Empat Mengatasi Rasa Cemas Berlebihan Karena Penyakit Corona

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia telah mengalami banyak sekali perubahan dalam waktu singkat. Jumlah kasus coronavirus novel yang didiagnosis COVID-19 terus meningkat. Sekolah, liga olahraga dan acara besar ditutup. Banyak orang mulai membeli dan menimbun makanan, menghabiskan banyak persediaan alat kesehatan. Mereka kemudian mulai banyak memikirkan hal lain, seperti pekerjaan ataupun kesehatan mereka dan keluarganya. Tidak mengherankan bahwa banyak orang mulai merasa cemas dengan situasi tersebut.
Timbulnya rasa cemas ini bukan hanya menimbulkan rasa ketidaknyamanan saja, tetapi juga dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami tekanan mental berlebihan dan bisa berujung pada depresi stroke. Sehingga dapat berakibat pada penurunan produktivitas dan kondisi kejiwaan seseorang. Untuk itu kita harus bisa menemukan cara untuk menghadapi dan mengelola rasa cemas tersebut, dan mencari solusi yang dapat membantu seseorang menjalani hidup yang lebih lama dan lebih bahagia.
Salah satu diantaranya pertama adalah dengan mencari penyebab timbulnya rasa cemas. Karena sebenarnya rasa cemas adalah reaksi alami tubuh terhadap bahaya yang dirasakan. Dalam waktu relatif singkat, respons fisik yang dipicunya membantu orang bereaksi cepat terhadap situasi yang tidak terduga. Akan tetapi rasa cemas yang berlebihan dapat merusak pertahanan tubuh. Gejala seperti keringat, pernapasan berubah menjadi cepat, peningkatan denyut jantung, gemetar dan mual merupakan ciri-ciri rasa cemas yang berlebihan atau sering disebut anxiety. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi tidur, kemampuan fokus, dan kebahagiaan umum dari seseorang.
Penyebab rasa cemas masih perlu banyak dipelajari, tetapi tampaknya faktor lingkungan, genetik, dan perilaku semuanya berperan dalam seberapa banyak stres yang dialami dan bagaimana kita mengatasinya.
Jephtha Tausig Edwards, psikolog klinis di New York, berpendapat bahwa sangatlah penting untuk mempertimbangkan semua kemungkinan penyebab stres yang dihadapi seseorang. Karena ini dapat lebih membantu kita dalam memahami dan mengobati kecemasan mereka.
“Seperti pada orang yang lebih tua. Dimana mereka lebih sering menghadapi kesulitan dengan kesehatannya. Seperti terjadinya berbagai perubahan dalam hidup mereka mulai dari pensiun; ketika terkena penyakit ataupun kecelakaan. Semua ini akan semakin meningkatkan rasa cemas dalam diri mereka,” jelasnya lebih jauh.
Diirnya melanjutkan oleh karena itu sangatlah penting untuk menentukan apa penyebab timbulnya rasa cemas tersebut. Apakah mereka bingung karena mereka baru saja pindah ke komunitas baru? Apakah mereka kehilangan orang penting yang mereka tinggali atau lihat lebih sering daripada yang mereka lakukan sekarang? Apakah mereka menjadi kesepian? Apakah mereka berurusan dengan masalah dan masalah kesehatan pribadi yang sulit? Apakah mereka selalu cemas atau ini sesuatu yang baru?
“Mencari penyebab dan menentukan seperti apakah rasa cemas yang timbul, akan membantu menentukan intervensi yang paling tepat, yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Mulai dari terapi hingga pengobatan, atau kombinasi keduanya,” terangnya.
Menurut Dr. Anna Yam, PhD dan psikolog dari San Diego, menyebutkan bahwa orang tua juga dapat mengalami stres dan mengalami rasa cemas berlebihan yang disebabkan oleh kemunduran kemampuan kognitif.
“Dengan bertambahnya usia, orang dewasa yang lebih tua mengalami penurunan kemampuan kognitif tertentu – terutama kecepatan pemrosesan. Karena beberapa tugas memakan waktu lebih lama dan membutuhkan lebih banyak upaya daripada biasanya, kecemasan orang dewasa yang lebih tua dapat dipicu oleh kebutuhan untuk bergegas,” ungkapnya.
Kemudian Tina Tessina, PhD psikolog dari San Diego California, merekomendasikan empat cara dalam mengatasi rasa cemas yang berlebihan tersebut, diantara adalah :
1.Melakukan olahraga teratur
Olahraga selalu merupakan hal yang baik, dan tidak ada bedanya dengan stres dan kecemasan. Berolah raga teratur membantu pikiran dan tubuh seseroang yang melakukannya.
2. Membuat rutinitas kegiatan
Untuk mencegah perasaan kesepian dan terkucil, cobalah untuk melakukan sesuatu kegiatan yang rutin. Ini dipercaya dapat terus membuat pikiran bekerja lebih baik dan mampu menumbukan antusiasme.
“Dengan membuat jadwal rutin untuk melakukan sesuatu dan selalu mematuhinya, akan sangat membantu mengurangi timbulnya rasa cemas yang tidak perlu. Untuk itu cobalah kegiatan berkebun ataupun berolahraga bersama teman. Jangan biarkan diri kita tenggelam dalam rasa cemas, dan dalam hal ini koneksi adalah penangkal terbaik dalam mengatasi hal tersebut, ” jelasnya.
3. Melatih pernapasan
Cara lain yang cukup efektif untuk mengatasi rasa cemas yang berelbihan adalah dengan melatih pernapasan. Menurut Christine Scott-Hudson, psikoterapis trauma dari Santa Barbara, California, menyebutkan bahwa cara seseorang bernapas dengan sadar adalah proses trauma dari bawah ke atas, yang diinformasikan untuk membantu meningkatkan perasaan pengaturan emosi dengan cepat, aman, dan tanpa resep obat. Sehingga seseorang dapat merasa lebih tenang dan tertidur lebih mudah.
Untuk dirinya merekomendasikan melatih pernapasan dengan sistem 4-7-8 . Dengan cara mencari satu tempat untuk fokus, selanjutnya menarik napas selama empat hitungan melalui hidung, kemudian tahan napas selama tujuh hitungan, lalu buang napas melalui mulut selama delapan hitungan .
4. Berkonsultasi dengan dokter
Jika kita mengalami rasa cemas yang semakin parah atau manic depressive, maka itu saatnya kita berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Terapi perilaku kognitif dapat membantu dan mungkin membumi, dan tentu saja ada obat-obatan yang dapat membantu dengan berbagai tingkatan rasa cemas yang dialami oleh seseorang. Untuk itu mendengarkan saran dan nasehat dari mereka sangat dianjurkan.
Sumber/foto : theladders.com/organicauthority.com


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS