• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Industrial Relation

Gretel Griselda: Jangan Paksa Gen Z Menggunakan Standar Kerja Tahun 80-an

Gretel Griselda: Jangan Paksa Gen Z Menggunakan Standar Kerja Tahun 80-an
Redaksi
January 6, 2026

Gretel Griselda: Jangan Paksa Gen Z Menggunakan Standar Kerja Tahun 80-an

 

Di tengah perubahan lanskap industri yang kian cepat, tantangan terbesar bagi para pemimpin bukan lagi sekadar pertumbuhan bisnis, melainkan cara mengelola manusia di dalamnya.

Ada kegelisahan yang nyata ketika standar loyalitas masa lalu berbenturan dengan dinamika generasi baru: bagi para senior, masa kerja dua tahun mungkin dianggap baru seumur jagung, namun bagi Milenial dan Gen Z, itu sering kali dianggap sebagai satu siklus pertumbuhan yang tuntas.

Lantas, bagaimana perusahaan harus bersikap di antara keinginan, untuk memacu langkah anak muda dan kebutuhan untuk mempertahankan mereka?

Dalam sebuah sesi tanya jawab dalam Seminar 20th HR Expo bulan lalu yang berlangsung di Jakarta, mengenai tata kelola talenta, Gretel Griselda, CEO dari Alto Network menawarkan perspektif yang menyejukkan dari permasalahan tersebut, dimana dirinya lebih menekankan pada keseimbangan dan refleksi diri pada semua pihak.

Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa meski label generasi terus berganti, kebutuhan dasar manusia tetaplah konstan: ingin dihargai, memahami dampak dari kontribusinya, dan memiliki kejelasan visi masa depan. Memanusiakan manusia tetap menjadi fondasi retensi yang paling utama.

Namun, Gretel juga mengajak para pemimpin untuk mulai berdamai dengan pergeseran angka di pasar tenaga kerja. Kita tidak bisa lagi menggunakan standar tahun 80-an untuk mengukur kondisi hari ini.

“Mungkin di tahun 80-an turnover rate 3-4% adalah rata-rata, tapi mungkin sekarang rata-rata yang sudah normal adalah 11%. Dan itu sesuatu yang perlu kita amini dan terima,” ungkapnya.

Baginya, menerima realitas ini adalah langkah awal untuk bertindak lebih bijaksana.

Gretel memberikan analogi yang sangat dalam tentang cara memimpin, yakni seperti merawat bunga. Sebagai organisasi, tugas kita adalah memberikan nutrisi, air, dan perhatian terbaik. Namun, jika semua usaha telah dilakukan dan bunga tersebut tetap memilih untuk gugur atau berpindah tempat, maka pemimpin harus memahaminya.

“Kalau kita sudah berusaha semuanya, dan dia tetap pergi, ya memang waktunya pergi,” tuturnya.

Dirinya juga memberikan catatan penting bagi para pemimpin agar tidak terjebak dalam ambisi tanpa melihat kondisi internal.

“Sering kali kita terlalu fokus mengejar pertumbuhan di depan tanpa mau bercermin pada kualitas manajemen sendiri; padahal, sembari terus membenahi diri, kita juga harus berlapang dada menerima bahwa standar perputaran karyawan saat ini memang telah berubahm” jelasnya lebih jauh.

Dirinya jufa menambahkan, bahwa introspeksi internal harus berjalan beriringan dengan penerimaan terhadap dinamika eksternal.

Sebagai solusi strategis, Gretel menyarankan agar perusahaan mulai memperbesar “pipa” rekrutmen mereka. Dengan menerima kenyataan bahwa turnover adalah bagian dari norma baru, perusahaan dapat membangun sistem yang lebih lincah dan siap menghadapi transisi talenta kapan pun.

“Menjaga talenta bukan tentang seberapa kuat kita mengikat mereka, melainkan seberapa bermakna perjalanan yang kita ciptakan selama mereka berada di bawah naungan kita, tutupnya.

Related ItemsFeatured
Industrial Relation
January 6, 2026
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.