada ‘saya’ dalam percakapannya.

Setelah kita bisa mengidentifikasinya, katakan saja hal yang sebenarnya. Sebaiknya kita menggunakan kalimat seperti, “Saya merasa kami tidak mendapatkan dukungan penuh dari Anda dan sekarang Anda tidak mendukung prioritas yang kami coba terapkan, apakah itu masalahnya?”

2.Memintanya untuk merubah perilaku

Kita mesti memperjelas apa yang kita inginkan di masa depan. Mintalah orang itu untuk merubah perilakunya. Tunggu apakah dia bersedia menerima permintaan kita atau malah mengatakan dia tidak mau berubah. Jika hal yang kedua terjadi, maka kita memiliki masalah lain untuk diselesaikan. Kita perlu memutuskan apakah orang tersebut akan terus dipertahankan dalam tim.

Permintaan kita memiliki dua arti. Pertama, kita ingin memperjelas bahwa semua anggota tim mesti mendukung dan bekerjasama untuk mengimplementasikan keputusan dan prioritas yang telah diputuskan bersama. Tidak boleh ada alasan lain tentang hal ini. Kedua, minta orang itu untuk lebih vokal dan berkontribusi lebih banyak dalam diskusi. Pastikan bahwa dirinya telah menyuarakan semua keprihatinannya.Kalau tidak, biarkan dia pergi.

3.Memahami kontribusi kita

Kita harus memastikan bahwa semua anggota tim sudah didengar pendapatnya dan tim juga sudah melakukan diskusi yang menarik. Setelah itu kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda. Berusahalah agar kita dapat menciptkan suasana kerja yang lebih baik sehingga bisa mendorong orang lain untuk melakukan perubahan.

4. Mendengarkan komitmen semua anggota tim

Saat mendiskusikan keputusan dan arahan,kita mesti memberikan perhatian ekstra pada gagasan yang muncul.. Pastikan semua orang diberikan kesempatan untuk berbicara tetapi dan dorong mereka untuk menyuarakan keprihatinan dan pendapatnya. Jangan biarkan mereka untuk menghindari berbicara. Bahkan jika perlu, kita harus rela menunggu beberapa menit. Meskipun kita mungkin merasa stres saat melalui proses ini, kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik nantinya.

5. Mengatasi masalah yang sebenarnya

Terkadang ada masalah nyata mengapa perilaku pasif-agresif seseorang muncul. Meskipun ini bukan alasan, pertimbangkan apa yang mendorong perilaku tersebut dan coba untuk mengatasi masalah itu secara konstruktif. Namun, jangan biarkan tindakan itu mengalihkan perhatian kita dari masalah yang sebenarnya. Keduanya harus ditangani secara langsung.

Perilaku pasif-agresif tidak selalu mudah dikenali dan terkadang lebih sulit untuk dihadapi. Dan ada kemungkinan bahwa perilaku itu tidak akan berubah. Hal yang paling penting adalah menemukannya lebih awal dan mengatasinya dengan segera sehingga kita dapat meminimalkan dampak buruknya pada budaya tim kita.

Sumber/foto : inc.com/thebalancecareers.com

Related ItemsFeatured
Peformance Management
March 5, 2020
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.