Kunci Procurement Unggul di Era Digital: Integritas Kepemimpinan sebagai Benteng Utama

Dalam lanskap bisnis modern yang menuntut efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi tinggi, fungsi procurement (pengadaan) telah bertransformasi dari sekadar kegiatan operasional menjadi inti strategis perusahaan. Namun, keunggulan dalam pengadaan tidak hanya bertumpu pada strategi biaya yang canggih atau ketelitian manajemen kontrak, melainkan pada fondasi yang jauh lebih esensial: Integritas.
Hal ini menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh Bapak Ari Wijaya, Direktur Utama Elnusa Fabrikasi Konstruksi dalam paparannya pada Indonesia Procurement Management Summit, Rabu (19/11) di Aryaduta Hotel, Jakarta. Beliau secara lugas membahas isu kritis Procurement Fraud dan solusi pencegahannya yang berkelanjutan.
Menurut Bapak Ari Wijaya, meskipun pencegahan kecurangan harus dimulai dari kesadaran dan disiplin etika setiap individu, solusi yang efektif dan berdampak jangka panjang wajib diinisiasi dari level tertinggi dalam struktur organisasi.
Beliau menekankan pentingnya keteladanan kepemimpinan dengan mengutip frasa populer “Walk the Talk.” Penegasan ini menyiratkan bahwa pencegahan fraud adalah tanggung jawab utama pimpinan perusahaan (from the top). Ketika perkataan dan perbuatan pimpinan selaras, hal itu menciptakan kultur yang akan mencegah terjadinya kecurangan sejak dini, jauh lebih efektif daripada mengandalkan sistem audit pasca-kejadian.
Pandangan ini diperkuat dengan merujuk pada pemikiran Nasim Nicholas Taleb mengenai risiko tak terduga (Black Swan). Kegagalan integritas, menurut Bapak Ari Wijaya, dapat menjadi risiko tersembunyi (Black Swan etis) yang berpotensi melumpuhkan dan merusak reputasi organisasi secara fundamental.
“Integritas top-down inilah yang berfungsi sebagai benteng utama yang secara kultural menutup peluang terjadinya kecurangan dalam proses pengadaan. Kesuksesan pengadaan modern pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana kepemimpinan mampu mewujudkan integritas ini.”jelasnya lebih jauh.
Dengan demikian, di era digital ini, integritas kepemimpinan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan prasyarat mutlak untuk mencapai keunggulan dan keberlanjutan procurement.


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS